Harga Saham dan Crypto Berbanding Terbalik? Berikut Penjelasannya

Akhir-akhir ini mulai muncul narasi bahwa pasar saham dan crypto memiliki korelasi atau hubungan pergerakan yang negatif.

Artinya, saat pasar saham mengalami apresiasi atau kenaikan harga, asumsinya pasar crypto akan bergerak turun.

Walau narasi tersebut masih ramai, pada kenyataannya narasi tersebut masih dapat diragukan.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kenyataan hubungan kedua aset tersebut.

Narasi Hubungan Terbalik Bitcoin dan Saham

Banyak investor yang menyatakan saham terutama di Indonesia dan Amerika, memiliki hubungan yang negatif.

Asumsi tersebut beredar terutama setelah adanya koreksi besar di pasar saham dan apresiasi harga yang tinggi di pasar crypto.

Saat melihat pasar crypto, mayoritas investor terutama yang masih awam, akan mengacu pada Bitcoin untuk melihat harga.

Sehingga kemungkinan narasi ini muncul setelah harga Bitcoin yang naik cukup signifikan, bahkan melebihi apresiasi mayoritas saham.

Hasilnya, muncul asumsi yang menyatakan bahwa korelasi atau hubungan antara pasar crypto dan saham memiliki sifat negatif.

Untuk membuktikan pernyataan tersebut, ada baiknya sebagai seorang investor, analisis menggunakan data harus dilakukan.

Jika mengacu pada data dari Tradingview yang memperlihatkan pergerakan antara tiga indeks saham Amerika utama yaitu Dow Jones, Nasdaq, dan S&P 500 bersama Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dan Bitcoin, terdapat suatu kesimpulan.

Data tersebut menggunakan data dari 1 Januari 2021 hingga 3 Desember 2021, mengingat narasi korelasi ini baru muncul kembali di Tahun 2021.

Dapat dilihat bahwa secara keseluruhan, hubungan negatif antara saham dan Bitcoin yang menjadi perwakilan pasar crypto, tidak terlihat secara jelas.

Hal ini disebabkan tidak adanya perbedaan yang signifikan dari trend atau pergerakan harga seluruh aset.

Namun perlu diketahui walau tidak ada perbedaan yang signifikan, terlihat bahwa akumulasi harga kelima data terlihat berbeda.

Dapat dilihat bahwa Bitcoin mengalami pergerakan apresiasi hingga 96,12% sejak Januari 2021 hingga saat ini.

Kemudian, indeks saham teknologi, Nasdaq, mengalami apresiasi yang mendekati yaitu sekitar 51,80% diikuti oleh indeks S&P 500 yang naik hingga 21,86%.

Ketiga data tersebut juga memperlihatkan pergerakan yang serupa, dimana terjadi apresiasi, walau fluktuasi Bitcoin terlihat lebih besar.

Dow Jones dan juga IHSG memperlihatkan penurunan hingga 2,86% dan juga 4,18% secara berurutan.

Data ini menunjukkan bukti asumsi hubungan pergerakan negatif. Namun jika diteliti lebih lanjut, hubungan yang negatif hanya terlihat antara Bitcoin dan IHSG.

Faktor Makroekonomi Menciptakan Kesamaan

Perlu dilihat juga bahwa hubungan negatif ini hanya terlihat sejak Januari hingga akhir Mei 2021. Sejak Juni 2021 hingga saat ini, pergerakan antara IHSG dan Bitcoin terlihat masih serupa.

Selain itu, pergerakan Bitcoin dan seluruh indeks saham juga terlihat memiliki hubungan positif sejak Juni 2021 hingga saat ini.

Kemungkinan besar, hubungan positif ini kembali ada akibat pergerakan koreksi besar yang menormalisasi pergerakan Bitcoin pada Mei 2021.

Hubungan yang negatif sesaat tersebut kemungkinan besar terjadi akibat adanya pergerakan apresiasi tinggi setelah halving 2020.

Kejadian tersebut umumnya membuat harga Bitcoin dan mayoritas crypto melonjak secara tinggi, yang kemungkinan membuat adanya hubungan negatif tersebut.

Tapi jika dilihat secara lebih jauh, korelasi antara saham dan crypto yang diwakili oleh Bitcoin, selalu terlihat memiliki hubungan positif.

Hal ini disebabkan oleh kategorisasi aset dimana crypto dan saham umum dianggap sebagai aset berisiko, berlawanan dengan Dolar Amerika atau Surat utang negara.

Sehingga pada umumnya aspek makroekonomi yang terlihat dari sisi kebijakan, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap crypto dan saham.

Faktor tersebut juga membuktikan hubungan positif yang kuat antara crypto dan saham. Bukti nyatanya dapat dilihat dari sisi kebijakan moneter dan fiskal.

Contohnya saat Bank Sentral Amerika mengumumkan potensi kebijakan moneter baru, dimana akan terjadi peningkatan Tapering dan potensi perubahan suku bunga acuan.

Pernyataan tersebut baru saja dinyatakan pada sekitar 29 November 2021 oleh Jerome Powell, Ketua Bank Sentral Amerika.

Setelah pernyataan tersebut, aset berisiko seperti saham, emas, dan Bitcoin terlihat turun, yang juga dapat dilihat dari grafik di bawah.

Kondisi tersebut membuktikan bahwa faktor makroekonomi, terutama dari Amerika memiliki pengaruh besar terhadap aset berisiko.

Sehingga walau saham dan crypto tidak memiliki hubungan positif sempurna, untuk menyatakan bahwa keduanya berhubungan negatif adalah hal yang juga kurang tepat.

Top exchange
Pintu
17 Ulasan
Daftar
Indodax
0 Ulasan
Daftar
TRIV
22 Ulasan
Daftar
Lihat semua

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Rekomendasi aplikasi beli bitcoin
TRIV

Triv merupakan aplikasi jual-beli bitcoin...

Berlisensi

22 Ulasan
Daftar
Indodax

Indodax.com adalah sebuah pasar online...

Berlisensi

0 Ulasan
Daftar
Pintu

Pintu adalah bursa kripto dengan...

Berlisensi

17 Ulasan
Daftar