Ketua The Fed Percepat Tapering, Waspada Bitcoin Crash 2022

Rossetti Syarief

1st December, 2021

Ketua The Fed, Jerome Powell sebut kenaikan angka inflasi di Amerika Serikat bukan permasalahan sementara. Karena itu, Powell mempertimbangkan untuk percepat tapering guna mengendalikan inflasi.

Tapering sendiri merujuk pada istilah perubahan kebijakan. Kebijakan yang diacu disini merupakan kebijakan moneter oleh bank sentral untuk mengubah inflasi atau jumlah uang yang beredar.

Bank sentral biasanya akan membeli aset sebesar $120 miliar per bulan. Namun karena kebijakan tersebut, dana akan dipotong sebesar $15 miliar.

Pengurangan pertama untuk Departemen Keuangan senilai $10 miliar, dan sisanya untuk urusan pinjam-meminjam.

Bank sentral juga memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga, yang kemudian disetujui para petinggi negara setempat.

Dalam siaran pers, mereka mengatakan jika ini adalah cara terefektif untuk ikut andil memajukan pemulihan ekonomi dan menekan inflasi di Amerika Serikat.

Sementara itu, angka inflasi telah naik 4,4% dalam satu tahun sejak September, sedangkan target inflasi The Fed hanya 2% per tahun. Ini cukup mengkhawatirkan dan menjadi tantangan besar bagi Powell selaku ketua.

Percepat Tapering Dapat Hentikan Reli Bitcoin

Bitcoin telah mendapatkan reputasi sebagai emas versi digital, dan secara luas diakui sebagai pelindung nilai inflasi. Namun, banyak yang percaya bahwa Bitcoin akan kehilangan proposisi nilainya jika inflasi berkurang.

Mike Novogratz dari CEO Galaxy Investment Partners menyatakan, jika pencalonan Jerome Powell kembali sebagai ketua The Fed periode selanjutnya, akan berdampak pada bearish untuk crypto karena misinya yang menekan angka inflasi.

Terbukti, Bitcoin telah turun 3,8% dalam 24 jam setelah Jerome Powell memberikan pidato tentang prospek ekonomi Amerika Serikat saat ini.

Grafik Harga Bitcoin Turun Setelah The Fed Umumkan Tapering

Pasar crypto diketahui telah bereaksi negatif terhadap pernyataan Powell. Ditambah lagi, intuisi akhirnya mengisyaratkan kemungkinan dimulainya tapering semakin dekat.

Dalam kesempatan sebelumnya, Powell mengatakan jika inflasi di Amerika Serikat hanya bersifat sementara.

Kemudian di siaran pers yang terbaru, sang Gubernur The Fed menarik kata-katanya dan mengakui jika Federal Reserve tidak mampu untuk mengendalikan situasi ekonomi saat ini.

Lantas, apakah Bitcoin dan aset crypto lainnya akan berpotensi crash di periode Powell selanjutnya? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.