Apa Itu Tapering dan Dampaknya Kepada Aset Crypto

Investor pasar crypto nampaknya terlihat khawatir terhadap tapering. Tapi apa sih itu tapering dan bagaimana dampaknya terhadap pasar crypto?

Apa itu Tapering

Tapering adalah kondisi di mana Bank Sentral mengurangi anggaran yang dimilikinya untuk mengurangi jumlah uang beredar.

Umumnya tapering ini terjadi saat kondisi krisis, bank sentral akan membantu pemerintah dengan mendorong kebijakan moneter ekspansif.

Kebijakan moneter ekspansif adalah kebijakan yang dilakukan bank sentral untuk menambah jumlah uang beredar dengan harapan memulihkan kembali perekonomian.

Sebaliknya kebijakan moneter kontraktif adalah saat bank sentral membantu mengurangi jumlah uang beredar untuk mengurangi inflasi.

Dua kebijakan moneter paling umum adalah mengubah suku bunga acuan dan transaksi surat utang bank komersial.

Dalam kondisi ekspansif, umumnya bank sentral akan menurunkan suku bunga acuan agar mendorong pinjaman serta melakukan pembelian obligasi atau surat utang bank komersial untuk menambah dana yang tersedia untuk pinjaman di bank.

Tapering juga dapat mengacu pada kebijakan transaksi surat utang bank komersial oleh bank sentral yang terjadi dalam kebijakan ekspansif.

Pembelian surat utang bank komersial oleh bank sentral dilakukan untuk menambah jumlah uang beredar.

Contoh Tapering

Penjelasan di atas dapat dicontohkan sebagai berikut, bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia, dan bank komersial adalah Bank BCA.

Bank Indonesia membeli surat utang yang dijual Bank BCA dan Bank BCA mendapatkan uang hasil penjualan untuk disalurkan kepada pinjaman. Kemudian. masyarakat melakukan pinjaman ke Bank BCA.

Sekarang uang Bank BCA sudah pindah ke tangan masyarakat dan menjadi uang tambahan yang beredar di perekonomian.

Dengan cara ini, secara tidak langsung bank sentral atau Bank Indonesia telah berhasil menambah jumlah uang beredar dengan membeli surat utang bank komersial.

Waktu Bank Sentral Melakukan Tapering

Saat bank sentral merasa uang beredar sudah terlalu banyak namun perekonomian belum siap untuk tidak disalurkan dana sama sekali, bank sentral melakukan tapering.

Tapering ini adalah cara bank sentral secara perlahan mengubah kebijakan ekspansif menuju kontraktif.

Cara bank sentral melakukan Tapering adalah mengurangi secara perlahan pembelian surat utang bank komersial untuk mengurangi tambahan uang beredar secara perlahan.

Dampak ke Crypto

Perubahan ini umumnya dilakukan saat bank sentral merasa perekonomian sudah mulai pulih namun belum siap untuk berubah secara menyeluruh.

Kondisi lain saat perubahan atau tapering ini dilakukan adalah saat inflasi sudah naik secara cepat dan berlebihan.

Sebab saat jumlah uang beredar bertambah, inflasi akan meningkat, sehingga menyebabkan nilai uang fiat turun secara signifikan.

Karena itu tapering perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai fiat di negara dan menjaga daya jual barang dalam keperluan ekspor.

Dampak tapering dapat membuat fiat kembali naik dan membuat aset berisiko seperti crypto mulai turun kembali, sehingga mengkhawatirkan pelaku pasar.

Namun pada kenyataannya, tapering tidak memiliki efek besar dalam mempengaruhi nilai fiat. Efek besar baru akan terlihat saat perubahan suku bunga acuan terjadi.

Sehingga pada umumnya kekhawatiran akan lebih besar saat bank sentral mengubah suku bunga acuan untuk naik, karena mendorong naik nilai fiat.

Sebab, saat suku bunga acuan naik, insentif menabung lebih tinggi dan meminjam uang menjadi lebih mahal. Sehingga umumnya uang beredar berkurang dan nilai fiat naik.

Tapi kondisi ini belum akan terlihat pada saat tapering sehingga seharusnya tapering bukan suatu hal yang perlu dikhawatirkan oleh investor crypto.

Kekhawatiran harus lebih dilihat saat bank sentral terutama Bank Sentral Amerika mulai meningkatkan suku bunga acuan.

Kabar Kebijakan Bank Sentral Amerika Terbaru

Bank Sentral AS atau The Fed akan mulai tapering atau sudah melakukannya dan disinyalir memiliki dampak terbesar di pasar keuangan, karena volume transaksi aset berisiko seperti crypto dan saham terbesar datang dari negara tersebut.

Selain itu melihat banyaknya negara yang menggunakan Dolar Amerika sebagai cadangan devisanya, pengaruh Amerika juga sangat besar, jadi bukan hal mengherankan jika tapering di negara tersebut membuat banyak orang cemas.

Untuk 4 November 2021, Bank Sentral Amerika baru saja menentukan suku bunga acuan terbaru dan juga rencana tapering.

Saat ini Bank Sentral Amerika masih belum akan mengubah suku bunga acuan sehingga kondisi masih terlihat aman untuk aset berisiko.

Tapi saat ini tapering sudah mulai terjadi dengan frekuensi yang lebih sering dan anggaran akan terus berkurang seiring dengan tapering ini. Walau begitu perlu diingat bahwa efek tapering tidak signifikan terhadap aset berisiko.

Prediksi saat ini adalah suku bunga acuan baru akan berubah pada Tahun 2022, jadi ada kemungkinan aset berisiko akan mengalami koreksi di Tahun 2022.

Top exchange
Pintu
16 Ulasan
Daftar
TRIV
22 Ulasan
Daftar
Indodax
0 Ulasan
Daftar
Lihat semua

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Rekomendasi aplikasi beli bitcoin
Indodax

Indodax.com adalah sebuah pasar online...

Berlisensi

0 Ulasan
Daftar
TRIV

Triv merupakan aplikasi jual-beli bitcoin...

Berlisensi

22 Ulasan
Daftar
Pintu

Pintu adalah bursa kripto dengan...

Berlisensi

16 Ulasan
Daftar