Data Onchain Bitcoin Mulai Pulih! Bull Run Lanjut?

Naufal Muhammad

3rd August, 2021

Data onchain atau data dari blockchain menunjukkan beberapa pergerakan positif yang dapat menjadi pertanda bahwa bull run masih dapat berlanjut.

Beberapa data ini memberikan harapan kepada investor bahwa walau saat ini terjadi koreksi, potensi apresiasi masih ada untuk Bitcoin.

Data Onchain Bursa Berikan Tanda Positif

Saat ini pasar sedang tertuju pada data Bitcoin Outflow atau jumlah Bitcoin yang keluar dari bursa dan masuk ke wallet.

Fokus utama ini disebabkan jumlah Bitcoin yang masuk ke wallet dan keluar dari bursa, jika besar, dapat menjadi pertanda berkurangnya potensi tekanan jual.

Hal ini disebabkan jika sudah keluar dari bursa, kemungkinan untuk Bitcoin tersebut dijual sudah menjadi lebih kecil.

Saat ini terlihat sekitar 40.000 Bitcoin ditarik keluar dari bursa dan angkanya masih terlihat terus bertambah dalam tujuh hari terakhir ini.

Menurut data dari Glassnode, saat ini terdapat lebih dari 100.000 Bitcoin yang telah keluar dalam satu bulan terakhir.

Angka ini masih kalah dengan jumlah Bitcoin keluar pada April 2020 di 150.000 Bitcoin saat mayoritas crypto jatuh.

Jumlah Bitcoin keluar tersebut sama dengan situasi November 2020 dimana di saat keduanya terjadi beberapa pekan berikutnya terjadi kenaikan harga yang tinggi.

Angka tersebut menjadi pertanda bahwa saat ini Bitcoin yang ada di bursa hanya sekitar 13,2% yang relatif kecil dan dapat menjaga stabilitas harga.

Selain itu jika melihat dari data bursa, saat ini mayoritas trader derivatif, terutama futures, terlihat mulai positif kembali.

Kondisi ini terlihat dari funding rate yang kembali positif, dimana jika funding rate positif berarti lebih banyak posisi long (beli) dibandingkan short (jual).

Funding rate yang positif dapat menjadi pertanda bahwa mayoritas trader percaya bahwa harga akan kembali naik akibat prediksinya yang memasang posisi beli.

Selain itu data ini dilengkapi juga dengan indikator Liveliness dari Bitcoin yang mencerminkan kondisi jual dan beli dari Bitcoin.

Saat garis indikator Liveliness naik, terdapat tekanan jual dari investor jangka panjang, yang biasanya menandakan bahwa harga sedang naik signifikan.

Sebaliknya saat garis turun, investor jangka panjang atau “whale” sedang melakukan pembelian untuk menyimpan jangka panjang.

Data Penambang Mendukung

Hubungan antara Liveliness dengan harga bergerak positif, karena saat whale menjual, mereka tidak akan menjual dengan apresiasi atau kenaikan harga yang kecil.

Umumnya tekanan jual oleh investor jangka panjang tersebut terjadi saat harga naik tinggi, umumnya pada titik tertinggi bull run.

Dapat dilihat dari grafik di atas bahwa saat ini belum terjadi tekanan jual yang dapat menjadi pertanda bull run setelah halving 2020 belum selesai.

Jika melihat pada halving sebelumnya, saat terjadi bull run, Liveliness indikator ini juga naik, dan mulai mendatar saat harga turun.

Jadi jika bercermin pada kondisi tersebut, bisa dikatakan bahwa seharusnya bull run dari Bitcoin belum selesai.

Di luar angka dari investor dan bursa, saat ini data dati miner atau penambang juga memperlihatkan hal yang relatif sama.

Saat ini data hash rate atau tingkat kecepatan validasi transaksi pada blockchain Bitcoin, juga telah terlihat mulai naik.

Setelah bergerak turun akibat adanya pemberhentian penambang di Cina, saat ini hash rate sedang berusaha bergerak naik kembali.

Saat hash rate naik, umumnya harga Bitcoin juga bergerak naik. Sebab, saat kecepatan validasi naik maka jaringan lebih lancar akibat lebih banyak penambang.

Hal tersebut menjadi sentimen positif untuk Bitcoin karena jaringannya terjaga dan perpindahan Bitcoin menjadi lebih cepat, yang umumnya mendorong harga.

Oleh karena itu kemungkinan besar dengan masih banyak data lain yang mendukung apresiasi, Bitcoin masih memiliki harapan untuk naik.

Analisis Teknikal Bitcoin

Dari sisi teknikal, saat ini Bitcoin sedang bergerak turun akibat adanya sentimen negatif dari permasalahan ketidakpastian regulasi.

Namun melihat masih banyaknya pendukung crypto, kemungkinan besar regulasi tidak akan memberi dampak negatif dalam jangka panjang.

Nampaknya kondisi ini hanya memberi FUD sesaat, yang jika sudah berhasil diluruskan, dapat mengembalikan kondisi positif di pasar.

Kemungkinan besar Bitcoin akan mulai pulih saat sentimen negatif mulai berkurang, yang kemungkinan akan terjadi di daerah demand atau batas bawah.

Daerah batas bawah yang dimaksud adalah di sekitar $37500 atau Rp540,5 Juta hingga $34500 atau Rp497,3 Juta.

Jika dari daerah tersebut Bitcoin berhasil naik kembali, kemungkinan masih ada harapan untuk apresiasi harga kembali.

Namun nampaknya untuk kembali melanjutkan bull run, Bitcoin harus melewati sekitar $45000 atau Rp648,6 Juta hingga $50000 atau Rp720,6 Juta.

Untuk saat ini kepastian baru akan didapatkan setelah regulasi mulai jelas. Tapi data masih memperlihatkan potensi positif.

*Disclaimer

Seluruh analisis dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.