Bitcoin Gagal Penuhi Target Akhir Tahun? Ini Jawaban Analis

Rossetti Syarief

2nd December, 2021

Memasuki hari kedua Desember, prediksi PlanB yang menyatakan Bitcoin akan menembus $100.000 sebelum menutup tahun, sepertinya akan gagal penuhi target.

PlanB telah menggunakan tiga model prediksi sekaligus untuk perkiraan harga, termasuk model stock-to-flow Bitcoin yang banyak dinantikan para investor.

Namun, Bitcoin turun 1% pada saat penulisan dan masih diperdagangkan di bawah $60.000, sekitar $57.300. Harga tersebut masih sangat jauh dari terget yang ditetapkan.

Analis Plan B kemudian memberi penjelasan di laman Twitter pribadinya.

Model Prediksi yang Analis PlanB Gunakan

Dalam sebuah kesempatan, analis PlanB diundang sebagai bintang tamu sebuah acara podcast yang dipandu oleh Stephan Livera. 

Selama episode, PlanB menjelaskan bagaimana sang analis memilih model prediksi yang ia terapkan untuk harga Bitcoin di masa depan.

PlanB mengungkapkan, jika dia menggunakan 3 model sekaligus, yang terdiri dari S2F sebagai fundamental model, floor model untuk meraba-raba harganya, serta beberapa model on-chain lainnya.

“Aku melihatnya sebagai sesuatu yang aneh. Mungkin saja, pemulihan harga berbentuk V akan terjadi setelah itu. Namun kalau tidak, Harga Bitcoin akan tenggelam menjelang akhir tahun ini, prediksi floor model pun akan rusak.” Jelas sang analis.

Ia kemudian menambahkan, “Sepertinya itu adalah sinyal bagi saya dan investor bahwa sesuatu sedang terjadi, karena ini belum terjadi dalam 10 tahun terakhir.”.

Sementara para analis lain justru menyimpulkan, bahwa penurunan harga Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir terjadi karena kehadiran token Omicron yang memiliki nama serupa dengan varian COVID-19 terbaru.

Token OMC dari jaringan Omicron naik hampir 1000% dalam waktu singkat karena banyak investor yang FOMO dan membelinya.

Ada juga berita dari The Fed yang mengumumkan akan mempercepat tapering untuk menekan angka inflasi di Amerika Serikat.

Setelah pidato itu diumumkan, Bitcoin alami penurunan drastis karena banyak investor yang memilih pergi dari jaringan.

Meski begitu, analis PlanB mengonfirmasi dalam podcast bahwa prediksi floor model senilai $135.000 untuk bulan Desember, masih berlaku.

Berita Baik Dari Influencer Crypto Ternama

Analis crypto serta influencer crypto populer, Nicholas Merten, memberi tahu 485.000 subscribernya di YouTube, bahwa Bitcoin akan meroket dan keluar dengan harga memukau pada akhir Januari atau awal Februari.

Menurutnya, Bitcoin berpotensi mematahkan konsep expanding cycle, yang merupakan gagasan bahwa “setiap pasar bull menjadi sedikit lebih lambat untuk alami kenaikan harga selanjutnya”.

“Mungkin kita melihat teori expanding cycle telah rusak sampai tingkat tertentu, dan saya percaya Bitcoin akan keluar dari konsep itu dengan harga menembus $200.000. Tapi itu masih sebuah narasi yang sangat optimis disini.”

Merten juga menjelaskan, jika harga Bitcoin berkemungkinan juga untuk alami puncak harga pada maret 2022 sekitar $100.000 terlebih dulu, jika diamati dari grafik Logarithmic Growth Curves.

Namun, kapan pastinya aset crypto raksasa tersebut bisa menembus harga $100.000, hanya waktu yang bisa menjawab.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik