Omicron, Si Token COVID-19 yang Naik 700%

Rossetti Syarief

29th November, 2021

WHO resmi memberi nama varian COVID-19 terbaru yang memiliki kemampuan penularan lebih parah dari Delta dengan sebutan ‘Omicron’.

Tanpa diduga, aset crypto bernama serupa Omicron (OMC) yang merupakan token baru berbasis di Ethereum layer-2, alami kenaikan 700% selama akhir pekan setelah pengumuman tersebut.

Karena masih termasuk Cryptocurrency dengan kapasitas kecil, token ‘COVID-19’ OMC hanya diperdagangkan di Arbitrum One melalui SushiSwap

Pada saat penulisan, Omicron alami kenaikan 116,1% selama 24 jam terakhir dan diperdagangkan dengan harga $684,30.

Grafik Harga yang Dilansir CoinGecko

Silsilah Token COVID-19

Omicron sebenarnya hanya proyek cryptocurrency biasa yang secara kebetulan namanya juga dipakai sebagai nama varian COVID-19 terbaru.

WHO memutuskan untuk memberi nama varian COVID-19 yang berbahaya dan baru ditemukan dari huruf kelima belas alfabet Yunani.

Harga Omicron dengan cepat meroket drastis, karena investor berbondong-bondong mengikuti tren dengan membeli token.

Investor terpengaruh membeli ketika tren token COVID-19 tersebar dan menjadi perbincangan di sosial media.

https://twitter.com/artoriamaster/status/1464960429051031553?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1464960429051031553%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fdecrypt.co%2F87105%2Fa-cryptocurrency-called-omicron-is-up-137-since-who-named-new-covid-19-variant

Omicron sendiri telah didukung oleh protokol decentralized reserve currency di Arbitrum Network.

Selain itu, terdapat sekeranjang aset termasuk USDC dan liquidity provider token yang terkait dengan MIM. Ini adalah cabang dari OlympusDAO, proyek DeFi baru yang mendukung tokennya melalui primitive blockchain bonds.

Cara utama untuk terus mendorong harga token OMC agar tetap stabil di luar dari kepopulerannya sebagai token COVID-19 adalah dengan supply growth. Investor harus rutin membeli OMC secara berkala.

Jika berhenti menginvestasikan, maka grafik harganya akan hancur. Sejauh ini, $671.081 telah disetorkan dalam protokolnya, yang mengarah pada proyeksi hasil tahunan 70,377% untuk stakers.

Stigma yang Mendorong Harga

Kenaikan harga akibat FOMO juga merupakan hal serupa yang terjadi ketika Coronavirus pertama kali masuk ke dunia. Orang-orang langsung bergegas membuat proyek crypto, NFT, dan menjamah semua yang terkait dengan Coronavirus.

Contoh nyatanya adalah proyek COVIDPunks, spin-off cryptopunks bertema COVID-19 yang telah memindahkan volume 1800 ETH. CryptoPunk 7523 berhasil dijual di Sotheby dengan 11.754.000 USD. 

Spekulasi semacam ini bisa tumbuh lantaran stikma “Selama ada kesempatan untuk menghasilkan uang, tidak usah ragu untuk berinvestasi” begitu kental di masyarakat. 

Dengan kata lain, banyak investor FOMO yang hanya ikut tren.

Ketika proyek terlihat sudah tidak terlalu menguntungkan, kebanyakkan dari mereka kabur dan menarik kembali dana yang sudah menjulang tinggi.

Untuk informasi lebih lanjut, klik video di bawah ini.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik