Berita Blockchain · 8 min read

DeFi Catat Kehilangan Hingga $12 Miliar di 2021

Sabtu, 20 November 2021
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Sebuah perusahaan analitik Crypto terkemuka, Elliptic, telah menerbitkan laporan baru yang mensurvei kerugian DeFi antara tahun 2020 dan 2021.

Setidaknya ada sekitar $12 miliar telah hilang karena berbagai serangan dan insiden, dengan $10,5 miliar dicuri pada tahun ini.

DeFi Alami Kerugian Paling Besar di 2021

Sebagian besar kerugian diakibatkan oleh protokol, dengan lenyapnya dana sebesar lebih

$10 miliar. Hal ini berkaitan dengan proyek token yang kehilangan nilai pasar akibat penipuan tersebut.

Kerugian DeFi Karena Pencurian

Kerugian langsung yang terjadi hanya menghilangkan total $2 miliar, termasuk bentuk serangan yang memang menargetkan proyek DeFi, seperti serangan baru-baru ini terhadap Anubis DAO dan Cream Finance.

Sementara sisanya, lenyap hilang karena penipuan.

[read-also href=”http://new.coinvestasi.com/read“] Blockdata Sebut DeFi Sebagai Calon Industri Bernilai $1 triliun [/read-also]

Kabar baiknya, menurut catatan yang dikeluarkan oleh Elliptic, $721 juta dari dana yang hilang melalui kerugian langsung dapat dipulihkan.

Meskipun jumlah itu belum ada apa-apanya dari total kerugian yang DeFi alami, namun banyak pihak sedang mengusahakan yang terbaik.

Serangan Sektor DeFi Butuh Strategi

Oknum yang melakukan serangan terhadap sektor DeFi, biasanya menggunakan berbagai strategi. Data telah mencatat, kerugian sebesar $5,5 miliar berasal dari eksploitasi kode, sementara $5,3 miliar lainnya berasal dari eksploitasi ekonomi. 

$1 miliar lainnya berasal dari eksploitasi admin key yang ikut menyumbang kerugian. Sementara rug pulls, hanya menyumbang kerugian $ 18 juta.

Berbagai jenis aplikasi DeFi ditargetkan ke tingkat yang berbeda. Lending apps menyumbang 34% dari kerugian. DEX menyumbang 17,1% kerugian, asset management apps menyumbang 16,4% kerugian, dan cross-chain bridges menyumbang 13,5% kerugian.

Dalam sektor ini, dua blockchain adalah target utama dari kerugian yang dihitung oleh Elliptic. 

Terutama aplikasi DeFi berbasis Ethereum, sektor tersebut menghasilkan lebih dari 70% dari total dengan kerugian $8,6 miliar.

Sementara aplikasi berbasis Binance Smart Chain menyumbang 21% dari total dengan kerugian $2,5 miliar.

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Rossetti Syarief

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.