Ada Apa dengan Terra Luna? Ini Penjelasannya

Anisa Giovanny

12th May, 2022

Terra Luna, UST, dan Do Kwon, tiga nama yang kini tenar di media sosial dan investor crypto.

Bukan tanpa alasan, Terra Protocol dan ekosistemnya telah membuat pasar crypto morat-marit dengan penurunan harga UST dan LUNA yg sangat mengkhawatirkan.

Di mana UST sebagai stablecoin Terra sempat menyentuh harga $0,30 padahal sebagai stablecoin, seharusnya satu UST bernilai $1.

Kemudian, LUNA aset crypto di jaringan Terra kehilangan lebih dari 90% dari harga tertingginya, saat ini aset berada di angka $0.3. Penurunan ini juga menyebabkan market cap LUNA hilang lebih dari 400 triliun.

Hal ini pun memicu pertanyaan, apa yang terjadi dengan Terra Luna? Artikel ini akan mencoba menjelaskan apa yang terjadi pada kedua cryptocurrency dan mengapa kondisi ini mungkin akan jadi situasi yang sulit untuk diatasi.

Baca juga: Apa itu Stablecoin? Panduan untuk Pemula

Untuk memahami masalahnya, penting untuk mengetahui bagaimana stablecoin UST harus bisa memulihkan nilainya menjadi 1:1 dengan dolar.

Bagaimana Stablecoin Algoritma UST Bekerja?

Pengguna dapat mencetak UST dengan membakar Luna di portal Terra Station. Perlu dicatat bahwa ini secara konseptual berbeda dari stablecoin biasa seperti USDT atau USDC yang didukung oleh fiat yang setara, UST merupakan stable yang bergantung dengan algoritma.

Dengan konsep ini UST menggunakan sistem minting dan burn token untuk menyesuaikan pasokan dan menstabilkan harga.

Untuk memudahkan mencerna, bayangkan harga UST saat ini 1 USD, saat kapitalisasi pasar dan harga LUNA tinggi, ketika burn 1 UST kita akan mendapatkan $1 dalam LUNA yang jumlahnya 10 LUNA.

Tapi saat kapitalisasi pasar dan harga LUNA turun dan lebih rendah dari UST, saat kita burn 1 UST kita akan mendapatkan $1 dalam LUNA yang jumlahnya 100 LUNA.

Artinya, ini akan memaksa LUNA mengeluarkan pasokan yang lebih banyak untuk menyesuaikan nilanya yang terus turun lebih rendah dari UST.

Jika ini terus belanjut dan menciptakan kepanikan massal untuk burn UST, maka lama-kelamaan LUNA tidak akan bisa memberikan hasil dari burn tersebut, yang akhirnya membuat kedua ekosistem ini akan mati.

Menurut data Messari, pasokan LUNA yang beredar meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 1,4 miliar token pada hari Kamis (12/05) dari 377 juta dua hari lalu.

Kekacauan yang diciptakan aset ini pada akhirnya memberikan efek domino ke market crypto secara umum, sebab stablecoin sangat penting untuk fungsi banyak aspek pasar crypto.

Jika investor kehilangan kepercayaan pada nilai dasar stablecoin, maka pasar crypto bisa jatuh lebih dalam.

Baca juga: Imbas UST, Tether USDT Kena Dampaknya

Bagaimana Nasib Terra Luna Selanjutnya?

Ke depan, ada peningkatan ketidakpastian sehubungan dengan bagaimana pasar akan mendapatkan kembali kepercayaannya pada UST dan stablecoin lainnya di tengah aksi jual saat ini.

Banyak investor mengharapkan semacam tes untuk UST dan stablecoin algoritmik lainnya karena volatilitas pasar baru-baru ini.

Namun, konsensus pasar tentang bagaimana Terra mampu mengatasi ini semakin buruk, narasi mengenai LUNA scam atau tidak pun semakin ramai bermunculan dan membuat investor semakin panik.

Luna Foundation Guard Terra telah mengumumkan bahwa mereka akan meminjamkan $750 juta Bitcoin kepada perusahaan yang dijual bebas untuk membantu melindungi UST, serta meminjamkan $750 juta UST untuk membeli Bitcoin dalam upaya stabilisasinya.

Terra pun sudah mengeluarkan dana sebesar $1,5 Juta dari cadangan Bitcoinnya dan akan mengeluarkan $1 Juta lagi. Sayangnya, $1 Juta tersebut masih belum didapatkan dan masih dicari oleh CEO Terraform Labs

Menurut data dari dashboard data studio yang dipublikasikan hampir semua dana cadangan Terra telah habis dari sebelumnya $4 Miliar jadi sekitar $146 Juta saat ini. 

Baca juga: LUNA dan UST Turun Lagi! CEO Cari Pinjaman Dana

Pada akhirnya nasib Terra akan sangat bergantung dengan bagaimana pendiri Terra, Do Kwon dan Luna Foundation Guard mengelola krisis ini yang akan menentukan bagaimana kinerja token dalam jangka panjang.

Baca juga: Ini Daftar Exchange Crypto yang Delisting LUNA

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency