Mau paham Blockchain?

Belajar Sekarang
TINGKATKAN PEMAHAMAN BLOCKCHAIN MU

Rekomendasi webinar dan materi edukasi teknologi blockchain terkini langsung dari para ahli.

Mau paham Blockchain?

Belajar Sekarang

Review Terra (LUNA), Pengganti Tether

Tether telah menggemparkan pasar dengan banyaknya kasus yang membuat investor khawatir terhadap kepemilikan Dolar Amerikanya.

Hal ini disebabkan oleh pernyataan mengenai tidak adanya cadangan uang fiat untuk mendasari penerbitan USDT, yang juga menarik perhatian regulator.

Akibat terancamnya kondisi Tether beberapa pekan lalu, banyak pihak yang mencari alternatif stablecoin dan salah satu yang menarik perhatian adalah Terra.

Artikel ini akan menjelaskan mengenai Terra dan mengapa keberadaannya dapat menggantikan Tether dan menjadi proyek blockchain yang layak untuk diperhatikan.

Apa Itu Blockchain Terra 

Terra merupakan sebuah proyek dengan blockchain sendiri dan memiliki stablecoin bernama UST dan koin bernama LUNA.

Ia memiliki lebih dari satu crypto dalam jaringannya akibat ingin menyelesaikan masalah manipulasi yang ada di stablecoin.

Blockchain ini didirikan untuk menjadi platform utama dalam sistem pembayaran dunia yang menggabungkan fiat serta crypto dengan mudah.

Tujuan utama blockchain ini adalah memberikan jaringan perpindahan dana yang cepat, efisien, transparan, namun tetap menjaga privasi. 

Nama Terra dan LUNA berasal dari bahasa latin yang berarti keseimbangan antara Dunia (Terra) dan langit (LUNA). 

Filosofi ini dibentuk untuk memastikan bahwa jaringan Blockchain Terra selalu aman dan seimbang. 

Ide ini dicetuskan oleh pendirinya yaitu Daniel Shin dan Do Kwon, yang bersatu untuk menciptakan perusahaan bernama TerraLabs. 

Mereka menciptakan Terra Blockchain di tahun 2018 dengan untuk mempercepat adopsi blockchain dalam sistem pembayaran secara umum. 

Kedua individu ini memiliki kemampuan baik di dunia teknologi, mengingat riwayatnya yang pernah berkontribusi di Apple dan Microsoft. 

Jaringan utama Terra resmi diluncurkan pada 2019, dan sejak saat itu, perubahan terus terjadi untuk menciptakan efisiensi lebih tinggi.

Blockchain Terra juga berdiri berkat adanya inovasi yang dilakukan oleh Tendermint, perusahaan yang bertanggung jawab dalam menciptakan Blockchain Cosmos. 

Secara keseluruhan Blockchain Terra didirikan untuk memberikan jaringan yang ramah lingkungan dan efisien untuk sistem pembayaran.

Walau fokus ke sistem pembayaran, blockchain ini bersifat terbuka atau open source, yang berarti developer dapat membangun proyek atau menerbitkan smart contracts baru dalam jaringannya. 

Cara Kerja Blockchain Terra 

Untuk mencapai tujuan tersebut, mekanisme yang digunakan blockchainnya adalah mekanisme Delegated Proof of Stake.

Jadi mekanisme ini mewajibkan validator untuk melakukan staking untuk dapat menjadi validator jaringan dan mendapatkan imbalan. 

Tapi melihat adanya sistem delegated, individu tidak harus melakukan staking sendiri dimana individu bisa melakukan staking namun mendelegasikan tugas validasi kepada pihak lain. 

Sehingga, nantinya terjadi bagi hasil dimana ada satu pihak yang memberikan modal staking dan satu pihak melakukan validasi dan imbalannya akan dibagi dua. 

Dengan menggunakan sistem Tendermint, Terra menjadi salah satu blockchain dengan kecepatan yang cukup tinggi, bahkan mengalahkan blockchain dengan sistem Proof of Stake lainnya.

Saat ini kecepatan Blockchain Terra berada pada 10.000 Transaksi per detik, maksudnya blockchainnya mampu memvalidasi 10.000 transaksi ang masuk setiap detiknya.

Kecepatan ini jauh lebih cepat dari Bitcoin dan Ethereum yang masih dalam angka puluhan transaksi per detik.

Mekanisme konsensus ini menjadi salah satu cara mencapai tujuan Terra untuk menjadi blockchain yang mudah dimengerti dan diadopsi.

Tapi walau ingin membangun persepsi yang simpel terhadap blockchainnya, Terra memiliki dua crypto dalam ekosistemnya yang cukup rumit.

Mekanisme Stablecoin Terra

Kerumitan ini muncul akibat adanya stablecoin dalam ekosistem Terra yang mekanisme penerbitannya terikat dengan koin LUNA.

Stablecoin Terra ini bernama UST atau US Dollar yang sistemnya itu beda sama USDTether, USDCoin, BUSD, AMPL, DAI, dan stablecoin lainnya. 

Umumnya, stablecoin yang ada di pasar crypto selalu menyesuaikan nilainya dengan fiat yang mendasarinya, contohnya Dolar Amerika.

Cara menyesuaikannya adalah melalui jaminan, jadi jumlah persediaan yang diterbitkan harus menyesuaikan jaminan yang dimiliki. 

Jaminan yang dimaksud adalah persediaan Dolar Amerika yang dimiliki oleh penerbit stablecoin tersebut yang jumlahnya harus sama.

Mekanisme UST atau USTerra memiliki perbedaan dengan sistem penerbitan stablecoin pada umumnya.

Sistem UST menggunakan sistem moneter elastis, dimana perubahan persediaannya bukan berdasarkan jaminan namun berdasarkan permintaan terhadap UST.

Walaupun begitu, nilai UST juga tetap disesuaikan dengan nilai Dolar Amerika sehingga tidak menyeleweng dari tujuan stablecoin.

Sistem penyesuaian nilai UST dan persediaannya ini melibatkan LUNA. Caranya adalah dengan mengurangi dan menambah persediaan LUNA melalui penerbitan dan burn atau penghapusan.

Nama mekanisme ini adalah Dual Token Mechanism. Jadi, setiap ada perubahan jumlah UST, jumlah LUNA juga akan berubah.

Syarat untuk menerbitkan UST adalah melakukan burn atau menghapus LUNA dari peredaran di pasar crypto sesuai rasio.

Sebaliknya, untuk mengurangi jumlah UST, Terra Blockchain harus menerbitkan LUNA sehingga jumlah persediaan keduanya terikat. Rasio untuk menerbitkan UST adalah nilai UST = nilai LUNA dalam Dolar Amerika.  

Tapi kondisi tersebut belum pernah terjadi karena Dolar Amerika atau UST ini bersifat inflasi, dimana jumlahnya akan terus bertambah dan tidak berkurang.

Akibat adanya mekanisme ini, UST menjadi salah satu stablecoin yang digunakan untuk menggantikan Tether.

Sebab, risiko manipulasi oleh penerbit menjadi semakin kecil, karena semua terjadi secara otomatis dari mekanisme yang sudah ditetapkan.

Koin LUNA

Selain menjadi penyeimbang UST, LUNA menjadi koin utama dalam ekosistem transaksi di Blockchain Terra.

LUNA memiliki persediaan terbatas di 971,86 Juta dan hingga saat ini yang beredar di pasar masih sekitar 50% dari seluruh persediaannya.

Namun walaupun masih banyak kesempatan membeli, kelangkaannya terus terjadi akibat adanya mekanisme burn pada Koin LUNA.

Dari sisi alokasi, investor awal dan tim developer Terra mendapatkan lebih dari 50% dari seluruh persediaan LUNA.

Kondisi ini membuat adanya risiko manipulasi harga yang cukup besar oleh pihak internal, sebab umumnya alokasi yang baik adalah yang lebih besar kepada pasar.

Namun, walau alokasi besar untuk tim dan investor awal, alokasi tersebut kemungkinan diarahkan untuk staking sehingga mendapat imbalan.

Terus kalo liat dari vesting period, para staker bisa menjual sekitar sebulan setelah melepas stakingnya. Sehingga, kemungkinan penjualan oleh investor awal semakin kecil.

Prediksi Koin LUNA

Kalau melihat dari harganya, saat ini LUNA sudah mengalami apresiasi hampir 11.000% sejak Januari 2021 hingga saat ini.

Kemungkinan besar untuk saat ini LUNA akan bergerak turun karena sedang mengalami koreksi kurang lebih satu pekan terakhir.

Grafik Harian LUNAUSD

Koreksi ini kemungkinan besar akan mencapai daerah $36.68 yang berada pada titik 61,8% Fibonacci Retracement.

Setelah koreksi ini jika bergerak naik, tujuan berikutnya kemungkinan besar berada pada $45.3 yang jika ditembus dapat membawanya kembali naik.

Tujuan berikutnya kemungkinan besar berada pada $88.17 yang berada pada titik Fiobnacci Extension 161,8%.

Apresiasi harga ini kemungkinan besar baru akan terjadi jika terdapat kabar terbaru mengenai adopsi LUNA.

Namun, melihat kondisi pasar yang sedang tidak stabil dan belum adanya kabar terbaru terkait LUNA, apresiasi menuju target tersebut terlihat membutuhkan waktu.

*Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

Top exchange
Indodax
0 Ulasan
Daftar
Pintu
16 Ulasan
Daftar
TRIV
22 Ulasan
Daftar
Lihat semua

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Panduan Terkait
Rekomendasi aplikasi beli bitcoin
TRIV

Triv merupakan aplikasi jual-beli bitcoin...

Berlisensi

22 Ulasan
Daftar
Indodax

Indodax.com adalah sebuah pasar online...

Berlisensi

0 Ulasan
Daftar
Pintu

Pintu adalah bursa kripto dengan...

Berlisensi

16 Ulasan
Daftar