Token Metaverse Tetap Melonjak saat Harga Saham Meta Ambles

Rossetti Syarief

5th February, 2022

Token metaverse telah membuat keuntungan yang stabil minggu ini, meskipun ada penurunan harga saham dari perusahaan induk Facebook, Meta Platforms, yang cukup signifikan.

Menurut laporan Meta, total pendapatan perusahaan memang cukup meningkat menjadi $33,67 miliar untuk Q4 2021, dibandingkan dengan $28 miliar pada tahun sebelumnya. 

Namun, laba bersihnya turun menjadi $10,28 miliar, yang menandakan penurunan $11,2 miliar dari tahun lalu.

Penurunan saham Meta ini juga menandakan kali pertama perusahaan membuat segmen dalam laporan pendapatannya untuk bisnis penelitian dan pengembangan virtual serta augmented reality, Reality Labs. Hal tersebut nyatanya melihat kerugian hingga $10 miliar, naik dari $6,6 miliar dari tahun 2020.

Perusahaan Meta sendiri terkenal setelah Facebook berdedikasi untuk bergabung dengan Metaverse dan mengubah namanya menjadi meta pada akhir 2021.

Perjuangannya bertepatan dengan perolehan persentase dua digit untuk pesaingnya yang terdesentralisasi dari The Sandbox dan Decentraland.

Baca Juga: Token Metaverse On Fire! Sederet Aset Tembus All Time High

Hal Yang Mendukung Harga Token Metaverse Melonjak

Decentraland, platform metaverse yang dibangun di atas Ethereum, telah melihat harga token asli ekosistem mereka yang bernama MANA alami peningkatan lebih dari 20% dalam tujuh hari terakhir, melonjak dari level terendah $2,19 ke support level baru-baru ini di harga $2,60.

Demikian pula, token SAND milik The Sandbox, salah satu pesaing metaverse utama Decentraland, telah melihat kenaikan tujuh harinya sebesar 17,5% dan sekarang melihat support level di sekitar $3,60.

Selain Meta, faktor lain yang mempengaruhi harga MANA dan SAND minggu ini adalah jika Decentraland merilis Manifesto 2022-nya, mengumumkan aplikasi seluler prototipe, peningkatan pengalaman bermainnya, utilitas token nonfungible (NFT) yang lebih besar, serta melakukan upgrade pada protokol.

Sementara tim The Sandbox mengumumkan kemitraan dengan UniX Gaming, organisasi otonom terdesentralisasi.

Di luar Meta, perusahaan teknologi besar lainnya, termasuk Apple dan Microsoft, juga memasuki sektor tersebut.

Bahkan raksasa hiburan sekelas Disney dikabarkan tengah bersiap untuk pindah ke Metaverse, dengan iklan lowongan kerjanya beberapa waktu yang lalu yang mencari seseorang untuk ‘membantu memimpin upaya Disney di ruang NFT.’.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.