Crypto 2021: Ragam Peristiwa Penting Crypto Tahun Ini

Anisa Giovanny

28th December, 2021

Tahun ini cryptocurrency telah melewati berbagai peristiwa menarik dari yang bisa mendorong harga crypto naik atau sebaliknya.

Sepanjang tahun ini penggemar crypto dihadapkan dengan investor-investor besar yang mulai menjelajah ke dunia crypto.

Nah, apa saja peristiwa penting yang terjadi di crypto 2021? Simak ulasannya berikut ini.

NFT Meledak Jadi Trend

NFT menjadi trend yang tidak dapat dibendung tahun ini, baik dair retail hingga institusi melirik NFT sebagai sebuh aset bernilai. NFT merupakan token digital yang mewakili sesuatu yang unik dan terkait dengan blockchain.

NFT memiliki nilai karena mampu membuktikan keaslian barang digital atau fisik. Ketenaran NFT tahun ini pun terlihat dari pencarian di Google, di mana NFT berhasil mengungguli kata kunci crypto.

Bukan hanya itu, beberapa NFT berhasil raih rekor menakjubkan. Sebut saja, Everydays by Beeple yang dijual dengan harga sekitar US$69 juta.

Institusi Masuk Crypto

Dengan lebih banyak perhatian yang didedikasikan untuk cryptocurrency, perusahaan menganggapnya lebih serius. Ada banyak perusahaan terlibat, yang paling menggemparkan adalah Tesla yang memasukkan Bitcoinke neracanya.

Keputusan Tesla ini pun sempat membuat harga Bitcoin terdorong naik. Tesla mengumumkan pada Februari bahwa mereka membeli Bitcoin senilai US$1,5 miliar, menyimpannya sebagai cadangan.

Tak lama setelah itu, Square juga membeli Bitcoin senilai US$170 juta sebagai cadangan.

Selain itu ada kabar dari Adidas dan Nike yang masuk ke metaverse, Adidas berkolaborasi dengan Bored Ape Yacht Club untuk proyek “Into The Metaverse” mereka, memungkinkan penggemar untuk membeli merchandise Adidas edisi terbatas sebagai NFT.

Nike juga telah membeli  RTFKT perusahaan yang membuat sepatu dan sepatu kets virtual.

El Salvador Sahkan Bitcoin Sebagai Alat Tukar

Selain institusi, pada September El Salvador membuat gebrakan yang membuat IMF sempat meradang. Sebab, salah satu negara yang terletak di benua Amerika itu melegalkan Bitcoin sebagai alat tukar yang sah.

Keputusan El Salvador ini dianggap sebagai keputusan yang sangat berani mengingat harga Bitcoin masih fluktuatif.  

Saat ini tercatat jumlah Bitcoin yang dimiliki El Salvador kurang lebih berjumlah 1.120 Bitcoin.

Sentimen Negatif China Terkait Crypto

Regulator China bertindak tegas terhadap cryptocurrency, negara adidaya tersebut mengeluarkan larangan menyeluruh pada semua transaksi dan penambangan crypto.

Sepuluh lembaga, termasuk bank sentral, keuangan, sekuritas dan regulator valuta asing, berjanji untuk bekerja sama untuk membasmi aktivitas cryptocurrency “ilegal” dan pertama kalinya regulator yang berbasis di Beijing telah bergabung untuk secara eksplisit melarang semua aktivitas terkait cryptocurrency.

Kabar ini sempat membuat harga Bitcoin turun, 6,6 persen dan berada di harga $41,937, penurunan ini pun diiikuti oleh altcoin.

Tapering Bank Sentral AS

Isu tapering AS menjadi momok yang cukup menakutkan bagi crypto, sebab beberapa kali isu ini mencuat harga Bitcoin mengelami penurunan. 

Terbaru di Desember ini Ketua The Fed, Jerome Powell sebut kenaikan angka inflasi di Amerika Serikat bukan permasalahan sementara. Karena itu, Powell mempertimbangkan untuk percepat tapering guna mengendalikan inflasi.

Tapering sendiri merujuk pada istilah perubahan kebijakan. Kebijakan yang diacu disini merupakan kebijakan moneter oleh bank sentral untuk mengubah inflasi atau jumlah uang yang beredar.

Bank sentral biasanya akan membeli aset sebesar $120 miliar per bulan. Namun karena kebijakan tersebut, dana akan dipotong sebesar $15 miliar.  

Sementara itu, angka inflasi telah naik 4,4% dalam satu tahun sejak September, sedangkan target inflasi The Fed hanya 2% per tahun.

Dengan kabar ini harga Bitcoin pun sempat alami penurunan 3,8%.  Tapering juga menjadi topik yang perlu diperhatikan tahun depan, sebab sedikit banyak mampu memengaruhi pergerakan crypto.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency