Prediksi Trend Blockchain 2022, Lebih Maju dari Sekarang!

Naufal Muhammad

30th December, 2021

Tahun 2022 adalah tahun dengan potensi yang sangat tinggi untuk inovasi di bidang teknologi dan ekonomi.

Sebab, pergeseran momentum dari masa pandemi ke masa transisi menjadikan teknologi dan ekonomi sebagai tumpuan utama.

Blockchain adalah salah satu inovasi, solusi, dan revolusi terkuat dalam dunia teknologi serta ekonomi.

Walau perkembangan blockchain masih terlihat rendah, menurut para ahli, Tahun 2022 akan terjadi peningkatan besar.

Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai lima potensi trend atau arah pengembangan blockchain di Tahun 2022.

1. Blockchain Ramah Lingkungan

Pertama adalah blockchain ramah lingkungan yang telah menjadi perbincangan sejak pertengahan Tahun 2021 ini.

Blockchain ramah lingkungan adalah blockchain yang menggunakan sumber daya energi yang hemat atau yang dapat diperbaharui.

Diskusi ini muncul di pertengahan 2021 setelah adanya pernyataan mengenai kekurangan blockchain crypto terutama Bitcoin.

Sanggahan dan diskusi ini berujung kepada adanya inisiatif untuk membangun blockchain dan crypto yang ramah lingkungan.

Fenomena perdebatan tentang penggunaan energi ini juga telah membuat banyaknya inovasi untuk membuat crypto yang lebih ramah lingkungan.

Untuk saat ini, Bitcoin dan crypto berbasis blockchain mekanisme proof of work memiliki konsumsi tinggi.

Permasalahan dari penggunaan energi tersebut adalah tergerusnya sumber daya alam dan adanya emisi berlebihan, yang menjadi kekhawatiran.

Sehingga, mulai muncul banyak alternatif seperti blockchain proof of stake yang lebih ramah lingkungan hingga muncul blockchain dengan mekanisme konsensus lain.

Blockchain tersebut masuk ke kategori blockchain 3.0. Kemungkinan di 2022 akan ada pengembangan di kategori ini atau bahkan muncul kategori blockchain 4.0 yang lebih ramah lingkungan.

2. Blockchain Internet of Things

Selanjutnya adalah Blockchain Internet of Things atau yang banyak analis bilang adalah trend baru di dunia crypto yaitu Machine Finance.

Machine Finance atau MachineFi menggabungkan antara Machine seperti smart devices dan seluruh hal terkait internet dengan keuangan yang terdesentralisasi atau blockchain dan crypto.

Tujuannya adalah untuk memanfaatkan internet dan blockchain untuk menciptakan integrasi kuat antara teknologi dan ekonomi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa blockchain dan seluruh hal terkait perangkat keras dan internet adalah kesinambungan yang kuat.

Mulai dari Web 3.0 hingga Big Data, blockchain dan crypto dapat menjadi platform yang kuat untuk menyimpan pergerakannya dan mendorong perkembangannya.

Pada Tahun 2022, kemungkinan besar akan semakin banyak developer yang melihat ke sisi ini untuk memanfaatkan lebih dalam sisi keamanan data dan automasi yang lebih tinggi.

Seluruh inovasi ini sudah terlihat di sektor umum, namun masih menggunakan server tersentralisasi yang membuat batasan terhadap potensinya.

Dengan blockchain dan crypto, potensi ini dapat terbuka sehingga memberikan manfaat kepada lebih banyak orang dari sisi penggunaan dan juga potensi pendapatan.

Walau belum akan matang di Tahun 2022, kemungkinan besar inovasi ini akan mulai terlihat awalnya melalui beberapa proyek crypto baru.

3. Blockchain Non-Fungible Token

Nampaknya blockchain untuk ekosistem sektor virtual juga akan berkembang dengan meningkatnya fenomena Metaverse dan Non Fungible Token atau NFT.

Hal ini disebabkan trend fenomena metaverse baru saja dimulai dan kemungkinan akan semakin membesar menuju Tahun 2022.

Semakin banyak perusahaan yang transisi dari tatap muka menuju pertemuan virtual dapat mendukung pertumbuhan fenomena ini.

Melihat kemudahan yang diberikan oleh metaverse dan NFT terkait perpindahan data kepemilikan dan pertemuan virtual, nampaknya trend ini masih bertahan.

Untuk saat ini masih sedikit blockchain yang fokus utamanya adalah untuk mengayomi NFT dan metaverse.

Mayoritas blockchain dengan proyek metaverse dan NFT masih menjadi platform untuk penciptaan aplikasi secara umum.

Melihat permintaan yang akan meningkat terhadap kebutuhan penyimpanan data jika metaverse dan NFT terus berkembang, kebutuhan akan satu blockchain khusus menjadi tinggi.

Oleh karena itu, kemungkinan besar di Tahun 2022 akan mulai muncul banyak blockchain yang mewadahi NFT dan metaverse, bukan hanya menerbitkan smart contracts di blockchain umum.

Selain itu, adopsi NFT juga saat ini sudah meluas, tidak hanya di dunia seni, namun di dunia perekonomian untuk menjaga keaslian suatu kepemilikan.

Sehingga blockchain khusus akan sangat dibutuhkan, dan seperti yang bisa dilihat sekarang, trend ini mulai meningkat dan bisa lanjut ke Tahun 2022.

4. Blockchain Sektor Riil

Berikutnya adalah blockchain untuk kegunaan sektor riil dimana saat ini langkah tersebut sudah dilakukan namun masih belum besar.

Untuk saat ini beberapa blockchain telah menjadi platform untuk perpindahan data terkait keuangan perusahaan dan juga rantai pasokan.

Selain itu, di Tahun 2021 ini, investor crypto juga melihat beberapa rumah sakit menggunakan blockchain untuk memindahkan data positif pasien Covid-19.

Banyak analis yang memprediksi di Tahun 2022, pengguna tersebut akan ditingkatkan.

Hal ini terlihat dengan semakin banyak rumah sakit dan perusahaan yang menggunakan blockchain untuk perihal vaksin.

Beberapa analis memprediksi bahwa blockchain akan digunakan untuk proses pembuatan vaksin dan juga untuk distribusi vaksin itu sendiri.

Tujuannya adalah untuk menghindari adanya penjualan vaksin secara tidak legal dan juga adanya penjualan vaksin palsu atau kosong.

Kasus tersebut telah terjadi di beberapa negara dan dengan adanya integrasi blockchain, kemungkinan masalah itu dapat berkurang.

Dengan lebih baiknya distribusi vaksin dan pendataannya melalui blockchain, permasalahan pemerataan vaksin dapat lebih mudah diselesaikan.

Selain untuk kegunaan rumah sakit, blockchain dapat digunakan untuk mendata kebutuhan barang pokok seperti hasil panen dan makanan.

Cepatnya transisi dari masa pandemi ke masa pemulihan, dapat menyebabkan kurangnya produksi dan meningkatnya konsumsi.

Hal tersebut menyebabkan adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan persediaan.

Blockchain dapat jadi solusi untuk pemerintah dan produsen mengembalikan keseimbangan tersebut.

Oleh karena itu kemungkinan besar penggunaan blockchain di Tahun 2022 dapat mulai mengarah ke sektor riil secara besar.

5. Blockchain Keuangan Publik Pemerintah

Adopsi terhadap blockchain dan crypto oleh negara seperti El Salvador di 2021 membuka jalan untuk adopsi lebih luas.

Dengan bukti tersebut, trend blockchain untuk keuangan publik dapat berkembang lebih di Tahun 2022.

Selain itu saat ini telah banyak negara yang juga mulai merencanakan peluncuran mata uang digital bank sentral atau CBDC.

Peluncuran ini kemungkinan akan marak terjadi di Tahun 2022, namun sayangnya kemungkinan masih akan menggunakan blockchain privat yang tidak sepenuhnya terbuka.

Tapi melihat adopsi blockchain Bitcoin oleh El Salvador, fenomena adopsi blockchain publik untuk negara masih bisa berkembang.

Apa yang telah terjadi di Tahun 2021 ini memungkinkan adanya proyek-proyek blockchain baru yang ingin fokus menjadi platform transaksi untuk suatu negara.

Sebab, permintaan masih terlihat stabil terutama oleh negara-negara berkembang atau negara-negara yang terkena sanksi oleh negara β€œberkuasa”.

Adopsi tersebut dilakukan untuk menjaga perekonomian dan daya beli suatu negara, sebab negara berkembang atau yang terkena sanksi umumnya memiliki keterbatasan.

Dengan blockchain dan crypto, batasan ini menjadi menipis karena crypto memberikan halangan untuk masuk yang cukup kecil.

Jadi ada kemungkinan di Tahun 2022 adopsi blockchain publik untuk negara-negara terutama negara berkembang, akan terus berlanjut.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.