Analisis · 6 min read

Harga Bitcoin 2023 Bakal Sentuh $32.000, Ini Analisanya!

Bitcoin Outlook 2023

Selama tahun 2022 ini market kripto mengalami fase bearish di mana Bitcoin sebagai kripto dengan valuasi terbesar telah mengalami penurunan -75% dari harga tertingginya. Dengan anjloknya Bitcoin, kripto lainnya juga mengalami penurunan yang lebih parah.

Bagaimanakah performa Bitcoin di tahun 2023? Berikut adalah analisa harga Bitcoin pada tahun 2023 berdasarkan berbagai aspek mulai dari makroekonomi, rainbowchart, dan biaya mining.

The FED Stop Kenaikan Suku Bunga

Pada 15 Desember 2022, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis point menjadi 4,50%, ini merupakan suku bunga tertinggi sejak tahun 2007.

Rencananya pada 2023, akan ada pertemuan FOMC pada 1 Februari dan 22 Maret 2023.

Proyeksi The Fed pada tahun 2023 akan ada kenaikan suku bunga dengan rentang 4,75% – 5,75% dan memungkinkan kenaikan suku bunga terjadi satu kali atau lebih.

Berdasarkan CME Watch Tools, yakni tools yang menghitung peluang kenaikan rentang suku bunga AS, menyatakan bahwa peluang sangat besar untuk kenaikan suku bunga sebesar 0,25% pada dua pertemuan FOMC mendatang dengan suku bunga menjadi 5,00%.

Baca juga: FOMC Meeting dan Pengaruhnya Pada Crypto

Setelah dua pertemuan FOMC ini, CME Watch Tools memprediksikan bahwa suku bunga akan tetap pada angka 5,00% atau dengan kata lain The FED akan menghentikan kenaikan suku bunga setelah menyentuh 5,00%.

bitcoin
Gambar: Peluang The FED tidak menaikkan suku bunga setelah 5,00% lebih tinggi

Hal tersebut berarti, The Fed kemungkinan besar tidak seagresif tahun 2022 dalam menaikkan suku bunga dan kuartal pertama tahun 2023 akan menjadi puncak suku bunga tertinggi.

Dengan berhentinya kenaikkan suku bunga, maka menjadi sentimen positif untuk market kripto, sebab aliran uang mulai berani menuju instrumen yang lebih volatil salah satunya, kripto. Jadi, kemungkinan ini bisa menyebabkan pasar kripto dan Bitcoin mengalami kenaikan.

Baca juga: Suku Bunga Acuan AS Tertinggi dalam 15 Tahun! Harga Kripto Turun

Data Historis Rainbowchart

Berdasarkan Bitcoin rainbowchart, harga Bitcoin saat ini menunjukan level terendah. Per 25 Desember 2022, Bitcoin ditutup pada kisaran harga $16.800 dimana menurut rainbowchart level harga ini berada di level terbawah indikator yakni pada rentang $13.583 – $18.011.

bitcoin
Gambar: Rainbowchart per 25 Desember 2022

Bitcoin bukan kali pertamanya mencapai level terendah pada indikator rainbowchart. Pada Agustus 2015, Bitcoin juga menyentuh level terbawah indikator dengan harga $225 dan setahun setelahnya pada 2016 harga Bitcoin mengalami kenaikan 2,3 kali lipat menjadi $753. Selain itu, pada Juni 2012, Bitcoin juga menyentuh level terendah pada indikator.

Kala itu harga Bitcoin masih $5,5 yang kemudian tahun berikutnya mengalami kenaikan 33 kali lipat ke harga $187. Jadi dari dua kejadian Bitcoin menyentuh level terendah pada rainbowchart, harga Bitcoin berhasil mengalami kenaikan di tahun berikutnya.

Namun perlu diperhatikan, rainbowchart memiliki model logaritmik, yang berarti model akan melandai seiring waktu. Hal ini berarti potensi return dari tahun ke tahun dalam bentuk persentase akan semakin kecil.

Bisa dilihat pada tahun 2012, Bitcoin naik 33 kali lipat dari level indikator terendah di tahun berikutnya. Pada tahun 2016 hanya 2,3 kali lipat.

Jadi jika tahun depan Bitcoin kembali mengulang seperti dua kejadian sebelumnya maka kemungkinan besar kenaikan tidak lebih dari dua kali lipat.

Dengan kata lain, jika Bitcoin pada hari ini diperdagangkan di kisaran harga $16 ribu, maka kemungkinan tahun depan maksimal diperdagangkan pada harga kisaran $32 ribu.

Baca juga: Rainbow Chart Tunjukkan Bitcoin di Level Terendah, Apa yang Perlu Diwaspadai?

Biaya Operasional Mining Lebih Mahal

Mining cost atau biaya operasional rata-rata harian yang dikeluarkan miners untuk menambang Bitcoin, kembali ke siklus bearish market pada tahun 2018.

Tepat di bulan Desember 2018, dilansir dari MacroMicro, mining cost Bitcoin itu lebih tinggi daripada harga Bitcoin saat itu.

Tercatat biaya operasional pada waktu itu adalah $4.075 sementara harga Bitcoin hanya $3.896. Ketika mining cost lebih tinggi dari harga Bitcoin, maka miners sedang mengalami kerugian.

bitcoin
Gambar: Mining cost pada kisaran Desember 2018

Ternyata dari data terbaru, per 24 Desember 2022, mining cost Bitcoin adalah $28.993 dimana harga Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $16.904 yang berarti keadaan saat ini sama dengan bearish market pada 2018 di mana mining cost lebih tinggi daripada harga Bitcoin.

Biasanya ketika mining cost lebih tinggi daripada harga Bitcoin, maka banyak miners akan keluar dari jaringan karena mengalami kerugian.

Dengan demikian, tingkat kesulitan penambangan Bitcoin semakin mudah yang berimbas pada mining cost yang juga akan semakin murah. Di saat inilah miners akan kembali dan harga Bitcoin juga akan terdorong naik.

Terlihat pada Desember 2018, tingkat kesulitan penambangan Bitcoin menurun dari 7,45 Terra Hash menjadi 5,10 Terra Hash yang kemudian kembali meningkat menjadi 6,38 Terra Hash ketika miners mencoba kembali ke jaringan Bitcoin.

Jika dilihat kembali pada tahun 2019, harga Bitcoin mengalami kenaikan +316% dari harga terendah 2018 ke harga tertinggi pada 2019. Di saat yang bersamaan, mining cost menjadi lebih rendah daripada harga Bitcoin.

Kembali lagi, jika pola ini terulang kembali, maka besar kemungkinan harga Bitcoin akan mengalami kenaikan pada tahun 2023.

Analisa Teknikal Bitcoin

Analisis teknikal ini menggunakan fibonacci retracement pada timeframe 1 hari. Garis trend berhasil menunjukan tren bearish dengan menyentuh 3 higher low pada tahun ini dan fibonacci menunjukan level-level resistance yang mesti ditembus Bitcoin di masa mendatang.

Berdasarkan fibonacci, terdapat level terbawah Bitcoin yakni pada $14 ribu dimana ada kemungkinan Bitcoin menyentuh harga tersebut.

bitcoin
Gambar: Grafik Bitcoin dengan Fibonacci retracement

Selain itu dari pergerakan pada bearish market 2018, selama periode Desember 2018 hingga Maret 2019 tidak ada pergerakan harga Bitcoin yang berarti atau sedang sideways. Maka kemungkinan mulai saat ini hingga Maret 2023 mendatang, Bitcoin akan mengalami sideways.

Kemudian memasuki kuartal kedua 2023, Bitcoin mulai menunjukan kenaikan dan menembus level harga $24 ribu pada pertengahan Mei 2023 dan mencapai puncak harga pada Juni 2023 di $32 ribu.

Analisis dan prediksi harga BTC 2023

Beberapa pakar dari institusi juga sudah memiliki prediksi masing-masing tentang harga Bitcoin tahun 2023 seperti Matthew Siegel dari VanEck yang memprediksikan Bitcoin akan menembus $30.000. Selain itu Standard Chartered memprediksikan Bitcoin bisa anjlok ke $5.000 pada 2023.

Baca juga: Analis dari Vaneck Prediksi Bitcoin $30.000 di Paruh Kedua 2023!

Ingin tahu outlook Bitcoin dan kripto secara menyeluruh di 2023? Daftarkan diri kamu di Crypto Investor Outlook 2023 sekarang!


Disclaimer: Artikel ini hanya sebagai pertimbangan dan bukan saran untuk investasi, selalu lakukan riset terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan dalam berinvestasi.

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun. Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya

author
Ary Palguna

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.