Ada Apa dengan FTX? Ini Kronologi dari Awal Hingga Akhir!

Coinvestasi

14th November, 2022

Sam Bankman Fried pernah jadi tokoh di industri kripto yang memiliki nama cemerlang, pada 2019, ketika usianya baru 27 tahun, SBF mendirikan FTX,  bursa derivatif aset kripto.

Dalam waktu kurang dari lima tahun ia dan tim sudah berhasil menaikan pamor dan volume perdagangan FTX dan membuat bursa tersebut menjadi pemain top di industri kripto, SBF pun berhasil meraih titel sebagai salah satu orang terkaya di industri ini.

Sayangnya kesuksesan tersebut terhenti karena saat ini FTX dan SBF tengah hadapi masalah dan jadi dua subjek paling sering dibicarakan di industri kripto.

Dari mana semua masalah ini berasal? Mengutip dari Reuters dan berbagai sumber, berikut perjalanan FTX dari didirikan hingga nyatakan kebangkrutan. 

2019 – Masa Awal 

Di periode ini FTX masih menjadi bursa baru yang belum terlalu terkenal. 

Mei – Mantan pedagang Wall Street Sam Bankman-Fried dan mantan karyawan Google Gary Wang mendirikan FTX, pemilik dan operator pertukaran mata uang kripto FTX.COM. FTX didirikan di Antigua dan Barbuda dan berkantor pusat di Bahama.

2020 – Masa Pengenalan

Tahun ini FTX mencoba melakukan akuisisi untuk memperluas dan memperkenalkan bursanya. 

Agustus – FTX akuisisi aplikasi pelacakan portofolio seluler bernama Blockfolio seharga $150 juta, angka tersebut dibayarkan secara tunai oleh FTX. Akuisisi ini dimaksudkan untuk menarik lebih banyak pelanggan ritel.

2021 – Masa Kejayaan 

Tahun ini bisa dibilang sebagai tahun puncak bagi FTX, bursa ini giat melakukan pemasaran dan kerja sama dengan nilai fantastis, FTX juga dapat pendanaan besar yang membuatnya menjadi salah satu bursa dengan nilai tertinggi di dunia. 

Maret –  FTX mencapai kesepakatan kontrak kerja sama hak atas nama FTX Arena 19 tahun, dengan nilai $135 Juta atau Rp1,9 Triliun. Dengan pembelian tersebut stadion Miami Heat akan berubah menjadi FTX Arena, dimana hak atas nama tersebut bertahan hingga 2040.

April –  TSM, sebuah organisasi video game kompetitif yang berbasis di Los Angeles, mengumumkan bahwa mereka mengubah namanya menjadi TSM FTX dan mendapatkan bayaran $210 juta selama 10 tahun dalam kerja sama dan perubahan nama ini.

Juli – Pertukaran FTX Sam Bankman-Fried telah mengumpulkan putaran pendanaan terbesar dalam sejarah kripto. Putaran Seri B senilai $ 900 juta mencakup lebih dari 60 investor, termasuk Paradigm, Ribbit Capital dan Sequoia, dengan pendanaan itu FTX memiliki valuasi $18 miliar. 

September – FTX melakukan kerja sama dengan tim Formula 1 Mercedes, kemitraan ini membuat logo FTX bisa ditampilkan secara mencolok di  mobil tim F1 Mercedes. 

Oktober – FTX Trading mengumpulkan modal baru dengan valuasi $25 miliar dari sekelompok investor modal ventura ternama, menjadikannya salah satu startup crypto paling kaya di dunia.

Pendanaan yang dipimpin oleh investor termasuk Dewan Rencana Pensiun Ontario Teachers, Temasek dan Tiger Global, merupakan kelanjutan dari putaran pendanaan Seri B. 

2022 – Awal Mula Kehancuran

Periode ini dianggap sebagai awal kehancuran FTX karena kesalahan Bankman-Fried setelah dia turun tangan untuk menyelamatkan perusahaan kripto lainnya  di tengah kondisi bear market dan kenaikan suku bunga.

Beberapa kesepakatan yang melibatkan perusahaan perdagangan Bankman-Fried, Alameda Research, menyebabkan serangkaian kerugian pada Mei dan Juni yang akhirnya menjadi kehancuran keduanya. 

27 Januari – FTX’s U.S. mengatakan memiliki valuasi senilai $8 miliar setelah mendapatkan $400 juta dalam putaran pendanaan pertamanya, pendanaan ini diikuti oleh Softbank dan Temasek. 

31 Januari – Dengan valuasi FTX U.S tersebut, valuasi FTX secara global telah meningkat menjadi $32 miliar, menjadikannya sebagai salah satu bursa kripto dengan valuasi tertinggi. 

4 Juni – FTX menandatangani kesepakatan sponsor senilai $135 juta yang dilaporkan untuk hak penamaan home court Miami Heat.

1 Juli – FTX US menandatangani kesepakatan pembelian  dengan pemberi pinjaman crypto BlockFi yang kala itu tengah bermasalah. Untuk membeli BlockFi,  FTX menggelontorkan dana hingga $240 juta. 

22 Juli – FTX menawarkan bailout sebagian kepada crypto lender Voyager Digital. Voyager menyebutnya “tawaran rendah”

19 Agustus – Regulator bank A.S. memerintahkan FTX untuk menghentikan klaim “palsu dan menyesatkan” yang dibuatnya tentang apakah dana di perusahaan tersebut diasuransikan oleh pemerintah.

25 Agustus – CEO Alameda Research, Sam Trabucco menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya, ia memilih menjadi penasihat perusahaan namun tidak berkontribusi secara masif lagi. Jabatan CEO Alameda Research dilanjutkan oleh Caroline Ellison.

27 September – Presiden FTX, Brett Harrison juga mengundurkan diri dan menjadi penasihat perusahaan.

17 Oktober – SBF diinvestigasi oleh Texas Regulator karena FTX menawarkan produk investasi kepada warga Texas yang mungkin melanggar aturan yang ada di Texas.

2022 – Masa Kehancuran 

Kronologi kehancuran FTX dari harga FTT

Kehancuran Alameda dan FTX mulai jadi kenyataan setelah Coindesk merilis laporan keuangan Alameda yang tidak normal. Di periode ini FTX dan Alameda alami krisis hebat yang mengguncang industri kripto dan akhirnya bangkrut. 

2 November  – Situs berita kripto CoinDesk melaporkan kebocoran balance sheet Alameda Research, perusahaan kripto penyedia likuiditas buatan SBF yang sangat bergantung pada token utilitas FTX, FTT.

Alameda tidak hanya memiliki banyak FTT di neraca, tetapi juga telah menggunakan FTT sebagai jaminan pinjaman. Eksekutif menyangkal hal ini dan  mengatakan itu melukiskan gambaran yang tidak lengkap yang tidak mencerminkan lindung nilai yang mengimbangi pertukaran yang ada.

6 November  – Saat spekulasi beredar, FTT senilai $584 juta ditransfer ke Binance sebagai bagian dari proses likuidasi. Zhao kemudian menegaskan ini adalah langkah yang disengaja. Hal tersebut memicu penarikan FTT besar-besaran.

Di tengah kisruh ini Caroline Ellison, CEO Alameda menuliskan di akun twitternya menawarkan untuk membeli kembali FTT dengan harga pasar yang berlaku saat itu. Dia juga men-tweet bahwa Alameda Research memiliki aset $10 miliar yang tidak dilaporkan dalam neraca yang bocor. 

7 NovemberHarga FTT terus turun pada malam 7 November, dan Alameda mulai menjual solana (SOL) untuk menjaga harga FTT di atas $22.

Harga FTT alami penurunan pada 7 November.

Sementara itu, Zhao menjual FTT untuk membeli BNB.  FTX hentikan penarikan aset, namun SBF menyatakan jika FTX baik-baik saja, aset-aset juga baik-baik saja, yang saat ini tweetnya sudah dihapus.

8 November –  FTT anjlok 72% dan pengguna FTX melakukan withdrawal secara massal. SBF meminta bantuan pada Changpeng Zhao, CEO Binance. CZ mengatakan akan mengakuisisi FTX namun perlu melakukan due diligence lebih dulu. 

10 November Binance batal akuisisi karena melihat masalah FTX terlalu besar untuk diatasi.  Regulator AS dilaporkan mulai menyelidiki FTX karena masalah likuiditas dan dugaan penyelewengan dana. 

10 November – Nasib buruk FTX menyebar ke seluruh industri kripto. Pesan internal SBF bocor dan diketahui ia sedang mencari pendanaan. 

10 November – Bankman-Fried mengumumkan bahwa Alameda Research akan menghentikan perdagangan pada hari Kamis sebagai upaya untuk menyelamatkan FTX.

“Saya mengacau, dan seharusnya melakukan lebih baik,” katanya di utas Twitter yang mengumumkan langkah tersebut. “

Di waktu ini SBF masih berusaha untuk mencari cara untuk meningkatkan likuiditas. 

10 November – FTX diambang kebangkrutan, bursa ini butuh sekitar $9,4 miliar dana Bankman-Fried dilaporkan dalam pembicaraan untuk mengumpulkan uang dari pertukaran saingan OKX dan penerbit stablecoin Tether.

Dia juga mencari suntikan dana dari investor FTX saat ini, termasuk Sequoia Capital. Dia berhasil mencapai kesepakatan dengan Justin Sun, pendiri jaringan blockchain Tron, untuk memungkinkan pemegang token terkait Tron menarik kepemilikan mereka dari FTX.

11 November – FTX ajukan kebangkrutan versi chapter 11. Perusahaan juga mengumumkan bahwa Bankman-Fried mengundurkan diri sebagai CEO.

FTX, Alameda Research, dan sekitar 130 perusahaan afiliasi memulai proses kebangkrutan “untuk meninjau dan monetisasi aset untuk kepentingan semua pemangku kepentingan global,” perusahaan mengumumkan di Twitter.

Jabatan CEO kini diduduki oleh J. Ray III, seorang pengacara yang membantu menjalankan Enron pasca kebangkrutan. Bankman-Fried akan tetap “membantu dalam peralihan yang teratur.”

Baca juga: Sam Bankman-Fried Minta Maaf FTX Bangkrut

*Artikel ini akan  diperbarui dari waktu ke waktu, mengikuti proses perkembangan kasus bursa kripto FTX. 


Artikel ini telah diolah dan dikurasi dari berbagai sumber, seperti Reuters, Blockworks, Protocol , dan Decrypt

Coinvestasi

Coinvestasi adalah platform Indonesia terkemuka untuk acara dan informasi terkait mata uang kripto, aset digital, dan teknologi blockchain.

Coinvestasi adalah platform Indonesia terkemuka untuk acara dan informasi terkait mata uang kripto, aset digital, dan teknologi blockchain.