Setelah Akuisisi JustSwap, SunSwap Raih Volume Transaksi Rp332,45 Juta

Naufal Muhammad

27th February, 2022

SUN telah menarik banyak perhatian setelah terjadinya redenominasi atau perubahan nilai dimana nilainya berubah dalam nilai satu banding lima.

Kondisi tersebut membuat banyak investor terkejut akibat harga tokennya turun lima kali lipat.

Tapi kemudian terdapat publikasi yang membuat investor sadar bahwa jumlah tokennya juga naik lima kali lipat.

Di akhir 2021, SUN kembali menarik perhatian pasar akibat telah akuisisi JustSwap, yaitu salah satu DeX terbesar di ekosistem Tron.

Sun.io Akuisisi JustSwap

Pada Oktober 2021, dikabarkan bahwa Sun.io telah resmi mengakuisisi JustSwap untuk menjalankan misi integrasi ekosistem Tron.

Walau keduanya adalah proyek ekosistem Blockchain Tron, kabar ini menjadi sentimen positif karena meningkatkan kualitas ekosistem DeFi Tron.

Hal ini disebabkan dengan akuisisi tersebut, bursa terdesentralisasi atau DeX terbesar dalam ekosistem Tron yaitu JustSwap jadi lebih berkualitas.

Dengan integrasi Sun.io, JustSwap juga berubah nama menjadi SunSwap dan menambah beberapa fitur sehingga tidak hanya untuk pertukaran crypto saja.

Hasil dari akuisisi ini nampaknya juga terus positif karena penggunaan SunSwap hingga Tahun 2022 masih terus meningkat.

Setelah akuisisi tersebut, SunSwap masih berhasil menjaga kedudukannya sebagai DeX terbesar pada ekosistem Tron.

Kedudukan tersebut didukung dengan beberapa data, salah satunya adalah volume transaksinya yang naik signifikan saat ini.

Volume transaksi SunSwap saat ini berada pada $332,45 dan volumenya ini terus naik dengan rata-rata 10% per hari.

Saat ini pengguna SunSwap telah mencapai 97,29 ribu yang membawanya lebih dekat dengan beberapa DeX besar seperti Pancakeswap dan Uniswap.

Peningkatan dalam kegunaan SunSwap naik setelah adanya pembaruan yaitu ke versi 2.0 yang merupakan bagian dari rencana sebelum akuisisi.

Fitur Baru dari SunSwap Versi 2.0

Pembaruan ini telah terjadi sejak 15 Desember 2021, namun sejak pembaruan tersebut, SunSwap terus melakukan beberapa penambahan fitur-fitur baru.

Fitur-fitur baru yang dimaksud adalah pertukaran crypto yang lebih lancar, farming atau liquidity mining, staking untuk crypto terutama stablecoin, dan governance.

Salah satu fitur yang paling baru adalah staking untuk stablecoin karena sebelumnya belum ada DeX dalam ekosistem Tron yang memiliki fitur tersebut.

Baca juga: Yuk! Mengenal Apa Itu Tron (TRX)

Kemudian fitur farming yang sudah dianggap umum juga terlihat merupakan sebuah hal yang baru dalam ekosistem Tron.

Sebab fitur farming atau penguncian dana untuk menyediakan likuiditas ini sebelumnya masih sangat terbatas, dan SunSwap memberi pilihan yang lebih luas.

Akibat fitur tersebut, saat ini jumlah crypto yang terkunci pada SunSwap sudah mencapai hampir $2 Miliar, hanya kurang dari tiga bulan setelah pembaruan.

Kenaikan jumlah dana yang dikunci ini juga terjadi akibat kenaikan persentase yang diberikan dalam imbalan untuk farming dan staking.

Tercatat bahwa terdapat kenaikan hingga 34% dalam imbalan, terutama untuk staking dan farming koin asli dari Tron yaitu TRX.

Beberapa fitur baru ini nampaknya masih belum memperlihatkan potensi maksimal dari SunSwap karena akan ada versi terbaru lagi.

Hal ini disebabkan dalam publikasi rencananya atau roadmapnya, SunSwap memiliki rencana untuk pengembangan hingga versi 2.5, kemungkinan di Tahun 2022.

Tapi walau belum menuju versi terbaiknya, saat ini SunSwap sudah memiliki fitur yang baru dengan nama yang masih jarang ada di DeX lain.

Nama fitur tersebut adalah Governance Mining, yang menjadi nilai jual utama untuk SunSwap dibandingkan beberapa DeX besar lain untuk saat ini.

Governance Mining

Fitur Governance Mining adalah sebuah proyek yang diluncurkan oleh Sun.io dengan cara mengunci dana pada liquidity pool atau kumpulan dana suatu crypto.

Governance Mining adalah sebuah fitur yang umumnya disebut sebagai staking atau farming dan digabung dengan sistem governance.

Pengguna dapat mengunci token pada ekosistem SunSwap seperti TRX dan SUN untuk berpartisipasi dalam penyediaan likuiditas dan governance atau pemungutan suara.

Nantinya dengan mengunci token crypto tersebut, pengguna akan mendapatkan imbalan dan dapat menentukan kemana dana itu digunakan dan dimana dana itu akan dikumpulkan.

Dana tersebut akan digunakan untuk likuiditas transaksi pada SunSwap sehingga volume transaksinya terus meningkat.

Selain itu dana tersebut juga akan digunakan untuk mengembangkan ekosistem Sun.io sehingga diberi nama mining.

Mining disini bukan menambang atau memvalidasi transaksi karena mining hanya berlaku untuk koin yang memiliki blockchain sendiri.

Kata mining dalam konteks ini adalah menyediakan dana agar bisa dikelola oleh perusahaan dan intinya menghasilkan keuntungan dan secara tidak langsung mendapatkan imbalan SUN.

Imbalan dalam sistem Governance Mining ini juga melibatkan dua token yaitu veSUN dan SUN. veSUN adalah token baru di ekosistem SunSwap yang gunanya fokus untuk governance.

Jadi di luar pemungutan suara untuk menentukan alokasi dana veSUN dapat digunakan untuk menyetujui atau menolak pembaruan dari SunSwap.

Tujuan akhirnya adalah untuk melibatkan investor secara maksimal dan menjaga desentralisasi dari SunSwap itu sendiri.

Hingga saat ini terdapat lebih dari $600 Juta dalam jumlah TVL atau dana yang terkunci pada fitur Governance Mining ini.

Jadi bisa diliat SunSwap masih terus berkembang karena dana yang terlibat di dalamnya masih relatif tinggi yang menandakan meningkatnya ketertarikan.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.