Iron Finance Luncurkan Token Baru, Hati-hati Investor!

Naufal Muhammad

9th July, 2021

Iron Finance (IRON) yang sempat mengalami kontroversi akibat banyak yang merasa tertipu dengan TITAN, terlihat memiliki rencana baru.

Saat ini Iron Finance dikabarkan akan menerbitkan token baru setelah mengalami “kehancuran” pada token sebelumnya pada bulan lalu.

Publikasi ini tersebar sejak dua hari yang lalu dan dikabarkan akan segera meluncur resmi pada 12 Juli 2021.

Iron Finance Luncurkan Token Baru

Dikabarkan bahwa peluncuran tersebut akan disandingkan dengan peluncuran bursa terdesentralisasi (DEX) resmi dari Iron Finance bernama IronSwap.

Setelah Bulan Juni lalu mengalami kegagalan akibat terjadinya penarikan dana secara besar, sekarang proyek ini terlihat mulai maju lagi.

Penarikan dana yang besar oleh mayoritas investor terjadi akibat adanya beberapa hal yang menduga bahwa  proyek tersebut telah mengalami Rug Pull atau penipuan.

Token yang dituduh mengalami Rug Pull tersebut adalah TITAN Token.

Saat itu, likuiditasnya terlihat hilang hanya dalam beberapa jam di Bulan Juni 2021 yang disebut sebagai kejadian “DeFi Bank Run”.

Sekarang Iron Finance akan meluncurkan token baru bernama ICE yang akan menggantikan Token TITAN yang dianggap penipuan sebelumnya.

ICE Token ini adalah token baru namun memiliki nama yang sama dengan beberapa token lain yang juga bernama ICE.

Token lain yang memiliki nama ICE adalah token Popsicle Finance dan juga satu proyek lain yang telah berdiri sejak 2015.

Namun walau masih banyak kekhawatiran ditambah dengan adanya kesamaan nama dengan proyek lain, pemilik proyek terlihat yakin dalam peluncuran ini.

Nantinya Token ICE akan memiliki persediaan terbatas di 10 Miliar token yang didistribusi kepada publik dalam waktu tiga tahun.

Selain itu, akan ada insentif untuk memberikan likuiditas berupa farming atau staking melalui beberapa stablecoins dan Ethereum pada IronSwap.

Nantinya 9,9 Miliar ICE akan dialokasikan sebagai insentif untuk penyedia likuiditas yang akan ada di beberapa platform terkait Iron Finance.

Penjelasan lebih rinci masih belum dipublikasi, namun dikabarkan bahwa penjelasannya akan diberikan dalam waktu dekat sebelum peluncuran.

Waspada Token Berisiko

Iron Finance saat ini memiliki reputasi yang cukup buruk akibat beberapa hal yang terjadi sebelumnya.

Pada Bulan Maret 2021 ia kehilangan sekitar Rp2,47 Miliar akibat menurut banyak pihak adalah hasil keteledoran tim.

Pada pertengahan Juni, Iron Finance mengalami kerugian besar akibat tekanan jual dadakan setelah TITAN dianggap sebagai token Rug Pull.

Iron Finance memiliki mekanisme jaringan yang bergerak dengan dua token.

Saat ini, IRON sendiri berperan sebagai stablecoins yang terikat pada Dolar Amerika (USD).

Sehingga ia membutuhkan satu token lain yang aman untuk digunakan untuk memenuhi fungsi lain di ekosistemnya, seperti insentif.

Nampaknya ICE akan menjadi token tersebut, tapi pasar masih terlihat khawatir akibat reputasi token sandingan lain sebelumnya seperti TITAN.

TITAN telah berhasil merugikan beberapa investor besar dimana salah satunya adalah Mark Cuban.

Kekhawatiran ini berlanjut akibat khawatir hal yang sama akan terjadi, mengingat Iron Finance yang belum stabil dari kejadian satu bulan yang lalu.

Banyak kekhawatiran juga muncul akibat proyek ICE masih belum diaudit yang juga membuat keresahan para investor untuk mencoba mendekatinya.

Jadi untuk investor yang ingin membeli Token ICE dari Iron Finance, sangat disarankan untuk berhati-hati dan meneliti proyeknya terlebih dahulu.

Selain itu sangat disarankan untuk tidak FOMO untuk mengejar keuntungan tinggi dan menunggu adanya audit serta kepastian dari Iron Finance.

Agar lebih aman, ada baiknya investor menunggu harganya stabil. Namun semua hanya bisa dilakukan untuk mencegah akibat tidak ada jaminan bahwa suatu proyek baru akan aman.

Selalu ingat untuk gunakan dana yang rela untuk hilang dan risiko akan selalu ditanggung oleh investor masing-masing.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.