Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Mining · 5 min read

Intel hari ini meluncurkan prosesor chip khusus penambang Bitcoin generasi kedua yang mereka sebut “Intel Blockscale ASIC”.
Chip ini memiliki hashrate 580 GH/s (gigahash per detik), namun hanya mengkonsumsi 26 J/TH (joule per terahash), yang membuatnya jauh lebih efisien.
Hashrate sendiri merupakan ukuran daya komputasi per detik yang digunakan saat menambang, sementara joule per terahash mengukur berapa banyak energi yang dikonsumsi untuk menghasilkan setiap terahash.
Prosesor chip buatan Intel hadir lebih ramah lingkungan untuk menanggulangi masalah ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) yang terus mengganggu industri.
Pendiri Ripple juga merasakan hal itu, oleh karenanya ia dan tim mulai mendukung kampanye mengakhiri penambangan Bitcoin sepenuhnya.
Ketakutan terkait energi bahkan memengaruhi pembuat kebijakan. Bulan lalu, Uni Eropa mengajukan larangan “de facto” pada penambangan Bitcoin sebagai bagian dari paket regulasi crypto.
“Untuk mendukung era komputasi baru ini, Intel memberikan solusi yang dapat menawarkan keseimbangan optimal antara throughput hashing dan efisiensi energi terlepas dari masalah lingkungan,” kata Wakil Presiden Balaji Kanigicherla dalam sebuah pers.
Chip baru itu dilaporkan akan memiliki kemampuan penginderaan suhu dan voltase on-chip.
Selain itu, karena sifat silikon yang digunakan, perusahaan mengklaim chip dapat dipasok dalam volume tanpa mengorbankan pasokan CPU dan GPU.
Menurut laporan Jack Dorsey selaku CEO Block, tahun lalu produksi dan pasokan silikon terlalu terkonsentrasi dan dibatasi, sebelum Intel mengambil alih prosesor.
Sementara itu, perusahaan Block dijadwalkan menjadi salah satu pelanggan pertama chip terbaru ini yang dijadwalkan pada kuartal ketiga tahun ini.
Baca Juga: CEO Konfirmasi Sistem Penambangan di Block, Hashrate Bitcoin Tembus ATH!
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.