Fokus ke Crypto, Jack Dorsey Resign dari Twitter!

Rossetti Syarief

1st December, 2021

Kabar mengejutkan datang dari platform media raksasa, Twitter. Jack Dorsey selaku CEO belum lama ini membuat pengumuman jika dirinya resmi mengundurkan diri dari jabatan. 

“Kini, Twitter sudah cukup stabil dan bisa berdiri tanpa kehadiran saya. Saya ingin mengeksplor hal baru dan mengurus perusahaan saya di bidang lainnya.” Ungkap Dorsey dalam sebuah koferensi.

Lebih lanjut, Dorsey mengungkap harapannya untuk bisa lebih fokus menata ulang Square, perusahaan pembayaran digital yang baru saja ia akuisisi, setelah resign.

Sebelumnya, mantan CEO Twitter tersebut pernah mengakui ketertarikannya dalam ranah crypto. Banyak orang yang kemudian membuat spekulasi bahwa Jack Dorsey sebenarnya ingin fokus pada aset crypto dan pengembangannya.

“Jika saya tidak di Square atau Twitter, saya akan menghabiskan waktu saya untuk Bitcoin,” kata Dorsey dalam Bitcoin 2021, sebuah konferensi besar pada Juni lalu.

Pernyataan pendukung datang dari Tom Lee, kepala penelitian di Fundstrat Global Advisors

“Tidak ada cukup modal yang benar-benar bisa dialokasikan untuk inovasi crypto, jadi dibutuhkan orang-orang seperti Jack Dorsey untuk menata dan merancang perencanaanya.”

Spekulasi pun menguat.

CTO Twitter akan Gantikan Posisi Jack Dorsey 

Setelah CEO Twitter mengundurkan diri, Parag Agrawal, selaku CTO dari Twitter yang akan mengambil alih jabatan. Pernyataan itu secara resmi Twitter umumkan pada hari senin di akhir minggu November.

Meski begitu, Dorsey akan tetap menjadi CEO sampai masa jabatannya berakhir di 2022. Sementara Presiden Salesforce dan COO Bret Taylor akan menjadi ketua dewan, menggantikan Patrick Pichette, mantan eksekutif Google, yang akan menjadi ketua komite audit.

Setelah masa jabatannya dimulai, Agrawal harus dapat mengimbangi target dan misi Twitter yang agresif. 

Sejumlah perwakilan tim telah memberi pernyataan sejak awal tahun ini, jika perusahaan telah menetapkan target tinggi dengan 315 juta pengguna aktif harian, yang nantinya dapat dimonetisasi pada akhir 2023.

Sementara itu, Agrawal sendiri menjabat sebagai CTO sejak 2017, ia sebelumnya bertanggung jawab atas strategi yang melibatkan IA serta urusan teknisi.

Pada saat penulisan, saham Twitter ditutup dengan penurunan 2,74%.

Square Umumkan Pergantian Nama

Square resmi mengumumkan perusahaan akan ganti nama menjadi Block. Keputusan ini diambil sang CEO karena minatnya pada cryptocurrency serta teknologi blockchain yang semakin besar.

Meski begitu, Dorsey menegaskan jika penggantian nama yang baru ini, tetap memiliki visi misi yang sama dengan Square.

Dalam pengumuman tersebut, Dorsey mengatakan nama baru itu akan mulai aktif dipakai pada 10 Desember. Perusahaan berharap perubahan ini dapat mendorong pertumbuhan crypto yang lebih lanjut.

“Block memang nama baru, tapi tujuan pemberdayaan ekonomi kita tetap sama. Tidak peduli bagaimana kami tumbuh atau berubah, kami akan terus membangun alat untuk membantu meningkatkan akses ke ekonomi,” katanya.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik