Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Cardano Dominasi Staking, Tiga Crypto Besar Tertinggal

Naufal Muhammad     Tuesday, April 20 2021

Cardano (ADA) masih terlihat kuat bertahan di peringkat pertama dalam jumlah kapitalisasi staking di pasar crypto.

Crypto ini berhasil mengalahkan Polkadot, Solana, dan Ethereum dalam staking yang menandakan stabilitas harga dalam jangka panjang.

Cardano Dominasi Kapitalisasi Staking

Menurut data dari StakingRewards, Cardano saat ini berada peringkat teratas dalam jumlah staking dalam jaringannya senilai $26,4 Miliar atau Rp382,6 Triliun.

Nilai menandakan stabilitas harga ADA akibat 73% dari keseluruhan ADA terkunci dalam fitur staking, yang berpotensi menyebabkan kelangkaan.

Diprediksi oleh StakingRewards bahwa saat ini seluruh pemilik ADA yang melakukan staking memiliki keuntungan sebesar 7,22% per tahun.

Dominasi dari ADA berhasil mengalahkan Polkadot (DOT) yang berada di peringkat kedua dengan nilai $22,7 Miliar atau Rp328,9 Triliun.

Saat ini DOT yang terkunci dalam fitur staking adalah sekitar 64% dari keseluruhan DOT yang ada dengan keuntungan sekitar 13% per tahun.

Baca juga: Hasil Survei: Warga Amerika Lebih Yakin Pada Cardano Dibanding Bitcoin

Cardano dan Polkadot saat ini mencerminkan 7,9% dari keseluruhan aset crypto yang terkunci dalam fitur staking.

Walau ADA dan DOT telah berhasil mendominasi kapitalisasi pasar staking, terdapat satu crypto yang berhasil naik dan mengejutkan investor.

Crypto tersebut adalah Solana (SOL) yang mengalahkan Ethereum 2.0 untuk mencapai peringkat ketiga dengan total $9,4 Miliar atau Rp136,2 Triliun.

Staking pada Solana memiliki sistem yang berbeda akibat membutuhkan waktu untuk terkunci dan terhitung di luar jumlahnya yang beredar.

Hal itu membuktikan mengapa kapitalisasi stakingnya melebihi kapitalisasi pasarnya. Saat ini staking Solana memiliki keuntungan senilai 11% per tahun.

Peringkat Kapitalisasi Staking Mulai Berubah

Sebelumnya kapitalisasi staking didominasi oleh Tezos (XTZ) namun turun menjadi peringkat 11 dengan $3,5 Miliar atau Rp50,72 Triliun.

Para pemilik Tezos saat ini memiliki keuntungan sebesar 5,5% per tahun jika menggunakannya untuk staking.

Dalam keseluruhan kapitalisasi pasar, saat ini XTZ jatuh dari peringkat 10 besar menjadi peringkat ke 35, menurut data dari Coingecko.

Ethereum 2.0 (ETH2) saat ini berada di peringkat keempat dalam kapitalisasi staking dengan nilai keseluruhan sebesar $8,2 Miliar atau Rp118,8 Triliun.

Menurut data dari ETH 2.0 launchpad, terdapat sekitar 3,9 Juta ETH yang terkunci dalam kontrak deposit di Beacon Chain.

Baca juga: Mau Staking Ethereum? Perhatikan dulu 5 Hal Ini

Namun, hanya 3,4% dari keseluruhan Ethereum yang terkunci untuk staking saat ini, yang menyatakan kapitalisasi staking ETH2 masih dapat tumbuh.

Saat ini pemilik ETH akan mendapatkan keuntungan 7% per tahun dari staking dan diprediksi akan naik akibat Ethereum Virtual Machine (EVM).

Peneliti ETH2, Justin Drake, memprediksi bahwa ke depannya imbalan hasil untuk staking dapat naik hingga 25% per tahun.

Saat ini kapitalisasi staking 10 besar diduduki oleh beberapa crypto lainnya yaitu Avalanche, Algorand, USDC, Terra, Binance Smart Chain, dan Tron.