Bull Run Ethereum Lampaui Bitcoin 2022

Rossetti Syarief

9th November, 2021

Ethereum alami bull run dan naik 57% sejak awal Oktober, sementara Bitcoin membengkak sekitar 50%.

Kemarin, Ethereum mencapai harga tertingginya sepanjang masa secara singkat melewati $4.700 pada 8 November 2021. Dan tepat hari ini, Bitcoin menyusul rekor tersebut.

Mengapa Tren Bull Run Terus Terjadi?

Kejayaan baru kembali terlihat oleh jaringan Ethereum. Hal ini meliputi keuntungan besar lebih 800% dari tahun ke tahun, yang sebelumnya $567 pada November 2020, kemudian meroket menjadi $4.757 pada hari Senin kemarin.

Namun, keuntungan Bitcoin selama periode yang sama juga tidak kalah memukau. Dari yang sebelumnya diperdagangkan di harga $18.000, berhasil meroket menjadi hampir 1 miliar hari ini.

Analis Kyle Rodda, mengatakan inflasi dan penurunan produksi telah menarik perhatian trader untuk membeli aset emas dan cryptocurrency karena mereka tidak membayar kupon.

Rodda menambahkan, bahwa meningkatnya minat di antara lembaga keuangan dan kurangnya penegakan oleh regulator juga telah berkontribusi pada tren bullish dalam cryptocurrency akhir-akhir ini.

Sampai saat ini, Bitcoin masih menjadi mata uang digital terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Namun, banyak analis yang percaya jika kemajuan pesat dari ETH sebenarnya memiliki kesempatan untuk melampaui mata uang kripto raksasa tersebut.

Pada Minggu malam, kapitalisasi pasar Ethereum mencapai $554,5 miliar. Ya, masih sekitar setengah dari $1,226 triliun milik Bitcoin. 

Tetapi, jika dilihat dari tren dan teknologi, tampaknya dalam jangka panjang ETH akan meroket setelah naik 31% selama sebulan terakhir dan 535% selama tahun ini.

Saat beradaptasi dengan situasi baru yang lebih cepat daripada yang lain, Ethereum telah memulai tren baru di dunia kripto, dengan DeFi atau keuangan terdesentralisasi yang jaringan miliki. 

Ini adalah jenis keuangan berbasis blockchain yang melewati perantara keuangan pusat yang digunakan dalam perbankan atau regulasi.

Alasan lain untuk kenaikan Ethereum yang terus-menerus adalah karena token non-fungible (NFT) yang menyimpan catatan kepemilikan untuk barang-barang seperti seni online. 

NFT di jaringan Ethereum telah menyaksikan lonjakan aktivitas dengan penjualan token dengan rekor $69 juta di Christie’s Maret ini.

Akankah Ethereum Menggantikan Bitcoin pada 2022?

Tidak ada yang pasti di dunia ini, termasuk ruang cryptocurrency yang menyuguhkan banyak fenomena tak terduga sepanjang tahun ini.

Meski begitu, Ethereum sepertinya tetap baik-baik saja. Mungkin cukup untuk mendefinisikan realitas baru di pasar crypto.

Ethereum meluncurkan peningkatan gradasi bulan lalu yang disebut Altair. Pada tahun depan, Ethereum dikabarkan untuk sepenuhnya beralih ke model Proof of Stake (PoS), sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dari mekanisme Proof of Work (PoW) yang ada.

Cryptocurrency terbesar kedua tersebut bermaksud untuk bergabung dengan Beacon Chain, blockchain PoS baru yang akan mendukung sistem Ethereum 2.0 yang baru.

Karena inovasi positif tersebut, membuat banyak pakar crypto memperkirakan masa depan paling cerah aset cryptocurrency ada pada Ethereum

Rahul Rai, manajer dana lindung nilai kripto, mungkin terdengar lebih ambisius dan agresif karena meyakini ETH bisa menyalip BTC sebagai mata uang kripto teratas sekitar pertengahan tahun depan.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik