Akibat Investor Baru, Tekanan Jual Bitcoin Naik

Naufal Muhammad

18th May, 2021

Kepanikan nampaknya menjadi alasan utama mengapa Bitcoin mengalami koreksi yang cukup dalam pada beberapa hari terakhir, terutama kemarin.

Menurut data Glassnode, mayoritas tekanan jual disebabkan oleh investor baru yang mengalami kepanikan koreksi yang membuat koreksi lebih dalam.

Tekanan Jual Akibat FUD

Menurut data dari Glassnode, saat investor baru mengalami kepanikan, mayoritas investor lama terlihat kuat dan tidak terpengaruh oleh FUD yang beredar.

FUD yang dimaksud adalah kekhawatiran yang bertebaran akibat Elon Musk, yang secara tiba-tiba menjadi pusat perhatian untuk Bitcoin.

Walau sebelumnya perhatian datang akibat pembelian Tesla terhadap Bitcoin, mayoritas investor baru nampaknya percaya Elon Musk berpengaruh besar di pasar.

Bukti nyatanya adalah tekanan jual menurut Glassnode yang terjadi oleh investor baru setelah Elon Musk membuat cuitan di Twitter.

Cuitan tersebut adalah pernyataannya mengenai Tesla yang dikabarkan akan menghentikan penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar.

Akibat cuitan tersebut dalam beberapa hari Bitcoin mengalami koreksi yang membawanya untuk turun berada di sekitar $42.000 atau Rp600,6 Juta.

Data adjusted Spent Output Profit Ratio (aSOPR) dari Glassnode, menunjukkan bahwa tekanan jual terjadi oleh investor baru.

Rasio tersebut menunjukkan apakah Bitcoin berada dalam keuntungan atau kerugian setelah transaksi terakhir pada Blockchain.

Data menunjukkan bahwa rasio tersebut berada di bawah 1.0 saat terjadi koreksi yang menandakan kerugian telah terjadi.

Investor Baru Penyebab Koreksi

Saat angka berada di atas 1.0 berarti Bitcoin berada dalam keuntungan atau apresiasi.

Saat di bawah berarti kerugian atau koreksi menandakan tekanan jual.

Selain itu data menunjukkan bahwa tekanan jual tersebut terjadi oleh alamat dompet baru, baru ada 155 hari terakhir atau lebih singkat.

Melihat jangka waktu tersebut, mayoritas pemilik dompet dapat digolongkan investor yang membeli Bitcoin di Tahun 2021, atau investor baru.

Jumlah dompet yang memiliki Bitcoin turun sekitar 2,8% dari 38,7 Juta akibat tekanan jual dari sekitar 1 Juta pemilik Bitcoin.

Glassnode menyatakan, bahwa sekitar 1,1 Juta dompet telah menjual seluruh kepemilikannya saat terjadi koreksi, menjadi bukti bahwa tekanan jual sedang terjadi.

Glassnode juga menyatakan bahwa kondisi yang terjadi hampir mirip dengan situasi di 2017 untuk Bitcoin, walau kondisi saat ini berbeda akibat adanya investor institusional.

Umumnya, pasar crypto menemukan titik tertinggi saat semakin banyak investor baru memiliki porsi yang semakin besar dalam persediaan Bitcoin.

Jumlah Bitcoin Investor Jangka Pendek atau Baru, Sumber: Glassnode

Jumlah Bitcoin investor jangka waktu pendek atau investor baru telah naik mencapai 28% atau sekitar 5,3 Juta Bitcoin.

Glassnode menunjukkan bahwa saat ini merupakan koreksi terdalam sejak apresiasi terjadi di 2021, akibat telah mencapai sekitar 28%.

Namun koreksi ini bukan menjadi pertanda bahwa pasar akan terus turun, akibat koreksi dirasa akan terus ada di pasar untuk menjaga apresiasi agar pergerakan aset terus sehat.

Sehingga, perlu diingat kembali bahwa koreksi yang sedang terjadi itu wajar dan memang perlu untuk terjadi agar apresiasi terjaga tetap wajar.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.