Coinvestasi (Banner Ads - Promo Coupon)
Linkedin Share
twitter Share

Bitcoin · 5 min read

Mengenal Runes, Protokol Baru di Jaringan Bitcoin

BTC RUNES

Runes adalah protokol standard token untuk menerbitkan fungible token yang dapat dipertukarkan di jaringan Bitcoin. Protokol ini memberikan pengguna cara yang lebih efisien untuk membuat token yang dapat dipertukarkan. Protokol ini diluncurkan pada blok Bitcoin ke-840.000 atau bertepatan dengan halving Bitcoin keempat.

Artikel ini membahas secara detail tentang pengertian, cara kerja, hingga manfaat Runes bagi jaringan Bitcoin.

Apa itu Runes?

Runes adalah standard token baru untuk menerbitkan token yang dapat dipertukarkan di jaringan Bitcoin. Protokol Runes bertujuan memberikan pengguna cara yang lebih efisien untuk membuat token yang dapat dipertukarkan.

Dikembangkan oleh Casey Rodarmor, otak di balik Ordinal, Protokol Runes adalah alternatif yang disederhanakan dan efisien dari standard token BRC-20 sebelumnya.

Runes memanfaatkan model Unspent Transaction Output (UTXO) yang sudah ada pada Bitcoin. Pendekatan berbasis UTXO ini memungkinkan Runes untuk membuat token yang dapat dipertukarkan dengan jejak yang jauh lebih kecil di blockchain.

Gambar: Ilustrasi UTXO Bitcoin. Sumber: ResearchGate.

Pada dasarnya, Runes berfungsi sebagai lapisan di atas Bitcoin, memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengelola berbagai jenis token yang dapat dipertukarkan secara langsung dalam ekosistem Bitcoin. Token-token ini dapat mewakili apa pun mulai dari poin loyalitas dan aset kripto komunitas hingga kepemilikan parsial atas aset dunia nyata (RWA).

Dengan menyederhanakan proses pembuatan token dan memastikan kompatibilitas dengan infrastruktur keamanan Bitcoin, Runes membuka kemungkinan menarik untuk memperluas utilitas dan jangkauan jaringan Bitcoin.

Cara Kerja Protokol Runes

Runes menggunakan protokol berbasis UTXO, di mana setiap transaksi dimulai dengan mengambil sebagian dari Bitcoin yang belum pernah digunakan dan menggunakan mereka untuk membuat transaksi baru. Metode ini memastikan bahwa setiap koin adalah unik dan tidak pernah diduplikasi, memberikan keyakinan bahwa Bitcoin yang pengguna miliki atau terima dalam transaksi adalah asli.

Dibandingkan dengan protokol lain yang mungkin mengandalkan data off-chain atau token khusus, Runes memanfaatkan fitur-fitur asli Bitcoin untuk penyimpanan data di chain. Hal ini memungkinkan untuk kurangnya UTXO “sampah” (junk UTXO), yang dapat memperlambat jaringan dan menyebabkan transaksi menjadi lebih lambat, lebih mahal, dan kurang dapat diandalkan.

Secara khusus, penyimpanan data on-chain Runes terletak pada bagian OP_RETURN dari sebuah transaksi. OP_RETURN ibaratnya sebuah “pulpen ajaib” yang memungkinkan pengguna meninggalkan tanda tanpa memindahkan Bitcoin sebenarnya.

Hal ini menjaga transaksi Bitcoin tetap rapi dan bersih karena tidak menambahkan pekerjaan ekstra bagi jaringan, yang dapat memengaruhi pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Baca juga: Runes Dominasi Transaksi di Blockchain Bitcoin

Etching dan Minting Runes di Bitcoin

Proses membuat Runes baru dikenal sebagai Etching. Pengguna yang ingin membuat Runes baru mesti menentukan nama, simbol, ID, jumlah pasokan, pembagian, dan parameter terkait dengan pembuatan dan distribusi Rune di output OP_RETURN.

Pembuat juga dapat menyertakan premine dalam proses pembuatan, di mana sejumlah Runes dialokasikan untuk pencipta sebelum tersedia untuk pengguna umum.

runes minting
Gambar: Proses etching dan minting Runes. Sumber: Luminex.

Setelah pembuatan, Runes dapat dicetak melalui mint terbuka atau tertutup (open dan close mint). Open mint memungkinkan siapa pun untuk mencetak Rune setelah pembuatan awal. Close mint hanya memungkinkan penciptaan token baru ketika kondisi yang telah ditentukan terpenuhi, seperti periode waktu tertentu, setelah itu proses pencetakan dihentikan dan membatasi pasokan token.

Protokol Runes tidak akan mengatur squatting simbol untuk menjaga protokol tetap sederhana. Simbol dapat memiliki panjang apa pun dengan menggunakan alfabet (A-Z).

Runes vs. BRC-20

Meskipun baik Runes maupun BRC-20 memungkinkan pembuatan token yang dapat dipertukarkan di Bitcoin, mereka mengambil pendekatan yang sangat berbeda. Inilah perbandingan keduanya,

  • Efisiensi blockchain: Runes memanfaatkan model UTXO Bitcoin yang ada, menjaga jejak datanya yang kecil. BRC-20, di sisi lain, didasarkan pada Teori Ordinal, yang membutuhkan prosedur kompleks. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan blockchain dengan data yang tidak perlu.
  • Kemudahan penggunaan: Runes memiliki sistem yang lebih sederhana yang terintegrasi dengan alat Bitcoin yang ada. BRC-20 bergantung pada Ordinals, konsep teknis yang lebih kompleks yang memerlukan pengetahuan tambahan.
  • Keamanan: Runes memiliki mekanisme bawaan untuk menghilangkan token yang dibuat dengan tidak perlu, mempromosikan lingkungan yang lebih bersih dan aman. Proses penerbitan BRC-20 dapat menyebabkan “data sampah” (junk UTXO) di blockchain.
KeteranganRunesBRC-20
ModelUTXO Ordinals
DesainSimpelKompleks
Jejak
On-Chain
SedikitBanyak
(disebabkan
junk UTXO)
Lightning
Kompatibel
YaTidak
Tabel Runes vs. BRC-20

Baca juga: Token BRC-20 Melonjak, Jaringan Bitcoin Macet

Manfaat Protokol Runes

Runes bertujuan untuk menyederhanakan pembuatan token yang dapat dipertukarkan di blockchain Bitcoin, bersama dengan tujuan lain seperti meminimalkan jejak di chain dan meningkatkan manajemen UTXO. Berikut adalah beberapa manfaat yang akan dibawa Runes bagi pengguna dan jaringan Bitcoin.

Kesederhanaan

Runes diharapkan menawarkan pengguna cara yang lebih sederhana untuk membuat token yang dapat dipertukarkan di jaringan Bitcoin, relatif terhadap alternatif lain seperti BRC-20. Dengan Runes, pengguna dapat membuat beberapa token dan mengelolanya dengan mudah di jaringan, tanpa perlu bergantung pada data off-chain, atau menghasilkan sejumlah besar junk UTXO.

Efisiensi Sumber Daya

BRC-20 dijelaskan sebagai cara yang mahal untuk membuat dan mengelola token di Bitcoin. Hal ini disebabkan mode operasinya yang menghasilkan banyak UTXO. Bitcoin saat ini berjuang melawan lonjakan UTXO yang tidak akan pernah digunakan. Hal ini menumpuk pada jaringan, menyebabkan masalah pada kinerja jaringan.

Runes menghindari ini dengan desainnya. Model OP-RETURN tidak menciptakan UTXO yang tidak dapat dihabiskan dan parameter penyimpanannya menggunakan sumber daya yang lebih sedikit. Opcode OP_RETURN hanya 80 byte dibandingkan dengan inskripsi BRC-20 dengan kapasitas memori hingga 4MB. Hal ini membuat penggunaan lebih irit dari sumber daya jaringan Bitcoin.

Peningkatan Pendapatan Miner

Setelah halving Bitcoin pada 20 April 2024, para miner menghasilkan 3,125 BTC. Dengan pengurangan pendapatan penambang ini, Runes secara potensial menawarkan penambang Bitcoin sumber pendapatan lain.

Ruang data di blok Bitcoin baru adalah terbatas, sehingga semakin banyak transaksi yang harus diproses penambang untuk jaringan, semakin tinggi biaya transaksi. Hal ini akan mengakibatkan peningkatan penghasilan miner dari biaya transaksi yang dibayarkan pengguna jaringan.

Baca juga: Runes Dorong Biaya Transaksi Bitcoin Meningkat

Peningkatan Basis Pengguna

Utilitas utama dari Runes menurut Rodarmor adalah fun dan memecoin. Memecoin adalah strategi pengembangan komunitas yang baru dan telah menarik minat dari komunitas kripto dan investor. Ordinals dan BRC-20 telah memungkinkan pembuatan token yang dapat dipertukarkan dan digunakan sebagai memecoin serta menarik sejumlah besar pengguna baru ke jaringan Bitcoin.

Runes telah menarik perhatian komunitas memecoin, karena proyek-proyek memecoin mendominasi daftar proyek pra-peluncuran. Peningkatan basis pengguna dan peningkatan penggunaan jaringan juga akan memperluas sistem pendapatan jaringan dan memberikan insentif lebih banyak penambang untuk bergabung dengan jaringan.

Kesimpulan

Dengan Protokol Runes, jaringan Bitcoin mendapatkan mekanisme penerbitan token yang baru. Model yang dijelaskan untuk Runes sangat menarik karena memanfaatkan beberapa atribut lama dari jaringan (UTXO).

Hadirnya Runes memungkinkan jaringan Bitcoin melihat lebih banyak penggunaan dan adopsi. Walaupun belum pasti apa yang akan membuat Runes menarik bagi investor utama, namun bagi penggemar kripto, lebih banyak penggunaan untuk jaringan Bitcoin tampak tidak akan merugikan.

Baca juga: Developer Bitcoin Core Sebut Runes Sebagai Spam di Jaringan

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

Topik

author
Ary Palguna

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.