Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Apa itu Bitcoin ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Felita Setiawan     Tuesday, June 25 2019

Kemajuan teknologi membuat segala aspek kehidupan ikut berubah, salah satunya menyangkut urusan keuangan. Hal luar biasa yang hadir dari pesatnya teknologi adalah Bitcoin!

Pernah mendengar kata itu? Jika iya, maka ini saatnya Anda mengenal Bitcoin lebih lanjut

Buat Anda yang belum pernah mendengar Bitcoin, tenang artikel ini akan menjadi jembatan bagi Anda untuk mengetahui Bitcoin.

Jadi, sudah siap? saatnya kita kenalan dengan Bitcoin.

Panduan lengkap belajar Bitcoin ini akan mencakup apa itu BTC, mengapa ia berharga, bagaimana cara memilikinya, dan seluruh hal yang perlu Anda ketahui mengenai cryptocurrency paling terkenal ini.

Apa Itu Bitcoin?

Apa itu Bitcoin ? Bitcoin adalah mata uang digital, mata uang virtual atau aset kripto. Mudahnya, Bitcoin adalah uang yang tidak bisa kita sentuh secara langsung seperti Rupiah. Karena Bitcoin bekerja di sebuah jaringan yang menggunakan algoritma rumit.

Lalu, Bitcoin tidak nyata karena tidak bisa disentuh?

Eits, tenang meski Bitcoin tidak berbentuk seperti Rupiah dia tetap nyata dan ada kok. Hanya saja Bitcoin biasa digunakan untuk transaksi online di internet, mirip Gopay atau OVO. Wujudnya di dunia nyata tidak terlihat tetapi Bitcoin memiliki harga yang sangat tinggi di dunia nyata.

Wah, berapa ya harga Bitcoin jika dijadikan Rupiah?

Ternyata Bitcoin pernah menyentuh harga $20.000, kalau di rupiahkan maka lebih dari 2 Milyar! Ke depannya Bitcoin juga diprediksi akan memilki nilai yang makin tinggi.

Prediksi harga Bitcoin, bisa Anda temukan di sini

Nah, Bitcoin atau disingkat BTC juga bisa menjadi alat transaksi di internet yang memudahkan orang untuk mengirim atau menerima uang melalui internet, bahkan kepada seseorang yang tidak kita kenal atau tidak percayai.

Sebentar… sudah paham sampai sini? Kalau sudah mari kita lanjut.

Bitcoin meski virtual tetapi ia tetap bisa dikonversikan ke mata uang tradisional seperti dolar, rupiah, dan lainnya. Makanya ketika kita mendapatkan kiriman Bitcoin, kita bisa menukarnya menjadi rupiah dengan cara withdraw.

Intinya Bitcoin bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari jika kita mengubahnya menjadi mata uang umum seperti Rupiah.

Baca juga: Hal yang Bisa Dibeli dengan Bitcoin

Kapan Bitcoin Diperkenalkan ?

Baca Juga : Tentang Satoshi Nakamoto

Bitcoin diperkenalkan pada tahun 2009 dalam whitepaper atau sebuah dokumen yang diterbitkan oleh programmer dengan nama samran Satoshi Nakamoto.

Whitepaper Bahasa Indonesia dan Whitepaper Bahasa Inggris

Di dalam dokumen itu Bitcoin didefinisikan sebagai sistem pembayaran elektronik peer-to-peer.

Maksudnya, Bitcoin bekerja di sebuah jaringan canggih yang tidak bisa diatur pemerintah atau lembaga manapun untuk mengontrol distribusi dan penerbitan Bitcoin.

Jumlah Bitcoin juga sudah ditetapkan hanya 21 juta saja, tidak lebih dan tidak kurang. Sehingga, jumlahnya akan sangat langka dan makin mahal jika semua Bitcoin sudah berhasil dikeluarkan dan didistribusi.

Jadi, sudah siap untuk memiliki Bitcoin sebelum jumlahya makin terbatas?

Baca juga: Cara Mendapatkan Bitcoin dengan Cepat

Apa Perbedaan Bitcoin dengan Mata Uang Tradisional (Fiat)?

Apa Perbedaan Bitcoin dengan Mata Uang Tradisional Fiat

Ada beberapa hal mendasar yang membedakan mata uang kripto dengan mata uang tradisional atau fiat yang bisa juga diperjual-belikan secara digital. Ini dia perbedaannya.

1. Desentralisasi

Karakteristik yang paling penting adalah bahwa itu terdesentralisasi. Artinya Tidak ada perusahaan, lembaga hingga pemerintah yang mengendalikan jaringan Bitcoin.

2. Suplai Terbatas

Tidak seperti mata uang fiat yang bisa terus dikeluarkan oleh bank sentral negara, Bitcoin memiliki suplai total 21 juta yang sepenuhnya dikontrol oleh algoritma yang mendasarinya.

Jumlah ini pun tetap, tidak akan berkurang atau bertambah, jika 21 juta itu sudah didapatkan maka tidak ada lagi Bitcoin.

3. Pseudonimitas

Sistem Bitcoin yang tidak memiliki pengatur pusat membuat kita sebagai pengguna menjadi semi-anonim. Maksudnya, identitas asli kita tidak akan diketahui dan kita menggunakan identitas lain.

Jika kita ingin melakukan pengiriman atau transfer, sistem hanya mengecek apakah kita memiliki Bitcoin untuk dikirim dan tidak mengecek identitas kita. Sehingga transaksi yang terjadi di dalam sistem bersifat pseudonim.

4. Kekekalan

Transaksi Bitcoin dan aset kripto yang lain tidak dapat dibatalkan, tidak seperti transaksi fiat elektronik. Jadi, sebelum transaksi pastikan semuanya benar agar tiba di alamat yang tepat.

5. Dapat dibagi

Unit terkecil dari Bitcoin disebut satoshi. Ini adalah seperseratus juta BTC (0,00000001) – dengan harga Bitcoin hari ini, sekitar seperseratus sen. Ini bisa memungkinkan transaksi mikro yang tidak bisa dilakukan dengan uang elektronik tradisional.

Jadi jika dana Anda belum cukup untuk membeli 1 BTC, Anda bisa membeli 0.1, 0.001, 0.0001 BTC dan seterusnya yang bisa tetap digunakan untuk transaksi

Mengapa Menggunakan Bitcoin?

MengapaMenggunakanBitcoin

Bitcoin awalnya dibuat sebagai metode pembayaran alternatif yang didesentralisasi. Di beberapa bagian dunia, cryptocurrency ini masih merupakan cara yang lebih efisien dan lebih murah untuk mentransfer uang lintas batas, dan beberapa startup pengiriman uang memanfaatkan fitur ini.

Orang-orang merasa lebih nyaman memegang sebagian dari kekayaan mereka dalam Bitcoin yang disimpan dengan aman, di mana otoritas pusat tidak dapat memblokir akses atau memotongnya.

Baru-baru ini aset kripto termahal ini juga telah mengambil peran aset investasi, karena para pedagang, investor institusi, dan penabung kecil telah sadar akan potensi keuntungan dari kenaikan harganya. Bitcoin yang terus beredar semakin meningkatkan tingkat kegunaannya bagi para pengguna.

Hemat Biaya dan Waktu

Biaya transaksi dengan Bitcoin jauh lebih murah dibandingkan kartu kredit. Dengan menggunakan Bitcoin waktu untuk transaksi hanya membutuhkan 10 menit, sedangkan Kartu Kredit bisa mencapai 10 hari.

Kendali atas Kepemilikan dan Pengelolaan

Pentingnya Bitcoin juga karena Anda yang memegang kendali dan mengelola akun anda sendiri sesuai keinginan anda. Jadi Anda tidak perlu takut terjadinya kecurangan atau kesalahan teknis.

Selain itu Anda bisa menyimpan Bitcoin di dompet online/offline, yang bisa Anda bisa kelola sesuai keinginan. Untungnya lagi, tidak ada bunga setiap bulan dan tidak ada pemerintah/perusahaan yang ikut campur dengan Bitcoin yang Anda miliki.

Privasi

Anda tidak perlu memberikan informasi berlebihan. Yang berarti mencegah penipuan atau pencurian identitas. Seperti misalnya ada yang menggunakan identitas Anda untuk transaksi ilegal. Informasi yang anda perlu berikan hanya alamat dompet Bitcoin anda dan bukanlah identitas asli Anda.

Alamat anda sangat tidak mungkin untuk diretas/dilacak orang lain karena alamat Anda berupa huruf dan angka yang amat sangat panjang.

Apakah Bitcoin Legal?

Apakah Bitcoin Legal

Nah, pertanyaan yang sering ditanyakan. Apakah Bitcoin itu legal?

Jawabannya adalah LEGAL.

Per tanggal 2 Oktober 2018 berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto.

Cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum secara resmi dinyatakan sebagai Aset Kripto sudah terdaftar sebagai barang legal dan dapat diperdagangkan sebagai komoditas di Indonesia.

Baca juga : Aset kripto legal di Indonesia

Dari dokumen tersebut, Menteri Perdagangan Republik Indonesia melihat bahwa bahwa crypto asset telah berkembang luas di masyarakat dan merupakan komoditi yang layak dijadikan sebagai subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka.

Apakah Halal secara Hukum Islam?

ApakahHalalsecaraHukumIslam

Pada Januari 2017 lalu, Ketua Komisi Dakwah MUI juga menyatakan soal hukum bitcoin melalui media Liputan6. KH Cholil mengatakan hukum Bitcoin sebagai alat tukar adalah mubah (boleh).

Baca juga : Bitcoin Halal Digunakan Menurut Studi Hukum Syariah Islam

Teknologi blockchain yang mendasari mata uang kripto sangat selaras dengan tujuan syariah untuk mengurangi ketidakpastian yang berlebihan. Blockchain membuktikan kepemilikan kita atas aset kripto. Hal ini membuktikan bahwa kita benar-benar memiliki Bitcoin yang dikirim dalam suatu transaksi.

Memahami Nilai Bitcoin

Memahami Nilai Bitcoin

Apa yang Membuatnya Berharga?

Bitcoin mempunyai persediaan yang terbatas, tidak seperti mata uang biasa yang persediaannya tidak terbatas dan seringkali diproduksi. Hal tersebut membuat harga jual cryptocurrency pertama ini sangat mahal.

Bitcoin umumnya dipandang sebagai bentuk emas digital karena emas dan memiliki banyak karakteristik serupa, selain sama-sama memiliki keterbatasan suplai, keduanya sama-sama memiliki nilai yang diakui secara universal dan kerap mengalami kenaikan saat krisis ekonomi terjadi.

Baca juga : Apa yang Membuat Bitcoin Berharga.

bitcoin dan emas

Kenapa Harganya bisa Naik Turun?

Kenapa Harganya bisa Naik Turun

Pergerakan harga aset kripto ini disebabkan oleh beragam faktor seperti terdapat keterbatasan likuiditas dalam pasar cryptocurrency. Selain itu, perbedaan antara harga jual dan beli dalam pasar forex paling besar hanya sekitar beberapa sen, sedangkan dalam pasar cryptocurrency bisa mencapai beberapa dollar.

Hal ini menunjukkan pasar dengan volume kecil dapat dengan sendirinya bergerak secara cepat sehingga membuat harga cryptocurrency begitu fluktuatif.

Banyaknya pengguna baru yang akan memiliki ketertarikan pribadi yang besar dalam harga cryptocurrency yang sedang naik atau turun. Sehingga menambah sifat market yang disruptif dan membuatnya semakin mudah berubah.

Manipulasi harga marak terjadi di pasar yang baru, termasuk pasar aset kripto. Exchange atau bursa tempat di mana kegiatan jual beli Bitcoin diadakan mengontrol sebagian besar pergerakan cryptocurrency, sehingga membuat mereka memiliki keinginan untuk memperoleh keuntungan dengan secara tidak langsung memanipulasi harga crypto.

Faktor suplai dan permintaan yang berhubungan dengan elemen kelangkaan membuat harga meningkat dan salah satu faktor yang membuat harga aset kripto ini meningkat ke harga yang paling tinggi.

Suplai Bitcoin berada di angka 21 juta – yang mana relatif kecil dibandingkan dengan token yang lain – sementara jumlah peminatnya membludak beberapa tahun belakangan ini.

Bagaimana Cara Beli Bitcoin?

Bagaimana Cara Beli Bitcoin

Lalu bagaimana cara memiliki mata uang kripto? Bitcoin sebagai mata uang digital bisa didapatkan dengan berbagai cara, dengan cara membelinya dengan menggunakan uang fiat, menambang, dan bahkan Bitcoin juga bisa didapatkan secara gratis.

Membeli Bitcoin Melalui Exchange

Cara membeli Bitcoin sangatlah mudah. Anda hanya perlu mengunjungi exchange atau bursa tempat di mana Anda bisa mendapatkan Bitcoin dan mendapatkan untung darinya.

Pilih bursa yang sesuai dengan keinginan Anda dan buat akun di platform tersebut. Setelah akun berhasil dibuat dan diverifikasi, Anda sudah bisa membeli Bitcoin dan aset digital lainnya.

Baca juga: Daftar Buirsa Bitcoin Legal di Indonesia

Simak video di bawah ini untuk memahami cara beli cryptocurrency paling terkenal ini lebih lanjut!

Baca juga : Cara membeli Bitcoin

Baca juga : Komparasi Exchange Lokal

Berapa Jumlah Minimal Bitcoin Bisa Dibeli?

Anda bisa membeli aset kripto dengan menggunakan mata uang Rupiah dalam jumlah berapa saja tanpa nilai minimum. Jumlah Bitcoin yang Anda beli bergantung pada harga aset kripto saat waktu Anda membelinya.

Misalkan saja harganya sekarang Rp100 juta. Jika Anda memiliki uang 10 juta dan membeli dengan uang itu, kamu akan mendapatkan sejumlah 0,1 BTC.

Selain membelinya, Anda bisa juga mendapatkan bitcoin secara gratis!

Baca juga : cara mendapatkan Bitcoin gratis

Sudah mulai mengenal Bitcoin lebih dalam dan mengetahui keuntungan dari Bitcoin?

Sekarang kita akan lanjut untuk membahas proses mendapatkan Bitcoin yang dilakukan dengan cara mining atau ditambang.

Apa itu Bitcoin Mining?

Apa itu Bitcoin Mining

Bitcoin Mining adalah cara mendapatkan Bitcoin dengan cara menambangnya. Untuk memahami proses menambang, kita harus kembali lagi pada konsep dasar.

Teknologi di balik cryptocurrency adalah Blockchain, yang merupakan sebuah rantai blok berisi komponen kriptografi. Singkatnya, pengguna harus menyelesaikan sebuah soal matematika untuk mendapatkan Bitcoin sebagai reward.

Pada tahun 2009 saat awal terciptanya cryptocurrency pertama ini, setiap persoalan matematika yang diselesaikan, pengguna diberikan reward sebesar 50 BTC.

Karena terbatasnya suplai BTC, setiap 4 tahun akan terjadi fenomena halving day. Halving day adalah peristiwa pengurangan reward sebanyak setengahnya. Jadi pada tahun 2012, setiap persoalan matematika yang diselesaikan, pengguna hanya mendapatkan 25 BTC, tahun 2016 sebanyak 12.5 BTC, dan begitu seterusnya.

Proses pemecahan soal matematika inilah yang disebut sebagai Bitcoin mining. Jangan bayangkan soal matematika ini seperti persoalan matematika yang kita temui sehari-hari di pelajaran matematika.

Persoalan ini jauh lebih rumit dan membutuhkan algoritma khusus super komputer untuk memecahkannya. Oleh karena itu, untuk menambang Bitcoin diperlukan mesin komputer khusus seperti GPU atau ASIC yang harganya tidaklah murah.

Satu mesin GPU bisa dihargai sekitar 20-30 juta sesuai dengan kecepatan dan kemampuannya menambang Bitcoin. Penambang crytocurrency biasa disebut dengan miner.

Menambang tidaklah murah. Selain harus membeli mesin hardware untuk menambang, miner juga harus menyiapkan biaya listrik 24 jam dan pendingin mesin. Mesin mining harus berjalan 24 jam penuh setiap harinya untuk memberikan hasil yang maksimal.

Bitcoin vs Blockchain

Bitcoin vs Blockchain

Banyak orang-orang awam yang salah sangka memahami Bitcoin dan Blockchain.

Apa itu Blockchain? Apa Bitcoin dan Blockchain adalah hal yang sama?

Secara singkat, Blockchain adalah teknologi di balik cryptocurrency pertama ini. Sistem BTC adalah implementasi teknologi yang kita sebut teknologi Blockchain.

Blockchain adalah sebuah teknologi berbentuk buku digital (ledger) yang mencatat semua riwayat transaksi yang terjadi di dalam sebuah jaringan Bitcoin.

Catatan transaksi ini dienkripsi dalam sebuah kriptografi yang terdiri dari deretan 16 angka dan huruf dan kemudian ditambahkan dengan sendirinya ke dalam riwayat transaksi tersebut.

Blockchain digunakan sebagai sistem pencatatan transaksi aset kripto. Secara teknis, sistem Blockchain menggunakan blok sebagai daftar catatan dan riwayat, blok tersebut berisi data-data yang dibentuk ke dalam sebuah hash. Catatan transaksi dalam bentuk blockchain ini dapat diakses semua orang di dalam jaringan yang sama sehingga memberikan transparansi bagi semua yang menggunakan Blockchain.

Bitcoin dibangun di atas sistem blockchain, dan dapat dikatakan adalah aplikasi blockchain pertama yang dibangun sehingga membuat cryptocurrency pertama ini seringkali disebut sebagai Blockchain versi pertama atau Blockchain 1.0.

Baca juga : Apa itu Blockchain.


Itu dia penjelasan mengenai Bitcoin, dari artikel ini Anda diberikan informasi apa itu Bitcoin, bedanya dengan mata uang tradisional, cara mendapatkannya hingga keuntungan dari aset kripto paling mahal ini.

Poin Penting
  • 🔍 Apa itu Bitcoin ?

    Bitcoin adalah sebuah sistem mata uang cryptocurrency global. Baca selengkapnya di sini

  • 🤔 Siapa yang menemukan Bitcoin ?

    Bitcoin ditemukan oleh seorang/sekelompok programmer yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.

  • 💵 Apa Perbedaan BTC dengan Rupiah ?

    BTC tidak memiliki bentuk fisik, bersifat terdesentralisasi, dan suplainya terbatas.

  • 😱 Apakah BTC Scam ?

    Bitcoin sendiri bukan scam. Namun banyak orang yang memanfaatkan BTC untuk melakukan penipuan dan investasi bodong (scam)

  • ⚖️ Apakah Bitcoin Legal ?

    BTC dan aset kritpo legal diperdagangkan di Indonesia sebagai komoditi berjangka. Lebih lanjut baca Regulasi Aset Kripto: Bitcoin dan Crypto LEGAL di Indonesia!

  • 🕋 Bagaimana hukum mata uang digital dalam Islam ?

    Teknologi blockchain yang mendasari mata uang digital selaras dengan tujuan syariah

  • ❓ Apa itu blockchain ?

    Blockchain adalah sebuah teknologi berbentuk buku digital (ledger) yang mencatat semua riwayat transaksi yang terjadi di dalam sebuah jaringan Bitcoin.

  • 🤑 Kenapa semua orang terobsesi dengan bitcoin?

    Bitcoin dipandang sebagai bentuk emas digital karena emas dan memiliki banyak karakteristik serupa

Artikel Terkait

 Lihat Lebih