Coinvestasi (Banner Ads - Promo Coupon)
Linkedin Share
twitter Share

Ekonomi · 6 min read

Mengenal Bear Market dan Cara Menghadapinya

apa itu bear market

Harga Bitcoin sempat turun ke US$28.000 pada 2022, lebih dari setengah harga dari harga tertingginya di 2021 yang dihargai US$68.000.

Kontroversi Luna dan UST, stablecoin lain terkena sentimen negatif, dan hampir seluruh altcoin merah merona menyebabkan para trader rugi ribuan bahkan ratusan ribu dollar. Hal ini semakin membuat pasar crypto terpuruk.

Melihat hal ini maka sudah sah rasanya menyebut bahwa itu adalah bear market. Hal ini pun diamini oleh CEO Cardano, Charles Hoskinson.

Apa itu Bear Market dan bagaimana cara menghadapinya? Simak ulasannya berikut ini.

Mengenal Bear Market

Bear market adalah kondisi di mana nilai cryptocurrency telah turun setidaknya 20% dan terus turun.

Contohnya termasuk crash cryptocurrency yang terkenal pada bulan Desember 2017, ketika investor melihat Bitcoin turun dari $20.000 menjadi $3.200 selama beberapa hari.

Penurunan itu bisa dihitung dari harga tertinggi sebelumnya, tren ini juga bisa mempengaruhi pandangan investor dan melanggengkan pola penurunan lebih lanjut.

Harga top aset crypto di Bear Market
Harga top aset crypto di Bear Market (13/05). Sumber: Coinmarketcap

Istilah ‘bear’ diyakini berasal dari gaya bertarung beruang yang memulai dari posisi yang lebih tinggi, lalu menyerang dengan cakar ke bawah dan seluruh bobotnya akan mendorong  lawan ke bawah.

Di crypto, bear market umumnya dijadikan kesempatan membeli, tetapi tidak semua investor atau trader mampu melakukannya.

Sebab, risiko di crypto sangat tinggi dan tidak ada kepastian berapa lama penurunan akan berlangsung dan seberapa jauh harga akan turun.

Salah ambil langkah, maka uang yang ditaruh dalam crypto bisa hilang dalam sekejap, seperti kasus Terra Luna.

Di mana investor masuk saat harga LUNA sudah sangat di bawah, tetapi harga malah makin turun dan berakhir dengan delisting di berbagai bursa.

Karakteristik Bear Market

  • Penurunan harga selama periode waktu yang berkelanjutan
  • Penawaran lebih besar dari permintaan
  • Kurangnya kepercayaan investor di pasar
  • Tidak ada pembicaraan atau pembicaraan negatif tentang cryptocurrency di media arus utama serta media sosial
  • Ketidakpercayaan umum terhadap cryptocurrency di antara para ekonom, analis, dan keuangan tradisional

Penyebab Bear Market

Secara umum, hal-hal seperti perang, krisis politik, pandemi, dan ekonomi yang lambat dapat memicu dimulainya bear market. Intervensi pemerintah juga dapat menyebabkan siklus bear ini dimulai.

Namun, dalam kripto, jauh lebih sulit untuk memprediksi kapan siklus ini akan dimulai berdasarkan tren sebelumnya, karena crypto masih terbilang instrument yang baru. Karena itu secara khusus bear market di crypto umumnya terjadi karena hal-hal di bawah ini.

Volume Perdagangan yang Lebih Rendah

Tidak ada lagi yang melakukan transaksi, bisa mereka melakukan penjualan atau bahkan membeli namun hanya disimpan. Sehingga sirkulasi permintaan dan penawaran tidak berjalan semestinya.

Sentimen Negatif dari Keuangan Tradisional

Contohnya adalah ketika CEO JPMorgan Jamie Dimon menyebut Bitcoin sebagai penipuan pada tahun 2017, hanya beberapa bulan sebelum mencapai $20.000 per unit dan kemudian segera jatuh.

Saat ini sentimen negatif dari keuangan tradisional yang sangat berdampak pada kripto adalah permasalahan inflasi dan suku bunga.

Death Cross

 Indikator teknis yang berkaitan dengan persilangan aset dari rata-rata pergerakan 50 hari ke rata-rata pergerakan 200 hari.

Intervensi dari Regulator

Contohnya adalah pembatasan pemerintah China mengenai perangkat lunak dan penambangan kripto. Intervensi semacam itu memaksa banyak operasi penambangan menjadi offline, menyebabkan ketidakpastian yang meluas.

Whale yang Menjual Seluruh Aset di Satu Waktu

Whale adalah investor yang memiliki kepemilikan crypto sangat besar, pergerakannya bisa mempengaruhi harga aset crypto.

Jika para whale menjual aset mereka secara tiba-tiba dalam jumlah yang sangat banyak, maka market aka terpengaruh dan bisa menjadi pertanda bahwa bear market akan datang.

Karena itu penting untuk memperhatikan pergerakan whale untuk menentukan langkah selanjutnya.

Selain  hal tersebut ada berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab terciptanya penurunan drastis di pasar kripto yang sangat volatil.

Apa yang harus dilakukan saat Bear Market?

Pertanyaan ini seringkali muncul ketika tren pasar tengah negatif, ada berbagai hal yang bisa dilakukan saat menghadapi siklus ini. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Jangan Panik

Jika kamu menggunaka uang dingin, maka langkah pertama adalah jangan panik, tetap berusaha berpikir rasional untuk menentukan langkah selanjutnya.

Apakah tetap bertahan menyimpan aset atau kah harus dijual meski rugi di depan mata. Pikirkan keputusan ini dengan emlihat tren, perekembangan, dan situasi ekonomi secara menyeluruh.

Belajar Lagi

Crypto masih sangat baru karena itu masih banyak trial and error dalam prosesnya. Waktu bear market tiba, bisa jadi waktu yang tepat untuk mengedukasi diri kembali soal industri ini, selain untuk memantapkan pilihan, ini juga bisa menjadi investasi di masa depan.

Ketika bull run datang lagi setidaknya kamu sudah memiliki strategi yang matang untuk memperoleh keuntungan.

Dollar Cost Averaging

Bagi investor yang percaya crypto dan yakin bull run akan tiba. Bear market bisa jadi kesempatan untuk membeli aset dengan harga lebih murah menggunakan metode dollar cost averaging.

Jangan lupa untuk gunakan uang dingin secukupnya dan masuk secara perlahan jangan sepenuhnya.

Namun perhatikan dengan seksama soal crypto yang akan dibeli, baca whitepaper, dan kegunaan yang ditawarkan apakah akan bermanfaat atau tidak dengan selalu memperhatikan risiko yang ada.

Baca juga: Jangan Panik! Ini Dia Tips Hadapi Bear Market


Itu dia penjelasan soal bear market, tidak ada cara untuk mengetahui berapa lama kondisi ini akan bertahan, maka dari itu investor diharapkan bijak dalam menentukan langkah selanjutnya.

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

Topik

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.