Mau dapat rahasia trading Bitcoin?

Klik Disini
RAHASIA STRATEGI TRADING BITCOIN

Dapatkan tips dan rahasia strategi trading Bitcoin supaya kamu bisa semakin jago melihat peluang untung

Mau dapat rahasia trading Bitcoin?

Klik Disini

Cara Analisis Teknikal Aset Crypto

Di dunia perdagangan aset keuangan, umumnya investor dan trader melakukan analisis untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Salah satu cara yang umumnya digunakan untuk mendapatkan harga yang terbaik saat ingin membeli dan menjual adalah analisis teknikal.

Apa itu Analisis Teknikal

Analisis teknikal merupakan sebuah cara analisis di dunia keuangan untuk memprediksi pergerakan harga suatu aset. 

Prediksi tersebut dilakukan dengan melihat pergerakan harga dan volume transaksi aset tersebut dalam beberapa waktu sebelumnya.

https://www.youtube.com/watch?v=iNOonTMMf_Q

Cara ini melibatkan proses matematika dan statistik yang disajikan dalam grafik untuk mempermudah trader atau investor menemukan harga terbaik saat membeli dan menjual. 

Umumnya analisis teknikal dilakukan dengan melihat price action atau pergerakan harga yang menggunakan tiga langkah untuk analisis teknikal. 

3 Langkah Analisis Teknikal

Dalam artikel ini akan diberikan panduan mengenai tiga langkah yang dapat dilakukan saat melakukan analisis teknikal aset crypto. 

1. Melihat Pergerakan Pasar

Langkah pertama adalah melihat arah pergerakan harga sebuah aset pada saat ingin membeli atau menjual. 

Saat melakukan analisis teknikal, perlu diketahui bahwa terdapat tiga pergerakan harga yaitu menyamping atau konsolidasi, naik, dan turun.

3 Langkah Analisis Teknikal Aset Crypto
3 Jenis Pergerakan Harga

Saat harga bergerak menyamping atau sideways umumnya terdapat ketidakpastian di pasar. Ketidakpastian bermaksud bahwa harga masih belum dapat diprediksi akan naik atau akan turun. 

Kondisi tersebut sebaiknya dijauhi jika ingin melakukan transaksi, karena kemungkinan besar akan berujung perhitungan yang salah. 

Pergerakan berikutnya adalah pergerakan koreksi atau depresiasi harga yaitu saat harga suatu aset bergerak turun. 

Pada saat harga bergerak turun, umumnya analis akan menunggu untuk membeli hingga mendapatkan konfirmasi tambahan. 

Terakhir adalah pergerakan apresiasi harga yaitu saat harga bergerak naik secara jelas.

Umumnya kondisi ini digunakan investor untuk membeli, namun analis handal menggunakannya untuk mulai bersiap menjual.

Hal ini disebabkan analis yang handal akan menjual saat harga mulai tinggi dan membeli saat harga turun untuk mendapat keuntungan. 

Sayangnya untuk analis pemula, perihal psikologis akan mempengaruhi untuk melakukan sebaliknya atau biasa disebut FOMO

2. Menentukan Target

Langkah kedua adalah menentukan target untuk membeli atau menjual serta menjaga manajemen risiko. 

Untuk menentukan target, analis umumnya melihat di harga berapa yang paling sering dikunjungi saat harga bergerak naik atau turun.

Analisis target tersebut bernama analisis Support dan Resistance dimana Support berarti batas bawah harga dan Resistance adalah batas atas harga. 

Batas-batas tersebut ditemukan dengan melihat daerah yang dikunjungi kemudian ditandakan. 

Umumnya, batas bawah atau support digunakan untuk menjadi potensi tempat pembelian atau memotong kerugian, dan batas atas atau resistance digunakan untuk menjadi tempat mengambil keuntungan. 

Saat mencari batas bawah dan batas atas suatu pergerakan harga, indikator Fibonacci juga dapat menjadi alat bantu.

Baca juga: Cara Analisis Crypto dengan Market Cap, Volume Supply, dan Circulating Supply

Ketika trader sudah menemukan target yang akan digunakan, langkah berikutnya adalah mencari konfirmasi terakhir sebelum membeli atau membuka posisi. 

3. Mencari Konfirmasi

Langkah ketiga adalah mencari konfirmasi untuk membeli atau menjual. Terdapat dua cara untuk menemukan konfirmasi ketika ingin membeli atau menjual.

Pertama adalah dengan melihat pergerakan atau trend harga, saat terjadi reversal atau pembalikan arah, konfirmasi bisa mulai terlihat.

Keuntungan terbesar umumnya didapatkan saat trader atau investor membeli atau membuka posisi saat terjadi pembalikan arah.

Sebab pembalikan arah adalah awal dari arah pergerakan baru yang umumnya dapat bertahan dan memberi keuntungan. 

Kedua adalah dengan melihat pola grafik dan pola candlestick untuk melengkapi konfirmasi pembalikan arah.

Terdapat jenis-jenis pola grafik dan pola candlestick yang menandakan potensi apresiasi harga dan terdapat jenis-jenis yang menandakan potensi koreksi. 

Perlu diketahui bahwa pola-pola ini tidak perlu diingat, namun tetap perlu dipelajari akibat akan sangat membantu saat melakukan analisis. 

Baca juga: Cara Analisis Harga Spot Crypto dengan Data Futures

Seluruh pola tersebut dapat dicari di internet karena banyak situs yang memberikan panduan bahkan contekan terkait pola-pola konfirmasi tersebut. 

Setelah menemukan konfirmasi, trader atau investor sudah dapat membeli atau membuka posisi.

Perlu diingat bahwa analisis teknikal tetap tidak memberi jaminan bahwa 100% prediksi akan selalu benar. 

Sehingga analisis teknikal perlu disandingkan dengan manajemen risiko agar dapat bertahan lama di pasar crypto atau pasar keuangan lainnya. 


Itu adalah tiga langkah untuk melakukan analisis teknikal, sangat disarankan untuk mendalami ilmu ini terlebih dahulu sebelum mulai menerapkannya.

*Disclaimer

Artikel ini bukan merupakan ajakan atau saran untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing

Top exchange
Lihat semua

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Rekomendasi aplikasi beli bitcoin