5 Hal Wajib Diketahui Sebelum Terjun ke NFT

Ghozali nampaknya telah berhasil membuat banyak masyarakat Indonesia memusatkan perhatiannya ke dunia NFT atau Non Fungible Token

Akibatnya, saat ini banyak masyarakat Indonesia yang langsung FOMO dan berharap mendapatkan kekayaan secara cepat melalui NFT. 

Walau benar NFT bisa menghasilkan uang dalam jumlah yang besar, sayangnya banyak yang tidak menyadari realitanya tidak semudah yang dibayangkan.

Artikel ini akan dijelaskan mengenai lima hal yang perlu diketahui sebelum terjun ke dunia NFT agar tidak mendapatkan harapan palsu dari fenomena Ghozali saat ini. 

Berbeda dengan Crypto Biasa

Sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia perdagangan NFT, investor harus mengetahui bahwa NFT memiliki sifat yang berbeda dengan crypto. 

NFT adalah token yang tidak sepadan atau Non Fungible, berbeda dengan crypto yang bersifat fungible atau sepadan. 

Contoh nyata dari pernyataan tersebut adalah satu Bitcoin akan memiliki nilai yang sama dengan satu Bitcoin karena sepadan. 

Tapi satu NFT dan satu NFT lain, walau berada di dalam satu koleksi yang sama, dapat memiliki nilai atau harga yang berbeda karena tidak sepadan. 

read-also href=”http://new.coinvestasi.com/read“] Yuk Mengenal Apa Itu NFT! [/read-also]

Jadi saat melihat suatu koleksi NFT dan ingin membeli, asumsi bahwa sifatnya sama dengan crypto pada umumnya harus dihilangkan. 

Pada umumnya saat investor membeli sebuah token dengan harga murah dan banyak sentimen positif di sekitarnya, ia akan memiliki kepercayaan positif bahwa token tersebut akan naik harganya. 

Asumsi ini tidak berlaku di NFT karena walau satu koleksi NFT memiliki sentimen positif, ada NFT di dalam koleksi tersebut yang berpotensi mencapai harga tinggi ada yang berpotensi stagnan atau tidak bergerak. 

Hal ini disebabkan pernyataan di awal yaitu satu NFT tidak selalu sama dengan satu NFT lainnya. 

Walau berada dalam satu koleksi NFT, terdapat NFT yang memiliki ciri atau elemen lebih langka dan dianggap lebih mahal dibanding NFT lainnya. 

Sehingga hal tersebut perlu dipertimbangkan agar tidak terkena harapan palsu dari NFT yang bergerak naik secara cepat dan signifikan. 

Ragam Jenis Bursa dan Biaya

Selain pemahaman mengenai sifat asli NFT, investor juga perlu mengetahui bahwa NFT sendiri dijual di berbagai macam bursa. 

Saat ini bursa yang paling terkenal, terutama setelah adanya fenomena Ghozali, adalah bursa OpenSea. 

OpenSea adalah bursa atau tempat perdagangan NFT terbesar di dunia crypto saat ini dengan volume transaksi lebih dari $14 Miliar.

Bursa ini berada di Blockchain Ethereum, namun bukan satu-satunya bursa yang berada di Blockchain Ethereum karena saat ini ada lebih dari puluhan dengan jenis NFT yang berbeda-beda.

Satu hal yang perlu diingat bahwa saat ini biaya transaksi Blockchain Ethereum sedang relatif tinggi. 

Walau ada bantuan dari Blockchain Polygon, jika ingin menggunakan Blockchain Ethereum, biaya transaksi NFT ini bisa mencapai Rp2 Juta bahkan lebih. 

Tapi kabar baiknya, Ethereum bukan satu-satunya blockchain yang memiliki bursa NFT sendiri. 

Solana, Binance Smart Chain, Harmony, Tezos, dan blockchain lain juga memiliki bursa NFT dengan biaya yang relatif lebih rendah dan beragam. 

Selain itu bursa dalam blockchain tersebut juga sangat beragam, mulai dari yang hanya menjual satu jenis NFT hingga jenis NFT umum dan acak. 

Faktor ini perlu dipertimbangkan sebelum membeli atau menjual NFT. Sebab, dengan adanya pilihan bursa, investor bisa menyesuaikan pangsa dan sentimen pasar. 

Selain itu, beragamnya biaya ini juga dapat menjadi pertimbangan untuk menghitung potensi keuntungan sebelum terjun ke dunia NFT. 

Perlu Promosi 

Perlu diingat bahwa perdagangan NFT adalah perdagangan suatu produk layaknya perdagangan produk apa pun. 

Sehingga, dalam perdagangan NFT, proses pemasaran atau promosi juga tetap wajib dilakukan terutama untuk penerbit dan penjual awal. 

Pada umumnya, pemilik proyek koleksi NFT melakukan pemasaran secara digital melalui penciptaan sosial media, situs resmi, bahkan whitepaper untuk proyek koleksi itu sendiri.  

Tujuannya adalah untuk membuat proyek koleksi NFT tersebut lebih kredibel dan lebih dapat dipercaya oleh pembeli. 

Selain itu tujuan dari penciptaan tersebut adalah meningkatkan kesadaran terkait keberadaan proyek dengan memberi kabar terbaru dan penjelasan mengenai NFT tersebut. 

Cara lain dan yang relatif cepat untuk melakukan promosi ini adalah melalui influencer yang umum dilakukan oleh pemilik proyek NFT.

Umumnya suatu proyek akan memiliki satu “wajah” yang merepresentasikan NFT tersebut yang juga selalu mempromosikan NFT tersebut. 

read-also href=”http://new.coinvestasi.com/read“] Selfie Menjadi NFT, Ghozali Cuan Miliaran Rupiah! Bagaimana Caranya? [/read-also]

“Wajah” ini umumnya adalah influencer dan terkadang kerja sama tersebut dipublikasi kepada publik dan terkadang dilakukan secara diam-diam. 

Promosi ini tidak hanya membutuhkan faktor eksternal seperti influencer, namun butuh faktor internal dari NFT itu sendiri.

Maksudnya adalah NFT tersebut harus memiliki sebuah keunikan atau mengikuti dan mendukung sebuah fenomena yang ramai diperbincangkan. 

Tujuan dari promosi ini menjadi hal yang penting akibat akan meningkatkan volume transaksi dan ketertarikan lebih cepat. 

Sehingga saat ingin menjual NFT, pencipta perlu mempertimbangkan proses waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk promosi. 

Dari sisi pembeli, investor harus memahami apakah NFT tersebut memiliki tujuan dan rencana yang baik atau hanya sekedar cara untuk pencipta mencari keuntungan secara cepat dan membuat pemilik NFT rugi karena tidak ada kegunaan lain. 

Tidak Semua NFT Laku Terjual

Satu hal yang juga paling penting untuk dipahami sebelum terjun ke dunia NFT adalah tidak semua NFT akan laku terjual. 

Entah proyek NFT secara keseluruhan atau NFT dalam bentuk satuan, tidak ada jaminan bahwa pembeli akan selalu tertarik. 

Pernyataan ini juga menekankan bahwa NFT bukan sebuah proyek atau skema untuk mendapatkan keuntungan secara besar dan cepat. 

NFT akan memiliki nilai saat ada yang tertarik untuk menawarnya dalam sebuah harga, dan akan terjual untung jika tawaran tersebut melebihi harga yang dipasang pembeli. 

Melihat pernyataan tersebut, maka ada juga faktor ketertarikan dari sisi selera dan juga kelangkaan yang perlu dipertimbangkan. 

Kelangkaan sendiri tidak hanya dilihat dari jumlah NFT tersebut, namun juga dari sisi elemen yang dimilikinya. 

Saat sebuah NFT memiliki elemen yang tidak dimiliki NFT lain dalam satu koleksi, umumnya harganya akan lebih tinggi.

Sebaliknya saat elemen yang dimiliki NFT tersebut relatif umum, maka harganya akan relatif stagnan atau naik tidak lebih dari yang langka atau unik. 

Selain itu umumnya NFT yang memiliki dukungan terhadap suatu fenomena akan relatif lebih cepat laku. 

Contohnya adalah NFT World of Women yang cepat laris akibat memiliki dukungan terhadap kemandirian wanita. 

Sebaliknya saat NFT tersebut relatif umum dan tidak memiliki nilai atau fenomena di baliknya, kemungkinan penjualannya akan semakin kecil. 

Jadi saat membeli perlu diingat satu faktor yaitu ketertarikan pribadi, karena saat membeli NFT yang disukai, walau harganya tidak naik atau bahkan nilainya turun, pemilik tidak akan keberatan untuk menyimpannya. 

Butuh Dedikasi Waktu dan Keberuntungan

Terakhir adalah pentingnya menyadari bahwa untuk menciptakan, menjual, dan mencari keuntungan dari NFT butuh waktu. 

Layaknya investasi crypto, saat ingin membeli sebuah NFT, ada baiknya meluangkan waktu untuk mendalami NFT tersebut. 

Selain itu, saat ingin membeli ada baiknya investor juga memahami mana bursa yang paling menguntungkan dari sisi volume transaksi. 

Tujuannya adalah untuk mempermudah likuiditas atau menjual kembali setelah membeli. Selama volume transaksi tinggi, umumnya bursa tersebut lebih mudah untuk menjadi wadah transaksi NFT. 

Saat menjual NFT entah menjual kembali atau menjual proyek dari awal, perlu disadari bahwa koleksi NFT tidak akan langsung terjual semua dalam waktu singkat. 

Akan ada beberapa NFT yang tertinggal harganya dibanding NFT lain bahkan dalam satu koleksi sendiri. 

Lalu perlu disadari juga bahwa saat ingin menjual NFT pasti akan ada potensi kerugian. 

Saat ingin menjual dan menciptakan proyek sendiri, ada kemungkinan kerugian dari sisi pemasaran saat sudah mengeluarkan uang dan waktu, tapi tidak mendapatkan pembelian.

Dari sisi menjual kembali, ada kemungkinan NFT tersebut sudah dihargai lebih rendah oleh pasar. 

Jadi walau saat tidak dijual harga tidak turun, NFT tersebut tidak dapat diuangkan sehingga akhirnya menciptakan kerugian. 

Selain waktu, perlu dipahami bahwa untuk mendapatkan keuntungan dari NFT membutuhkan sedikit keberuntungan. 

Sebuah proyek koleksi NFT dapat mengalami kenaikan harga dadakan jika ditemukan oleh orang yang tepat. 

Orang yang tepat dalam konteks ini adalah orang yang terkenal seperti artis atau influencer yang dapat mempengaruhi orang lain untuk membeli.

Dengan pengaruh dari orang terkenal tersebut, maka ada kemungkinan terciptanya FOMO yang kemudian dapat meningkatkan harga NFT. 

Tapi tidak semua NFT mengalami nasib keberuntungan yang sama sehingga masih ada potensi NFT tersebut tidak terjual dengan cepat. 

Kesimpulannya, NFT merupakan sebuah cara yang baik untuk menghasilkan keuntungan. Namun kenyataannya tidak semudah yang dibicarakan orang awam atau seperti yang terjadi pada Ghozali. 

Top exchange
TRIV
22 Ulasan
Daftar
Indodax
0 Ulasan
Daftar
Pintu
17 Ulasan
Daftar
Lihat semua

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Rekomendasi aplikasi beli bitcoin
Pintu

Pintu adalah bursa kripto dengan...

Berlisensi

17 Ulasan
Daftar
Indodax

Indodax.com adalah sebuah pasar online...

Berlisensi

0 Ulasan
Daftar
TRIV

Triv merupakan aplikasi jual-beli bitcoin...

Berlisensi

22 Ulasan
Daftar