Selfie Menjadi NFT, Ghozali Untung Miliaran Rupiah! Bagaimana Caranya?

Naufal Muhammad

13th January, 2022

Indonesia dan dunia baru dibuat ramai oleh salah satu proyek Non Fungible Token atau NFT.

NFT ini berhasil terjual hingga jutaan rupiah dan memiliki volume transaksi hingga 289 Ethereum atau sekitar Rp13.839.618.128.

Menyebarnya berita ini membuat banyak masyarakat Indonesia terkejut dan tertarik ingin melakukan yang sama.

Tapi sayangnya, saat ini masih banyak individu yang belum mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh Ghozali untuk menghasilkan Miliaran Rupiah dari NFT.

Memahami Fenomena NFT Ghozali Everyday

Ghozali merupakan seorang individu dari Indonesia yang berhasil melakukan penjualan koleksi NFT miliknya dengan harga cukup tinggi.

Ia membentuk sebuah koleksi bernama Ghozali Everyday yang berisi sebuah selfie atau foto pribadi selama lima tahun berturut-turut.

Foto tersebut diambil sejak 2017 hingga 2021 dengan gaya yang sama yaitu dirinya sendiri yang berada di depan komputer. Ghozali menyatakan dalam deskripsi koleksinya bahwa,

“Ini benar-benar foto saya berdiri di depan komputer hari demi hari.”

Dalam koleksi tersebut, terdapat 933 NFT berbentuk foto pribadinya dengan raut wajah yang relatif sama.

Saat ini telah ada sekitar 442 NFT yang terjual dan telah berpindah tangan dari pembeli pertama ke pembeli lainnya.

Saat pertama dijual, NFT tersebut memiliki harga senilai 0.001 Ethereum atau sekitar Rp47.816 dan saat ini NFT termahalnya telah terjual sebesar 2 Ethereum atau Rp95.632.784.

Mengingat karya ini adalah NFT, maka harganya saat ini terjual dengan berbeda-beda dimana harga termurahnya adalah sekitar 0.33 Ethereum atau Rp15.779.409.

Banyak yang prediksi tentang bagaimana NFT ini bisa menjadi viral hanya dalam beberapa hari.

Tapi terdapat spekulasi bahwa viralnya NFT ini terjadi akibat ketertarikan dari salah satu influencer Indonesia yang kemudian menyebarkannya melalui media sosial.

 Melalui penjualan ini, Ghozali telah berhasil menghasilkan uang lebih dari Rp1 Miliar karena walau hanya dijual sebesar 0.001 Ethereum, ia memasang royalty.

Royalti atau biaya persenan adalah penghasilan yang didapatkan melalui persentase kecil saat NFT Ghozali berpindah tangan dari pembeli awal ke pembeli yang lain.

Jika dilihat dari wallet akun OpenSea Ghozali dengan alamat 0xc1e05e98466908547f30fcfc34e405b9c84dfcb7 ia berhasil menghasilkan sekitar Rp1,5 Miliar dan terus bergerak naik.

Sumber: Zapper.Fi

Perlu diketahui bahwa Ghozali menggunakan jaringan Polygon. Jadi ia tidak membayar gas fee atau biaya penerbitan NFT namun dipotong 2,5% oleh OpenSea saat penjualan awal.

Cara Menghasilkan Uang Melalui NFT

Melihat kesuksesan ini, banyak masyarakat Indonesia yang tertarik dan melakukan hal sama yaitu menjual NFT dengan foto muka pribadi.

Walau memiliki risiko identitas pribadi, nampaknya fenomena ini telah meledak dan meningkat akibat banyaknya yang mulai melakukan hal yang sama di OpenSea.

Tapi sayangnya masih banyak pihak yang juga belum mengetahui apa sebenarnya NFT dan bagaimana cara menjualnya.

Secara singkat, NFT sendiri adalah Non Fungible Token yang merupakan sebuah token untuk mencatat keaslian suatu hal.

Tujuannya adalah untuk menjaga kejelasan kepemilikan barang tersebut karena semua tercatat pada blockchain yang tidak bisa dimanipulasi

Perbedaan antara NFT dan crypto biasa adalah sepadanannya, yaitu satu NFT tidak sama dengan satu NFT namun satu crypto seperti Bitcoin sama dengan satu Bitcoin lain dalam nilainya.

.

Untuk menciptakannya, individu wajib menggunakan bursa atau marketplace untuk menerbitkan dan kemudian menjualnya.

Umumnya seorang individu menggunakan Bukalapak atau Tokopedia untuk menjual barangnya dan mengunggah foto barangnya.

NFT juga hampir mirip dimana individu harus mencetak fotonya dalam proses minting dan kemudian menjualnya seperti di OpenSea.

Penjelasan lengkap dapat dilihat dalam video di bawah ini.

Proses ini umumnya membutuhkan biaya, namun seperti yang Ghozali lakukan, NFT dapat diterbitkan dan dijual dengan gratis yaitu menggunakan Blockchain Polygon.

Kemudian untuk menjualnya agar laku, proses promosi perlu dilakukan dan pada umumnya saat ini NFT yang laku terjual adalah NFT dalam bentuk koleksi, bukan satuan.

Sumber: Dappradar.com

Fenomena ini masih terus berkembang sehingga membuka kesempatan untuk pencipta lain menghasilkan uang dari NFT.

Hingga saat ini volume perdagangan NFT masih terus berkembang. Bursa terbesar yaitu OpenSea, saat ini memiliki $14,68 Miliar atau Rp210,10 Triliun.

Volume tersebut masih berasal hanya dari satu bursa. Melihat banyaknya bursa dari blockchain lain, maka fenomena NFT ini masih terlihat kuat.

Jangan FOMO

Perlu diingat bahwa kejadian seperti ini adalah sebuah kejadian yang langka akibat umumnya penjualan NFT butuh waktu yang lama.

Selain itu, perdagangan NFT merupakan sebuah transaksi yang berisiko sehingga selalu pastikan untuk perdalam NFT terlebih dahulu dan tidak FOMO.

Jadi walau ada keuntungan yang tinggi tentu terdapat potensi kerugian yang tinggi karena tidak semua bisa berhasil secepat Ghozali.

Selain itu saat membeli crypto pastikan analisis tetap dilakukan karena masih banyak penipuan dan proyek yang belum tentu selalu berhasil atau menguntungkan.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.