Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Exchange · 7 min read

Laporan terbaru CoinGecko menunjukkan bahwa perdagangan di decentralized exchange (DEX) terus menanjak kuat sepanjang 2025 dan semakin mendekati dominasi centralized exchange (CEX). Lonjakan minat terhadap memecoin menjadi katalis utama yang mengubah peta perdagangan aset kripto global tahun ini.
Dalam laporan yang dirilis Kamis (27/11/2025), Research Analyst CoinGecko, Yuqian Lim, menjelaskan bahwa rasio perdagangan spot DEX terhadap CEX telah melonjak lebih dari tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir. Pada Januari 2021, volume DEX baru setara 6% dari volume CEX, tetapi mencapai 21,2% pada November 2025.

Kenaikan besar tercatat pada Juni 2025, ketika rasio DEX/CEX mencapai rekor tertinggi 37,4%. Lonjakan ini dipicu oleh lonjakan ini tingginya minat terhadap memecoin, dan peningkatan volume transaksi di PancakeSwap setelah menerima order yang dialirkan dari platform Binance Alpha yang diluncurkan Mei 2025.
Bahkan, pada awal tahun Raydium juga mencatatkan tonggak penting dengan volume US$88,56 miliar, menyaingi Uniswap senilai US$88,92 miliar.
Baca juga: CEX Upbit Jadi Korban Hack, Rp615 Miliar Raib
Setelah mencetak rekor, rasio DEX terhadap CEX turun ke kisaran 21% pada November. Menariknya, angka ini tetap berada di kisaran 20% selama lima bulan berturut-turut, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Lim menilai tren ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi yang stabil ke arah perdagangan on-chain. Sepanjang Mei hingga Oktober, volume spot DEX tetap lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, bahkan mencapai US$419 miliar pada Oktober meski pasar global sedang mengalami koreksi tajam.
Meski tren jangka panjang menguat, CoinGecko mencatat bahwa perjalanan rasio DEX/CEX tidak selalu mulus. Setelah mencapai 14,6% pada Januari–Februari 2022, rasio sempat merosot ke level terendah 5,4% pada September 2022 dan berfluktuasi sampai akhir 2024.
Menariknya, kolapsnya FTX pada November 2022 tidak memberikan dampak langsung terhadap kenaikan rasio DEX/CEX. Angka tersebut baru kembali menembus 10% pada Maret 2023, di tengah pengetatan regulasi kripto di Amerika Serikat.
Baca juga: Pengguna Baru PINTU Dorong Kenaikan Volume Trading Token DEX Hampir 500%
Tidak hanya spot, perdagangan perpetual futures di DEX mencatat pertumbuhan yang jauh lebih agresif. Rasio futures DEX terhadap CEX meningkat dari 2,1% pada Januari 2023 menjadi 11,7% pada November 2025, level tertinggi sepanjang sejarah.

Platform perp DEX seperti Hyperliquid, Lighter, dan edgeX menjadi pendorong utama. Hyperliquid bahkan mencatat US$2,74 triliun volume perps sejak awal tahun, berada di level yang setara dengan Coinbase dan melampaui total gabungan pesaing perp DEX lainnya.
Lim menegaskan bahwa November merupakan bulan ke-14 berturut-turut di mana rasio volume futures DEX terhadap CEX terus tumbuh.
Meski tren pertumbuhan baik spot maupun futures di DEX terlihat kuat, CoinGecko menilai bahwa keberlanjutannya masih bergantung pada insentif besar-besaran yang diberikan sejumlah platform. Jika insentif dihentikan, aktivitas volume berpotensi mengalami penyesuaian.
Baca juga: DEX Bunni Tutup Permanen Imbas Peretasan Hampir Rp140 Miliar
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.