Whistleblower Facebook Sebut Sektor Metaverse Berbahaya

Rossetti Syarief

13th April, 2022

Seiring berkembangnya teknologi, istilah metaverse terus mendapatkan popularitas dan menarik minat perusahaan teknologi terkemuka. Banyak brand besar yang telah bergabung, dari Adidas hingga Samsung.

Namun, euforia ini nyatanya tidak disambut baik oleh semua orang. Salah satunya adalah pernyataan dari seorang whistleblower atau saksi pelapor Facebook yang tidak dirahasiakan bernama Frances Haugen.

Dalam sebuah wawancara, Haugen menyebut metaverse hanyalah sektor yang akan mengulangi kesalahannya bereksperimen di masa lalu. Bagaimana bisa? Simak artikel di bawah ini untuk mendapatkan jawabannya.

Metaverse Dianggap Berbahaya

Dalam sebuah wawancara dengan firm jurnalis Politico, Haugen berkata,

“Mereka telah membuat janji yang sangat muluk-muluk tentang bagaimana sektor menyediakan keamanan. Tetapi jika mereka tidak berkomitmen pada transparansi dan akses serta langkah-langkah akuntabilitas lainnya, saya tahu jika sektor ini hanya mengulangi resiko yang sebelumnya dilakukan Facebook.”

Pengalamannya bekerja untuk perusahaan telah membuat Haugen khawatir tentang privasi dan memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data pada setiap elemen interaksi pengguna di Metaverse .

Karena pada 2021 silam, Haugen pernah mengungkapkan ratusan dokumen internal Facebook kepada Securities and Exchange Commission dan The Wall Street Journal.

Sementara itu, Haugen bukan satu-satunya yang khawatir tentang permasalahan ini. Menurut polling yang dilakukan baru-baru ini, 70% pengguna tidak mempercayai Meta untuk melindungi privasi mereka dengan tepat.

Andy Yen selaku CEO layanan email ProtonMail juga prihatin dengan perusahaan raksasa teknologi seperti Meta yang menggunakan kekuatan sepihak. 

Sang CEO sebelumnya telah mengungkapkan kekhawatiran tentang dominasi Big Tech atas Metaverse, mengatakan kepada Newsweek tahun lalu bahwa Meta sedang membangun infrastruktur baru di mana mereka mengendalikan segalanya.

“Mereka mengontrol perangkat, mereka memiliki headset VR, Anda sekarang berada di dunia mereka, di perangkat mereka, di platform mereka,” katanya.

Yen menyatakan bahwa, mengingat rekam jejak mereka, dia tidak percaya kita harus mempercayai Meta dengan kekuatan seperti itu, dan bahwa jaminan tentang privasi di Metaverse tidak ada artinya kecuali model bisnis perusahaan berubah.

Baca Juga: Metaverse Dinodai Kasus Pelecehan Seksual

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.