Salah Satu Bank Tertua di Amerika Kerjasama dengan Grayscale untuk Urus GBTC

Naufal Muhammad

14th July, 2021

Walau dana yang masuk ke dalam Bitcoin terlihat mulai melemah terutama dari investor institusional, Grayscale tetap percaya dan melanjutkan rencananya.

Rencana tersebut adalah rencana untuk memperluas jangkauan dana kelolaannya dan meningkatkannya dari Trust Fund biasa menjadi Exchange Traded Fund (ETF).

Dana kelolaan tersebut adalah Grayscale Bitcoin Trust Fund (GBTC) yang menjadi dasar kerja sama Grayscale dengan Bank of New York (BNY) Mellon.

Grayscale Kerja Sama dengan BNY Mellon Urus GBTC

Grayscale dikabarkan telah memilih BNY Mellon sebagai pihak penyimpan dan pihak pendukung pengelolaan GBTC.

Nantinya BNY Mellon akan bertanggung jawab untuk menyimpan dana dan juga mencatat kepemilian GBTC yang dikelola oleh Grayscale.

Langkah ini dilakukan dalam rangka rencana pembaruan GBTC dari yang sebelumnya hanya bersifat sebagai Trust Fund menjadi Exchange Traded Fund.

Dalam istilah Indonesia, keduanya dapat disebutkan sebagai Reksadana, namun di Amerika, dengan pembaruan ke ETF, GBTC menjadi dapat semakin luas di perdagangkan.

Oleh karena itu, regulasi yang dibutuhkan untuk menuju ke ETF juga semakin ketat, sehingga Grayscale menjalin kerja sama dengan BNY Mellon.

BNY Mellon juga akan membantu urusan administrasi yang kemungkinan akan mempermudah perizinan dengan Securities and Exchange Commission (SEC).

Kerja sama dimulai 1 Oktober 2021, dimana salah satu bank tertua di Amerika ini akan mengurus perihal administrasi dan dana.

Nantinya saat GBTC berubah menjadi ETF, BNY Mellon akan bertanggung jawab untuk mencatat kepemilikan dan merekam perpindahan GBTC di pasar.

Kerja sama ini diprediksi akan membawa sentimen positif untuk pasar crypto, akibat melalui salah satu bank tertua di dunia, publikasi crypto menjadi semakin luas.

Memanfaatkan Kemampuan Salah Satu Bank Tertua di Dunia

Michael Sonnenshein, CEO dari Grayscale, percaya bahwa kerja sama ini menunjukkan komitmen Grayscale untuk memiliki ETF.

Pada awal tahun ini, Grayscale meyakinkan bahwa perubahan menuju ETF tersebut akan resmi terjadi terutama dengan adanya pelaporan kepada SEC. Ceo Grayscale menyatakan,

“BNY Mellon memiliki reputasi sebagai jasa pengelola ETF yang baik dan telah menunjukkan komitmennya untuk masuk ke dunia aset digital.”

Pernyataan tersebut mereferensikan kepercayaannya dalam kerja sama antara Grayscale dan GNY Mellon, yang dianggap sebagai rekan tepat.

Ia juga menyatakan kepercayaannya kepada BNY Mellon dalam membantu Grayscale untuk menjadi salah satu perusahaan investasi terdepan di Amerika.

Hal ini juga disebabkan BNY Mellon yang memiliki pusat pengembangan ETF sendiri yang juga meyakinkan Sonnenshein terhadap kapabilitas bank tersebut.

CEO dari Jasa Pengelolaan Aset BNY Mellon, Roman Regelman, menyatakan bahwa kerja sama ini adalah pencapaian yang penting untuk mulai masuk ke dunia digital.

Regelman juga menyatakan kerja sama ini adalah bukti BNY Mellon adalah bank yang juga akan terus mengikuti  perkembangan zaman.

Terakhir, Regelman juga meyakinkan bahwa kerja sama ini akan menjadi bukti bahwa BNY Mellon adalah bank yang mengedepankan permintaan pengguna.

Dengan Grayscale yang mengelola lebih dari Rp434,55 Miliar dan BNY Mellon yang mengelola Rp31.867 Triliun kerja sama ini akan menjadi kerja sama yang besar.

Oleh karena itu, kemungkinan besar kerja sama ini dapat membawa sentimen positif untuk aset digital terutama pasar crypto secara menyeluruh.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.