ETF Bitcoin Segera Diluncurkan, Para Analis Himbau Tidak FOMO

Rossetti Syarief

19th October, 2021

Setelah menutup minggu dengan performa mengesankan, hingga saat ini kenaikan tetap mengendalikan harga Bitcoin. Karenanya, sentimen umum di antara para trader dan operator tampaknya bullish dengan potensi FOMO yang datang untuk pembelian Bitcoin.

Selain karena performanya yang patut diacungi jempol di minggu lalu, peluncuran ETF Bitcoin yang akan datang juga menjadi faktor bullish yang menyatakan bahwa harga Bitcoin menuju $100.000 sudah semakin dekat.

Sementara ini, banyak orang beranggapan jika peluncuran ETF adalah bahan bakar yang memang dibutuhkan untuk mendorong harga Bitcoin ke angka $100.000.

Namun, tidak semua analis setuju dan beberapa bahkan memberi peringatan bahwa acara tersebut bisa menjadi “buy the rumor, sell the news” (lagi) dan berdampak FOMO untuk pembelian Bitcoin.

Kenaikan Harga Bitcoin Seharusnya Suatu Hal Normal 

Salah satu trader yang ‘tidak sepenuhnya terpikat’ dengan gagasan BTC futures ETF adalah pengguna Twitter dengan nama samaran Cry me a $COIN.

Akun tersebut memposting cuitannya dan mengatakan bahwa, tindakan investor pada harga BTC baru-baru ini berlebihan. Karena semua itu hanyalah bagian dari siklus harga Bitcoin yang memang akan terus seperti itu, dalam kata lain adalah hal normal.

Jika dilihat dari jalur harga yang diuraikan pada grafik di atas, ada kemungkinan Bitcoin berada di bawah harga $68.000 dalam beberapa bulan ke depan sebelum menuju ke tempat yang lebih rendah dan bernilai $46.000.

Berhati-hatilah! Jangan FOMO

Analisis yang lebih dalam tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya diberikan oleh David Lifchitz, Managing Partner dan Chief Investment Officer di ExoAlpha. 

Lifchitz mengungkapkan bahwa kemunduran kecil mungkin saja terjadi, apalagi dua minggu yang lalu Bitcoin masih bernilai $40.000. Kini, peningkatan Bitcoin sampai 50%. Ia menghimbau untuk pelan-pelan saja dan jangan gegabah.

Karena fenomena semacam itu sering terjadi, Lifchitz memberikan peringatan untuk pembeli potensial dengan mengatakan, 

“ETF Bitcoin ini akan mengikuti CME futures untuk melacak harga Bitcoin yang bisa saja alami penurunan karena biaya roll berjangka yang sedang berlangsung.”

Menurut sang analis, ETF ini kemungkinan akan menjadi akses Bitcoin yang mudah ke investor ritel yang tidak canggih dengan akun broker. ETF ini juga akan membawa peluang arbitrase bagi trader yang piawai.

“Investor kripto lama semuanya telah dilengkapi dengan baik untuk langsung memperdagangkan dan menyimpan tempat Bitcoin.” Tambah Lifchitz.

Skenario Terakhir

Skenario terakhir yang harus digarisbawahi ditawarkan oleh pengguna Twitter dengan username Nunya Bizniz. Ia memposting tweet berikut dan menguraikan skenario bullish untuk aksi harga Bitcoin.

Seperti yang terlihat pada grafik yang disediakan, analis menunjukan bahwa harga BTC berpotensi turun dan kembali ke support $53.000 dalam waktu dekat serta berkemungkinan melanjutkan uptrendnya.

Grafik 1 hari BTC/USD

Dan hingga saat ini, kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan sekarang mencapai $2,463 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin adalah 47,3%.

Disclaimer: Artikel ini merupakan berasal dari berbagai sumber dan pandangan penulis, artikel ini bukan ajakan untuk investasi. Semua keputusan ada di tangan pembaca dengan mengetahui segala keuntungan dan resikonya.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik