Kabar Grayscale Trust Bentuk Sentimen Negatif di Pasar, Apakah Benar?

Naufal Muhammad

8th July, 2021

Akhir-akhir ini  banyak kabar beredar bahwa Bitcoin dan mayoritas pasar crypto akan turun akibat Grayscale.

Kabar tersebut adalah akibat Grayscale yang membuka Trust Fund atau Reksadana crypto yang sebelumnya terkunci dan dibagikan kepada investor.

Kekhawatiran naik akibat salah satu reksadana tersebut menyangkut Bitcoin, yang dikhawatirkan akan membuat tekanan jual besar.

FUD ini disebarkan JP Morgan, namun banyak pihak yang berargumen bahwa kabar ini hanya sekedar FUD.

Grayscale Membuka Kunci Reksadana Crypto Juli Ini

Dikabarkan bahwa Grayscale akan mulai membuka dana yang terkunci milik investor pada 13 Juli 2021.

Dana yang terkunci ini adalah dana pada reksadana crypto yang dimiliki oleh Grayscale yang sebelumnya terkunci sejak Januari 2021.

Periode penguncian oleh Grayscale adalah enam bulan, dan yang menjadi kekhawatiran saat ini adalah dana dari Januari 2021.

Banyak pihak yang khawatir akibat prediksi tekanan jual dari pembukaan ini yang berasal dari potensi jual dari investor GBTC.

Kekhawatiran memuncak karena adanya Reksadana Bitcoin Grayscale (GTBC) yang juga akan mulai dibagikan kepada investor.

Terdapat sekitar 40.000 Bitcoin dalam GBTC yang akan dibagikan, yang membuat kekhawatiran adanya tekanan jual.

Sebagai penjelasan, mekanisme pembelian GBTC adalah dengan menggunakan Bitcoin (BTC) yang kemudian akan dikunci selama enam bulan.

Mayoritas pembeli GBTC memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan akibat umumnya GBTC bergerak di atas harga BTC itu sendiri.

Sehingga saat masa penguncian selesai, investor memiliki dua pilihan yaitu menjual GBTC atau menyimpannya.  

Kekhawatiran ini memuncak setelah JP Morgan menyatakan bahwa pembukaan masa penguncian ini akan menyebabkan sentimen negatif di pasar crypto.

Kabar tersebut telah beredar sejak 24 Juni 2021 dan banyak pihak menyatakan hal tersebut hanya sebuah FUD.

Selain itu, melihat JP Morgan yang sering juga menebarkan kekhawatiran, banyak pihak penting yang berargumen melawan pernyataan JP Morgan.

Dapatkan Informasi Menarik Seputar Crypto

Sentimen Negatif GBTC Dianggap Meragukan

Salah satu pihak yang berargumen melawan JP Morgan adalah analis dari Kraken, salah satu perusahaan keuangan terbesar di dunia crypto.

Kraken menyatakan bahwa pembukaan masa penguncian tidak akan berdampak besar pada harga Bitcoin dan crypto terutama di pasar spot.

Sebab menurutnya, pihak yang membeli GBTC adalah investor institusional yang mencari selisih keuntungan antara harga GBTC dan BTC.

Sehingga setelah mendapatkan keuntungan investor tidak akan menjual BTC.

Sebabm sebenarnya selain telah mendapatkan keuntungan dari GBTC itu sendiri jika dijual, tidak ada hubungan langsung antara GBTC dan BTC.

Jadi, menurut Kraken dampak tekanan jual belum dapat dipastikan dan kemungkinan tidak akan.

Karena menurutnya mayoritas pemilik GBTC hanya melakukan pengamanan atau hedging.

Walau bantahan Kraken terlihat kurang tegas, ada dua analis lain yang menyatakan argumennya terhadap FUD yang beredar.

Salah satunya adalah Willy Woo analis yang cukup terkenal di dunia crypto. Ia memberikan dua pandangan yang kemungkinan akan berujung sentimen positif.

Pandangan pertama adalah Willy Woo menyatakan bahwa investor yang membeli GBTC dan melakukan hedging di Futures akan berujung sentimen positif.

Saat GBTC dijual, mereka akan menutup posisi short di Futures yang dapat berujung sentimen positif untuk harga spot Bitcoin.

Pandangan kedua adalah GBTC dapat dijual, tekanan jual akan menurunkan harga GBTC dan membuat insentif untuk membeli BTC menjadi turun.

Jadi sentimen negatif akan datang bukan dari tekanan jual tapi dari dorongan beli yang berkurang akibat berkurangnya insentif membeli Bitcoin.

Namun, menurutnya kondisi ini akan menjadi sentimen positif akibat memberi kesempatan untuk investor lain membeli BTC dengan harga “murah”.

Analis Lain Memiliki Pandangan Positif

Pandangan ini disetujui oleh analis dan Youtuber bernama Lark Davis melalui Twitter yang juga memberikan pandangannya.

Ia menyatakan bahwa pembukaan GBTC tidak akan ada hubungannya dengan BTC itu sendiri akibat tidak ada penjualan BTC sama sekali.

Penjualan yang terjadi adalah penjualan terhadap GBTC dan tidak ada hubungannya dengan penjualan BTC di spot.

Ia juga menyatakan bahwa pembukaan GBTC bukan alasan penurunan harga, namun ada FUD lain yang justru memperkuat FUD GTBC tersebut.

Kondisi ini ia samakan dengan kondisi 20 Juni 2021 hingga 23 Juni 2021 dimana juga terjadi pembukaan yang sama.

Saat itu terjadi tekanan jual yang signifikan namun disebabkan oleh FUD dari Cina saat para penambang “diusir” oleh pemerintah.

Selain itu ia juga mengaitkan kondisi di Desember, Februari, dan Maret saat pembukaan juga sempat terjadi dan tidak berdampak signifikan.

Intinya Lark Davis menyatakan bahwa kekhawatiran yang dibuat-buat justru digunakan untuk mengelabuhi investor awam oleh media FUD dan pemain besar.

Hal tersebut berujung pada sebuah tekanan jual yang didasari oleh sebuah kekhawatiran yang sebenarnya tidak nyata.

Sehingga kondisi ini juga dapat menjadi teguran untuk investor yang belum mendalami mekanisme pasar untuk memahami lebih dalam agar tidak termanipulasi oleh media.

Intinya, saat ini secara nyata pembukaan GBTC tidak memiliki dampak apa pun.

Perlu ditekankan dan diingat bahwa sebenarnya tidak ada hubungan dengan Bitcoin atau crypto di pasar spot.

Oleh karena itu artikel ini dapat menjadi pembantu untuk memahami kondisi pasar dan bagaimana FUD dapat beredar jika dibesar-besarkan.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.