Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Siaran Pers · 8 min read

Pertukaran kripto, Coinex, merilis laporan momentum penting yang terjadi di pasar kripto 2023. Laporan mencakup informasi soal harga Bitcoin, ordinal, kebangkitan token meme hingga regulasi di pasar kripto. Simak isi laporan dari Coinex berikut ini.
Pada kuartal kedua 2023 harga Bitcoin memiliki tren yang cukup positif, di akhir kuartal pada 28 Juni 2023, Bitcoin dihargai US$30.696. Angka itu sekaligus menandakan bahwa harga Bitcoin perlahan kembali pulih dari krisis pasar kripto yang terjadi pada 2022 karena kasus Terra dan FTX, yang menyebabkan harga Bitcoin jatuh di bawah US$20.000.
Laporan Coinex mengungkapkan, meskipun hadirnya ordinal memicu kontroversi saat diluncurkan di kuartal pertama 2023, tidak bisa dipungkiri bahwa inisiasi ini membuat ekosistem Bitcoin semakin ramai, dengan dicetaknya 13,67 NFT di jaringan tersebut.
Baca juga: Mengenal Bitcoin NFT Ordinal dalam 5 Menit!
Ketika harga Bitcoin cenderung positif, harga ETH di sisi lain mengalami tren fluktuasi harga di angka US$1.800 dan US$2.000. Volume perdagangan ETH, menurut data dari Coinex per 27 Juni juga menunjukan penurunan.
Sementara itu pada 13 April, Ethereum mengaktifkan fitur penarikan ETH. Fitur ini membuat pengguna dapat menarik ETH mereka yang di-stake di beacon chain selama kurang lebih dua tahun. Penarikan aset dilakukan bertahap untuk tetap menjaga pasokan ETH di pasar.
Baca juga: Lido Masih Dominasi Market LSD Pasca Shanghai Upgrade
Kuartal dua juga menjadi waktu di mana token meme melonjak akibat popularitas token PEPE. Token bergambar Pepe the Frog ini naik ribuan persen dalam waktu singkat dan menjadi buah bibir di berbagai media. Ketenaran PEPE pun berhasil membuat token-token sejenis kecipratan popularitas.
Pada awal Juni, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) menggugat dua pertukaran kripto ternama yakni, Binance dan Coinbase. Keduanya dianggap menjalankan bisnis ilegal dan tidak mengikuti syarat dan ketentuan SEC.
Baca juga: Menilik Perbedaan Gugatan SEC ke Binance dan Coinbase
Ketika gugatan ini dilayangkan, harga Bitcoin turun ke kisaran US$26.000. Kendati demikian harga BTC kembali pulih dan menutup akhir kuartal dua dengan level US$30.000. Pemicu pulihnya harga aset kripto pertama itu karena sentimen positif BlackRock yang mengajukan Bitcoin ETF.
Baca juga: BlackRock Ajukan Spot ETF Bitcoin, Bullish Bagi Bitcoin?
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.