Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 6 min read

MetaMask, penyedia wallet kripto, resmi mengumumkan peluncuran kartu pembayaran kripto yang dinamakan MetaMask Metal Payment Card, yang memungkinkan pengguna untuk membelanjakan aset mereka secara langsung dari self-custody wallet MetaMask.
Menurut keterangan resmi pada Senin (28/4/2025), MetaMask menyebut bahwa inisiatif ini memerikan opsi baru bagi para pemegang kripto untuk menggunakan token mereka dalam kegiatan sehari-hari. Kartu baru ini didukung oleh Mastercard dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan CompoSecure dan Baanx.
“Sudah terlalu lama, pengguna kripto terkunci dari keuangan sehari-hari,” kata Ale Machado, Product Manager di MetaMask. “MetaMask Card mengubah hal itu. Kartu ini memungkinkan jutaan pengguna di seluruh dunia untuk menjembatani kesenjangan antara blockchain dan dunia nyata tanpa mengorbankan kontrol atau keamanan.”
Menggunakan teknologi smart contract, kartu ini mampu memproses transaksi dengan kecepatan tinggi di bawah lima detik. Selain itu, kartu ini beroperasi di jaringan Linea, sebuah solusi layer-2 berbasis Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas transaksi.
MetaMask mengklaim, produk ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan penggunaan exchange terpusat, yang rentan terhadap risiko keamanan.
MetaMask Metal Payment Card rencananya akan diluncurkan secara resmi ke seluruh dunia pada kuartal kedua 2025.
Baca juga: Metamask Luncurkan Kartu Debit Kripto Bersama Mastercard
Dengan peluncuran kartu ini, MetaMask memasuki pasar kartu pembayaran kripto yang semakin kompetitif. Saat ini, berbagai pemain besar seperti Binance, Bybit, Coinbase, dan Crypto.com telah lebih dahulu menawarkan kartu debit kripto.
Adapun pada tahun ini, sistem pembayaran telah menjadi salah satu kasus penggunaan kripto yang berkembang paling pesat, menjadikan aset digital lebih praktis diterapkan di dunia nyata. Beberapa brand mewah seperti Dorsia telah mulai menerima pembayaran menggunakan berbagai jenis kripto, sementara aplikasi perpesanan Signal yang dikembangkan Founder Twitter, Jack Dorsey juga dilaporkan tengah menjajaki penggunaan Bitcoin untuk transaksi peer-to-peer.
Baca juga: Bitget Gugat 8 Akun atas Manipulasi Trading Token VOXEL
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.