Kontrak Futures USDT Lebih Diminati, Ini Alasannya

Naufal Muhammad

16th February, 2021

Mayoritas bursa crypto saat ini menawarkan perdagangan kontrak futures dengan dua jenis basis penyelesaian kontrak.

Dua jenis penyelesaian kontrak tersebut adalah dengan USDT atau uang fiat dan dengan crypto seperti Bitcoin.

Mayoritas transaksi nampaknya masih terfokus di Bitcoin akibat dominasinya yang juga masih berada di sekitar 60%.

Namun nampaknya saat ini kontrak futures berbasis penyelesaian dengan USDT lebih diminati dibandingkan yang berbasis Bitcoin, ini alasannya.

Kontrak Futures Berbasis USDT Lebih Diminati

Saat BitMEX meluncurkan kontrak futures berbasis Bitcoinnya di 2016, ia menciptakan sebuah pergerakan baru untuk pelaku pasar crypto.

Walau bukan menjadi platform pertama yang menerbitkan kontrak futures dengan basis penyelesaian Bitcoin, BitMEX memberikan pandangan baru terhadap kontrak futures.

Kontrak BitMEX tidak pernah didasari oleh penyelesaian dengan uang fiat atau stablecoins. Walau dihitung dengan Dolar Amerika, semua keuntungan dan kerugian selalu dibayar dengan Bitcoin.

Baca juga: CME Bitcoin Futures Cetak Rekor $830 Juta, Tunjukkan Tren Bullish Masih Berlangsung!

Sekarang, di 2021, pandangan nampaknya telah berubah akibat kontrak berbasis penyelesaian Tether atau USDT terlihat lebih diminati.

Hal ini disebabkan lebih mudahnya perhitungan dilakukan terhadap kontrak tersebut terkait keuntungan, kerugian, dan juga margin yang diperlukan.

Selain itu, kontrak yang diselesaikan dengan crypto, atau dalam kasus ini dengan Bitcoin, nampaknya lebih cocok untuk trader yang sudah berpengalaman.

Kontrak Crypto Lebih Cocok untuk Trader Berpengalaman

Binance menjadi salah satu wadah yang memberikan pilihan untuk melakukan trading dengan kontrak berbasis penyelesaian dengan crypto.

Pilihan tersebut dapat ditemukan pada kolom Coin-M Futures sehingga tidak diperlukan stablecoins apa pun dalam transaksi.

Baca juga: Cara Trading Kontrak Futures di Binance

Sehingga, terdapat risiko margin yang lebih kecil akibat permasalahan stabilisasi stablecoins yang dapat dipengaruhi oleh kondisi pemerintah, seperti Dolar Amerika yang saat ini terdepresiasi.

Dengan menggunakan kontrak berbasis penyelesaian crypto seperti Bitcoin, trader dapat menghindari permasalahan ini sehingga memiliki risiko yang lebih kecil.

Namun sisi negatifnya adalah saat Bitcoin jatuh, jaminan dalam hitungan Dolar Amerika yang terikat pada kontrak futures juga jatuh.

Hal ini disebabkan nilai yang ditentukan secara pasti dimana 1 kontrak = 1 USD di BitMEX dan Deribit atau 1 kontrak – 100 USDat di Binance, Huobi, dan OKEx.

Efek ini diketahui dengan istilah “non-linear inverse future returns” yang artinya trader akan merasakan kerugian lebih besar saat harga aset jaminan atau penyelesaian kontraknya jatuh.

Lebih Mudah Dikelola, Namun Kontrak USDT Lebih Berisiko

Kontrak Futures berbasis penyelesaian USDT memang lebih mudah untuk dikelola akibat pergerakannya yang linear dan tidak dipengaruhi fluktuasi Bitcoin.

Trader yang menggunakan kontrak berbasis USDT tidak perlu memiliki Bitcoin untuk membuka posisi namun perlu membayar biaya tambahan.

Kontrak ini tidak membutuhkan pelindung aktif untuk menjaga risiko jaminan atau margin sehingga lebih cocok untuk trader ritel.

Perlu dicatat bahwa posisi jangka panjang dengan basis stablecoin memiliki risiko yang terikat dimana risiko tersebut akan naik saat terdapat partisipasi dari pihak ketiga.

Baca juga: Mendalami Hubungan Pasar Future dan Spot Bitcoin

Ini adalah salah satu alasan mengapa para individu yang memilih untuk staking dapat menghasilkan keuntungan lebih dari 11% dalam deposit stablecoin.

Pilihan basis kontrak ini adalah pilihan yang penting akibat dapat mempengaruhi keuntungan dan kerugian secara signifikan.

Investor institusional seperti pelaku arbitrase dan market maker yang sedang melakukan staking atau menjaga posisi dengan risiko yang kecil cenderung lebih memilih kontrak berbasis USDT.

Di sisi lain, investor ritel umumnya menyimpan Bitcoin atau berganti ke altcoins untuk mencari keuntungan yang lebih tinggi.

Sehingga saat ini kontrak berbasis USDT lebih diminati sebagian besar juga akibat dorongan dari investor institusional.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.