Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

CME Bitcoin Futures Cetak Rekor $830 Juta, Tunjukkan Tren Bullish Masih Berlangsung!

Wafa Hasnaghina     Friday, August 7 2020

Beberapa waktu ini Bitcoin berada dalam tren bullish yang cukup kuat. Terlepas dari analisis harga pada grafik-grafik tertentu, harga terus menunjukan peningkatan yang cukup signifikan dan berpuncap pada 2 Agustus lalu ketika mencapai $12.089.

Secara teknis, titik terendah yang lebih rendah belum terlihat sejak 2019 lalu, dan tampaknya akan melakukan uji di sekitar level $4.000.

Terlebih, untuk menembus level resistance di $10.000 itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Banyak dari para trader yang menganggap pasar ketika itu cenderung bearish. Hingga pada akhirnya memutuskan untuk berfokus pada altcoin, terlepas dari kinerja keseluruhan pasar mata uang crypto.

Satu-satunya kelemahan yang harus dipertimbangkan dan potensial adalah ketika trader top mengalami bearish, Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) berbalik turun, menyebabkan harga eksponensial di seluruh altcoin juga menurun.

Baca juga: Tahun 2020, Debat Bitcoin vs Altcoins Kembali Memanas!

Top Trader Kurangi Posisi Buy, Tetapi Pasar Tetap Bullish

Data terkait dengan posisi longtoshort para trader, yang menunjukan posisi yang dipegang oleh para trader profesional, baik pada platform Binance atau OKEx, terlihat tanda-tanda yang relatif netral hingga 26 Juli lalu, dan sejak saat itu para trader tetap pada posisinya. Meski terjadi flash crash pada 2 Agustus, data tersebut tetap menunjukan bullish.

Indikator derivatif dari Bitcoin Futures dan perdagangan opsi juga tetap sangat bullish meski $1 miliar dilikuidasi pada hari terjadinya flash crash tersebut.

Baca juga: 14 Triliun Dilikuidasi Setelah Bitcoin Tiba-Tiba Turun ke Level 150juta

Volume Tetap Kuat

Setelah mencapai harga puncaknya, volume pada pasar biasanya menunjukkan tren turun. Ini tidak selalu berarti menunjukkan sentimen bearish, tetapi hal ini sering terjadi pada siklus akumulasi.

Ketika volume tetap bertahan pada posisinya, walau dengan adanya pergerakan harga yang cukup kuat, belum bisa dipastikan apakah hal tersebut menunjukan indikator tren pasar yang sehat. Harus tetap dipastikan bahwa pergerakan volume pasar saat ini tidak lebih rendah dari volume pasar bulan sebelumnya.

Aktivitas Investor Institusi Tetap Kuat

Tidak seperti data volume, open interest kontrak berjangka memberikan gambaran yang lebih baik tentang total eksposur risiko investor.

Terlepas dari aktivitas perdagangannya, yang bisa saja lesu ketika ada pergerakan harga whiplash, open interest akan tetap tinggi selama pemain tetap membuka posisinya.

Untuk mengetahui aktivitas institusional dengan lebih baik, data dari Chicago Mercantile Exchange (CME) harus dianalisis secara terpisah.

Meningkatnya open interest di CME berjangka menunjukkan peningkatan aktivitas institusional. Seperti yang ditunjukkan di atas, indikator ini mencapai rekor tertinggi di $828 juta pada 3 Agustus lalu. Jumlah ini bertambah dua kali lipat dari bulan sebelumnya.

Derivatif Tunjukkan Top Trader Tetap Bullish

Indikator derivatif termasuk contango (basis), tingkat pendanaan, opsi 25% delta skew, dan rasio put/call secara jelas menandakan bullish

Baca juga: Data Bitcoin Berjangka Tunjukkan Pasar Bulls Meski Terjadi Flash Crash

Meskipun tidak ada indikator atau analisis tunggal yang memberikan kepastian atas pergerakan harga jangka pendek, eksposur bersih dari para trader top dan minat investor institusional yang meningkat menunjukkan adanya momentum bullish.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini