Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

14 Triliun Dilikuidasi Setelah Bitcoin Tiba-Tiba Turun ke Level 150juta

Wafa Hasnaghina     Sunday, August 2 2020

Harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum Ether (ETH) masing-masing turun 13% dan 21% hanya dalam beberapa menit pada 2 Agustus 2020. Peristiwa ini mau tidak mau akhirnya melikuidasi kontrak berjangka senilai lebih dari $1 miliar atau setara dengan 14 triliun karena pasangan BTC/USD tiba-tiba turun dari sekitar $12.000 atau Rp176 juta ke level $10.550 atau Rp154 juta.

Tampaknya ada dua alasan utama di balik kaskade likuidasi yang tiba-tiba ini. Pertama, volume di pasar cryptocurrency cenderung turun selama akhir pekan. Kedua, pasar masih terombang-ambing dengan adanya pembeli long atau pembeli Bitcoin itu sendiri.

Aksi Kejutan Tampaknya Selalu Mengikuti Pasar Pada Akhir Pekan

Pasar cryptocurrency cenderung melihat likuidasi besar selama akhir pekan. Likuiditas sering turun karena ada lebih sedikit pedagang yang aktif di pasar. Volume yang lebih rendah ini cenderung menyebabkan pergerakan harga yang besar. Hal ini membuat cryptocurrency menjadi lebih rentan.

Likuidasi massal menjadi lebih mungkin selama akhir pekan karena satu likuidasi besar dapat memicu kaskade likuidasi. Misalnya saja, ketika kontrak panjang dilikuidasi, memaksa pembeli untuk menjual di pasaran, yang nantinya menyebabkan tekanan jual.

Maka dari itu, sepertinya ada kontrak jangka panjang yang dilikuidasi pada akhir pekan lalu. Hal itu menyebabkan Bitcoin dan Ether terjun hanya dalam waktu 15 menit. Namun, ini terlihat tidak hanya pada satu peristiwa ini. Ada beberapa peristiwa likuidasi massal yang terjadi dalam lima bulan terakhir.

Peristiwa itu juga terlihat pada Black Thursday pada 13 Maret lalu, yang jumlah likuidasinya mencapai $1 Miliar. Demikian pula, sebelum terjadinya halving pada 11 Mei lalu, harga Bitcoin turun menjadi $8.100 dan menyebabkan likuidasi massal. 

Bitcoin dan Ethereum Sangat Bergantung kepada Pembeli

Dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah Bitcoin naik di atas $ 11.000, pasar mata uang crypto seakan sangat bergantung pada sisi pembeli. Tingkat pendanaan Bitcoin dan Ether mendekati level yang tidak berkelanjutan selama periode yang lama.

Hal ini terlihat pada bursa pertukaran berjangka, seperti BitMEX dan Binance Futures.

Bursa-bursa ini menggunakan mekanisme yang disebut “pendanaan” untuk menerapkan keseimbangan di pasar. Ketika sebagian besar pelaku pasar memegang kontrak long, maka pemegang short akan diberi insentif dengan biaya dan sebaliknya.

Sebelum penurunan, tingkat pendanaan Bitcoin ada di kisaran 0,0721% dengan tingkat pendanaan BTC rata-rata di sekitar 0,01%. Ini mengindikasikan pasar didominasi oleh kontrak long.

Lebih lanjut, adanya ketidakseimbangan pada pasar ini mempengaruhi Ether dengan sangat buruk. Tingkat pendanaan ETH berada pada 0,21%, yang menunjukkan adanya bias bullish yang signifikan. Namun, setelah adanya peristiwa likuidasi ini, tingkat pendanaan ETH diprediksi berada pada kisaran 0,19%. Ini menunjukkan bahwa yang mengambil ETH long tidak keluar dari pasar, tidak seperti yang terjadi pada Bitcoin.

Michael van de Poppe, seorang trader di Amsterdam Stock Exchange, sebelumnya sudah mengantisipasi turunya harga Ether menjadi $ 300 sebagai hasil dari peristiwa ini. Dia berkata:

“Mari kita lihat $ ETH pada $ 300-320.”

Untuk saat-saat ini, beberapa trader mengantisipasi akan ada aksi sideways dalam beberapa hari mendatang, mengingat Bitcoin telah rebound ke level kunci support di $11.300 dan gap berjangka CME kemungkinan akan muncul pada hari Senin, 3 Agustus mengingat harga penutupan pada Jumat, 31 Juli ada di $11.630. 

“Skenario bullish bergantung sekali pada threshold penting di $ 11.300-11.400 sebagai poros penahan harga Bitcoin,” Van de Poppe menjelaskan dalam analisis teknis BTC terbarunya.

Baca juga: 3 Sinyal Ini Indikasikan Harga Bitcoin Bakal Booming Seperti Tahun 2017

Sementara itu, dalam jangka menengah, ada peningkatan optimisme mengenai tren pada harga Bitcoin ini. Dilansir dari Cointelegraph, Kelvin Koh dari Spartan Black menyatakan pendapatnya ketika ditanya kapan BTC mencapai level tertinggi baru sepanjang masa

“Tanpa keraguan. BTC akan mencapai ATH baru di masing-masing dari 3 siklus terakhir dan ini tidak terkecuali. Efek kelangkaan, halving dan lebih banyak modal yang masuk pada pasar crypto akan memastikan hal itu (terjadi).”

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini