Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Investor Ritel Crypto di Amerika Naik! Menggunakan Dana Stimulus

Naufal Muhammad     Thursday, March 25 2021

Sekitar 7% dari masyarakat Amerika mengaku telah menggunakan dana bantuan stimulusnya untuk membeli Bitcoin dan Ethereum.

Lebih dari 50% masyarakat yang menerima dana bantuan menyatakan bahwa mereka tertarik untuk membeli crypto dengan dana bantuan yang mereka terima.

Dana Stimulus Salah Sasaran

Data ini didapatkan dari survei oleh Harris Insights & Analytics, perusahaan riset yang bergerak untuk menganalisis sentimen di masyarakat Amerika.

Menurut survey tersebut, sekitar 7% dari masyarakat yang mengikuti survei telah menggunakan dana stimulusnya untuk membeli Bitcoin dan Ethereum.

Hal tersebut dikabarkan terjadi akibat adanya apresiasi dalam pasar crypto beberapa pekan terakhir yang menghasilkan keuntungan.

Perlu diingat kembali bahwa dana stimulus yang diterima per orang adalah $1.400 atau Rp20 Juta.

Sehingga, dana ini berpotensi berdampak besar, jika dilakukan dalam jumlah tinggi.

Survei tersebut memiliki responden sebanyak 1.000 masyarakat Amerika dengan umur 18 Tahun ke atas.

Baca juga: CEO SkyBridge Capital Ungkap Bitcoin Lebih Baik dari Emas tapi Ada Syaratnya

Semua juga dilakukan agar data valid, dengan mempertimbangkan beberapa faktor lain seperti jenis kelamin, letak wilayah, dan lainnya.

Secara keseluruhan, hasil survei terlihat lebih mengkhawatirkan dengan 29% menyatakan berada di kondisi terburuk secara keuangan, akibat pandemi.

Sekitar 52% mengaku bahwa mereka memiliki kondisi sama secara keuangan, walau ada pandemi, dan 20% mengaku memiliki kondisi yang lebih baik.

Investor Crypto Amerika Meningkat

Yang lebih menariknya adalah 53% responden menyatakan bahwa mereka memiliki keinginan untuk membeli crypto menggunakan dana stimulus yang mereka dapatkan.

Asumsinya adalah mayoritas masyarakat sedang mencari alternatif dari uang fiat untuk menjaga kekayaannya di masa ketidakpastian ini.

Hal ini diakibatkan oleh investasi crypto yang sudah naik secara signifikan dalam enam hingga delapan bulan terakhir.

Willy Woo, analis pasar, menyatakan bahwa setiap harinya terdapat 100.000 investor Bitcoin baru.

Dalam empat tahun, ia percaya bahwa investor Bitcoin baru dapat mencapai satu miliar.

Kemungkinan besar angka tersebut dapat tumbuh lebih tinggi, mengingat saat ini belum ada pelacak yang tepat untuk angka investor baru.

Namun, dapat dipastikan bahwa akan terus naik secara signifikan akibat ketertarikan di sekitarnya.

Banyak masyarakat yang pindah ke pasar crypto dan pasar keuangan akibat masa pandemi ini dengan bukti nyata dari Robinhood, yang memperlihatkan apresiasi dalam penggunanya.

Baca juga: Penambang Bitcoin Raih Rekor Pendapatan Tertinggi, Berapa Jumlahnya?

Investor yang umurnya terlihat lebih muda nampaknya mendominasi di pasar keuangan dan pasar crypto akibat pencairan pendapatan lebih, menurut data survei.

Sebelum adanya pasar yang positif ini, Bitcoin berada di $20.000 atau Rp288,4 Juta sebelum naik secara signifikan hingga $61.800 atau Rp891,2 Juta, yang merupakan harga tertingginya.

Ethereum juga mengalami hal yang sama akibat dorongan dari Sektor Decentralized Finance (DeFi) dan Non-Fungible Token (NFT) yang terus naik beberapa pekan terakhir.