Investor Besar Beli Banyak Bitcoin Saat Koreksi, Berencana Terus Beli Lagi

Naufal Muhammad

9th June, 2021

Dikabarkan bahwa mayoritas investor besar atau whales terus melakukan pembelian dalam jumlah besar sejak Bitcoin dan pasar crypto mengalami koreksi.

Pembelian tersebut terlihat terus signifikan dan secara akumulatif saat Bitcoin jatuh di bawah $40.000 atau Rp570,54 Juta.

Investor Besar Membeli Bitcoin Secara Akumulatif Saat Koreksi

Sejak Bitcoin mengalami koreksi yang cukup signifikan, dikabarkan bahwa total jumlah pembelian investor besar telah mencapai jumlah yang signifikan.

Pembelian tersebut hingga hari ini secara akumulatif tercatat telah mencapai $2 Miliar atau Rp28,52 Triliun yang merupakan angka cukup besar hanya untuk Bitcoin.

Secara keseluruhan jika dijumlahkan dalam Bitcoin pembelian akumulatif tersebut telah menghabiskan 50.000 Bitcoin.

Menurut data dari Santiment, pembelian tersebut dilakukan oleh investor besar yang memiliki 100 hingga 10.000 Bitcoin dalam wallet atau dompetnya.

Menurut laporan dari Daily Hodl dengan sumber data dari Santiment , investor besar melakukan pembelian saat investor ritel kecil melakukan penjualan.

Pembelian tersebut dilakukan saat Bitcoin dirasa sedang “murah” oleh investor besar akibat tekanan jual dari investor ritel.

Pandangan tersebut juga membuat saat ini mayoritas investor besar dengan kepemilikan lebih dari 1.000 Bitcoin terlihat memiliki sekitar 7,88 Juta Bitcoin.

Angka tersebut merupakan angka terbesar sejak 14 Maret 2021, yang menyatakan bahwa saat ini investor besar masih percaya terhadap potensi Bitcoin.

Selain itu saat ini investor besar dengan kepemilikan 10 Bitcoin atau kurang sedang memiliki sekitar 2,65 Juta Bitcoin secara keseluruhan.

Angka tersebut merupakan angka terendah dalam enam bulan terakhir, yang menandakan masih lemahnya pengaruh dan kepercayaan oleh investor ritel kecil.

Oleh karena itu saat ini nampaknya investor besar, termasuk investor institusional masih terlihat percaya, walau melakukan sedikit tekanan jual.

Untuk saat ini investor institusional  masih terlihat percaya dengan salah satu contohnya adalah JPMorgan yang menyatakan pandangannya terhadap Bitcoin.

Masih Terus Membeli

JPMorgan menyatakan Bitcoin akan terus koreksi, namun percaya bahwa target jangka panjangnya masih berada pada $145.000 atau Rp2,06 Miliar per Bitcoin.

Sehingga ada kemungkinan besar bahwa perusahaan tersebut juga menjadi salah satu pihak yang melakukan pembelian.

Perusahaan lain yang juga terlihat akan membeli lagi dengan jumlah yang besar adalah MicroStrategy.

MicroStrategy saat ini sedang melakukan penjualan surat utang perusahaan dengan status junk bond atau surat utang berisiko tinggi.

Dikabarkan bahwa penjualan surat utang tersebut juga baru saja mengalami kenaikan dalam jumlah dan pendapatan.

Sebelumnya, MicroStrategy hanya berencana untuk menjual surat utang senilai $400 Juta atau Rp5,7 Triliun namun terlihat naik menjadi $500 Juta atau Rp7,13 Triliun.

Peningkatan penjualan tersebut terjadi setelah adanya laporan peningkatan permintaan terhadap surat utang perusahaan dari investor institusional.

Dikabarkan bahwa terdapat permintaan senilai $1,6 Miliar atau Rp22,82 Triliun terhadap surat utang MicroStrategy dengan tingkat keuntungan 6,125% per tahun.

Perusahaan ini sebenarnya telah memiliki sekitar 92.072 Bitcoin, namun nampaknya jumlah tersebut dirasa masih belum cukup.

Nantinya hasil penjualan surat utang tersebut dikabarkan akan penuh untuk membeli Bitcoin.

Keinginan untuk membeli ini muncul setelah Bitcoin jatuh di bawah $35.000 atau Rp499,22 Juta yang menandakan kepercayaannya yang kuat.

Hal tersebut juga memberikan panduan kepada investor ritel bahwa saat terjadi koreksi bukan berarti waktunya menjual namun untuk membeli lagi.

Di luar Bitcoin, data dari Santiment juga menunjukkan bahwa saat ini ketertarikan terhadap Ethereum juga terus meningkat.

Pernyataan ini didukung oleh data rasio nilai per transaksi atau value to transaction yang menyatakan bahwa terdapat harapan positif.

Harapan positif ini menandakan bahwa Ethereum memiliki kemampuan untuk naik lebih tinggi dari Bitcoin dalam jangka pendek terutama akibat investor institusional.

Sehingga dapat dikatakan bahwa saat ini pergerakan di pasar hanya sebuah koreksi dan konsolidasi akibat masih banyaknya kepercayaan terhadap crypto secara menyeluruh.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.