JPMorgan: Institusi Lebih Pilih Beli Bitcoin daripada Emas

Anisa Giovanny

9th October, 2021

Menurut JPMorgan reli minggu ini telah didorong oleh investor institusi yang melakukan lindung nilai terhadap inflasi dengan Bitcoin.

Bitcoin (BTC) telah memimpin reli 35% minggu ini dengan melonjak jauh di atas level resistensi $50.000 dan memulihkan kapitalisasi pasar menjadi $1 triliun menurut Coinmarketcap.

Menurut catatan yang dibagikan oleh JPMorgan dengan klien pada hari Kamis, kenaikan harga BTC baru-baru ini sebagian besar dikaitkan dengan investor institusi yang mencari lindung nilai terhadap inflasi.

“Munculnya kembali kekhawatiran inflasi di kalangan investor telah memperbaharui minat dalam penggunaan Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi. Investor institusional tampaknya kembali ke Bitcoin mungkin melihatnya sebagai lindung nilai inflasi yang lebih baik daripada emas,” kata para analis, dengan alasan telah terjadi pergeseran persepsi mengenai manfaat BTC dalam kaitannya dengan emas.

Bintang Shark Tank Kevin O’Leary menyatakan awal pekan ini bahwa crypto sekarang menyumbang alokasi yang lebih besar dalam portofolionya daripada emas.

Momentum menuju Bitcoin berbeda dengan laporan JPMorgan pada bulan Mei, ketika analis mencatat investor besar pada saat itu beralih dari Bitcoin dan beralih ke emas tradisional.

Dua Faktor Reli Bitcoin Menurut JPMorgan

JPMorgan memberikan dua faktor lain yang diyakini berada di balik reli saat ini:

Pertama adalah jaminan baru-baru ini oleh pembuat kebijakan AS bahwa tidak ada niat untuk mengikuti langkah-langkah China menuju pelarangan penggunaan atau penambangan cryptocurrency.

Kedua, kebangkitan baru-baru ini dari Lightning Network dan solusi pembayaran lapisan ke-2 dibantu oleh adopsi Bitcoin El Salvador.

Tidak seperti analis lain minggu ini, JPMorgan tidak mengutip spekulasi seputar persetujuan ETF berjangka Bitcoin sebagai pendorong harga yang signifikan.

Meskipun beberapa divisi JPMorgan mengungkapkan minat yang meningkat pada aset kripto dan inisiatif blockchain.

CEO Jamie Dimon menyatakan dalam sebuah wawancara pada 22 Oktober bahwa ia tetap skeptis terhadap BTC dan bahkan membandingkannya dengan menyebut Bitcoin sebagai emas yang sedikit bodoh.

Dengan laporan ini menunjukan bahwa institusi lebih menaruh kepercayaan terhadap Bitcoin untuk melindungi nilai dan aset perusahaan mereka terhadap inflasi yang hampir tidak bisa dihindari.

Bitcoin seperti yang diketahui tidak dikontrol oleh siapa pun, persediannya terbatas, dan bersifat terdesentralisasi sehinga tidak ada otoritas yang mampu mencetak Bitcoin dan mengontol harga sesuai keinginan mereka.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency