Coinvestasi (Banner Ads - Promo Coupon)

Berita Altcoins · 6 min read

Ini Jumlah Burn Rate Ethereum Setelah London Hard Fork

London hard fork telah resmi dilakukan dan proposal pembaruan yang ada di dalamnya telah resmi diimplementasikan.

Salah satu dari proposal tersebut mengimplementasikan mekanisme burn yang dimana nantinya akan membuat jumlah Ethereum terus berkurang.

Burn ini sudah dilakukan sejak kemarin, saat hard fork ini resmi berjalan, namun masih banyak yang belum mengetahui jumlahnya.

Mekanisme Ethereum Burn Resmi Diimplementasikan

Menurut data dari Watch The Burn, saat ini jumlah Ethereum (ETH) yang telah hilang sejak London Hard Fork telah mencapai sekitar 4.000 ETH.

Jumlah ini sama dengan  sekitar 2,3 ETH per menit yang hilang menurut data dari Etherchain akibat mekanisme burn baru untuk membuat Ethereum lebih langka.

Semua ini dibuat mungkin akibat adanya proposal EIP-1559 yang mengimplementasikan mekanisme burn untuk mempermudah transisi ke Ethereum 2.0.

Dengan harga saat ini di sekitar Rp40 Juta, jumlah Ethereum yang hilang per menit berada pada nilai sekitar Rp92 Juta.

Mekanisme burn ini disandingkan dengan perubahan mekanisme dalam biaya transaksi jaringan atau gas fees.

Perubahan tersebut adalah penghapusan atau burn sekitar 25% hingga 75% dari Ethereum yang  telah digunakan sebagai biaya transaksi.

Oleh karena mekanisme ini, semakin banyak pengguna jaringan yang melakukan transaksi, maka semakin banyak juga Ethereum yang dihilangkan.

Menurut data, saat ini penyumbang terbesar dalam mekanisme ini adalah Bursa Non-Fungible Token (NFT) yaitu OpenSea.

Dikabarkan bahwa bursa NFT umum terbesar di jaringan Ethereum tersebut telah menyumbang penghilangan sekitar 474 Ethereum sejak London Hard Fork.

Peringkat kedua penyumbang mekanisme burn ini adalah bursa terdesentralisasi atau DeX Uniswap (UNI) versi kedua.

Saat ini Uniswap V2 telah membantu membakar lebih dari 316 Ethereum dan angkanya masih terus meningkat.

Hal ini disebabkan banyaknya transaksi yang terjadi di DeX tersebut, bersama dengan perkembangan Decentralized Finance atau DeFi saat ini.

Terdapat beberapa estimasi terkait mekanisme burn dan perhitungannya utuk jumlah Ethereum yang akan hilang di Tahun 2021.

Saat ini perkiraan yang paling umum adalah sekitar 800 Ribu hingga 2,4 Juta Ethereum yang akan hilang di Tahun 2021.

Julukan “Ultrasound Money”

Saat ini akibat mekanisme burn, komunitas Ethereum memiliki julukan baru kepada Ethereum yaitu “Ultrasound Money”.

Asal-usul dari istilah ini berawal dari Vitalik Buterin yang menyatakan bahwa Ethereum adalah uang “Supersonic” yang mereferensikan kecepatan dan efisiensinya.

Namun komunitas mengubahnya akibat setelah Justin Drake, salah satu pihak utama di tim Ethereum, menyebutnya sebagai Ultrasound Money.

Ultrasound ini diartikan beberapa cara dimana diantaranya merujuk pada keamanan, keterbatasan, kecepatan, dan juga efisiensi dari Ethereum yang bisa bergerak tanpa pihak ketiga.

Perlu diingat bahwa istilah ini bukan istilah resmi namun merupakan sebuah julukan lelucon akrab dari komunitas investor Ethereum kepada aset ini.

Intinya julukan ini juga mengedepankan sifat Ethereum yang juga nantinya akan terbatas karena mekanisme burn ini.

Jumlah Ethereum yang terbatas juga akan mempermudah transisi dari Ethereum ke Ethereum 2.0 yang akan merubah sistem validasi transaksi.

Nantinya Ethereum akan berubah menjadi sistem Proof of Stake (PoS) dari saat ini Proof of Work (PoW), yang membuat penambangan tidak ada.

Namun perubahan ini tidak memaksakan penambang untuk berhenti karena mengingat jaringan lama dengan sistem PoW masih akan hidup.

Tapi Ethereum akan mempersulit penambangan untuk membuat para penambang juga berhenti dan pindah ke jaringan PoS agar berubah menjadi validator dengan staking Ethereum.

Sistem PoS berbeda dengan PoW karena nantinya tidak ada Ethereum yang diterbitkan lagi karena seluruh imbalan akan berputar dari hasil staking validator dan pengguna jaringan.

Jadi, transisi peningkatan kesulitan menambang dan mekanisme burn yang sedang dan akan dilakukan memiliki tujuan untuk mempermudah berjalannya Ethereum 2.0.

Oleh karena itu, saat ini kemungkinan besar Ethereum akan mulai terbatas dan akan terus berkurang terutama melihat saat ini jumlah yang dihilangkan masih lebih besar dari yang diterbitkan.

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Naufal Muhammad

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.