Berita Industri · 8 min read

5 Holder Kripto Terkaya di Dunia 2025

kripto
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Kepemilikan aset kripto terbesar di dunia tidak hanya berada di tangan institusi, tetapi juga individu-individu yang dapat dilacak langsung melalui data on-chain. Berdasarkan laporan Arkham Intelligence bertajuk The Richest Crypto Holders, terdapat sejumlah nama yang menguasai aset kripto bernilai ratusan juta hingga puluhan miliar dolar AS.

Daftar ini sepenuhnya berbasis data on-chain, bukan estimasi kekayaan di luar blockchain. Artinya, yang dihitung hanya aset kripto yang benar-benar dapat dilacak di jaringan publik. Berikut lima holder kripto terkaya di dunia pada 2025.

Baca juga: 5 Tren Kripto Terpopuler di 2025

Satoshi Nakamoto

Satoshi Nakamoto menempati posisi pertama sebagai holder kripto terkaya di dunia dengan nilai aset on-chain sekitar US$98 miliar hingga US$115 miliar. Seluruh kekayaan ini berasal dari Bitcoin yang ditambang pada periode 2009–2010 dan tersebar di sekitar 22.000 alamat.

Hingga kini, tidak satu pun Bitcoin milik Satoshi pernah bergerak. Setiap potensi pergerakan dari alamat-alamat ini diperkirakan akan menimbulkan guncangan besar di pasar kripto global. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, nilai kekayaan tersebut secara teori menempatkan Satoshi di jajaran 20 orang terkaya di dunia.

Baca juga: Satoshi Nakamoto Turun Peringkat Orang Terkaya Dunia Usai Bitcoin Anjlok 30% dari ATH

Justin Sun

Justin Sun berada di posisi kedua dengan kekayaan on-chain sekitar US$1,8–US$1,9 miliar. Ia dikenal sebagai pendiri TRON dan tokoh sentral di berbagai proyek kripto besar, termasuk BitTorrent.

Portofolio on-chain Justin Sun tersebar di berbagai aset utama seperti TRX, Bitcoin, stETH, dan sejumlah token lain. Arkham mencatat bahwa nilai kekayaan total Sun, jika digabungkan dengan aset off-chain, diperkirakan jauh lebih besar dari angka on-chain yang terverifikasi. Aktivitas dompetnya juga kerap menjadi sorotan, termasuk keterlibatannya dalam proyek World Liberty Financial yang sempat memicu kontroversi.

Baca juga: Justin Sun Gugat Bloomberg Soal Rencana Bongkar Kepemilikan Kripto Pribadi

Rain Lohmus

Rain Lohmus menempati peringkat ketiga dengan kekayaan on-chain sekitar US$775–US$886 juta. Ia merupakan bankir asal Estonia dan salah satu investor awal Ethereum melalui ICO pada 2014.

Lohmus diketahui memiliki sekitar 250.000 ETH hasil investasi awal senilai sekitar US$75.000. Namun, seluruh aset tersebut tidak dapat diakses karena ia kehilangan private key dompetnya. Kekayaan ini secara teknis ada di blockchain, tetapi sepenuhnya terkunci. Kasus Lohmus sering dijadikan contoh ekstrem risiko self-custody dalam ekosistem kripto.

Baca juga: Netflix Garap Film Komedi soal Lupa Password Wallet Kripto

Vitalik Buterin

Vitalik Buterin berada di posisi keempat dengan kekayaan on-chain sekitar US$750–$870 juta. Sebagian besar asetnya berasal dari ETH yang dialokasikan sejak peluncuran Ethereum pada 2015.

Selain sebagai salah satu pendiri Ethereum, Buterin juga dikenal karena sering menerima kiriman token dari proyek-proyek lain tanpa persetujuan, terutama memecoin. Meski demikian, kepemilikan ETH tetap menjadi komponen utama kekayaannya dan mencerminkan peran sentral Ethereum sebagai infrastruktur Web3 global.

Baca juga: Ethereum Kembangkan Protokol Secret Santa Berbasis Zero-Knowledge untuk Dorong Privasi On-Chain

James Howells

James Howells menutup lima besar dengan kekayaan on-chain sekitar US$720–$838 juta. Ia merupakan penambang Bitcoin awal yang memperoleh sekitar 8.000 BTC pada 2010 menggunakan laptop pribadinya.

Pada 2013, Howells secara tidak sengaja membuang hard drive yang berisi private key Bitcoin tersebut. Hingga kini, hard drive tersebut diyakini terkubur di tempat pembuangan sampah di Wales. Meski upaya penggalian telah berkali-kali diajukan, aset tersebut tetap tidak dapat diakses. Seperti Rain Lohmus, kasus Howells menjadi pengingat nyata bahwa kepemilikan kripto sepenuhnya bergantung pada pengelolaan private key.

Baca juga: Setelah 12 Tahun, Pria Ini Menyerah Cari Hard Drive Berisi 8.000 BTC

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.