Harga Bitcoin Memulih, Trader Justru Kehilangan Kepercayaan Diri

Rossetti Syarief

11th January, 2022

Koreksi Bitcoin yang berjalan secara berkala mengakibatkan kekhawatiran besar bagi para trader dan investor. Mereka bahkan berpendapat, jika fenomena ini merupakan crypto winter yang selanjutnya.

Pasalnya, Bitcoin secara singkat menandai penurunan drastis 42,6% dari harga tertingginya sepanjang masa pada 22 November 2021 silam, dengan menetapkan nilai $39,650. 

Crypto winter sendiri adalah kondisi yang terjadi ketika nilai aset crypto mengalami koreksi yang jauh di bawah nilai tren bullish normal.

Meskipun pada saat penulisan harga Bitcoin sudah memulih menetapkan harga $42,214, Keyakinan investor pada cryptocurrency termasuk aset raksasa crypto terpantau penurun.

Hal itu dipicu oleh pengumuman The Fed pada 5 Januari lalu yang meluncurkan risalah rapat mereka bulan Desember, di mana para pejabat menyebutkan potensi kenaikan suku bunga yang lebih awal.

Dihari yang sama, gejolak politik Kazakhstan menambah tekanan lebih lanjut ke pasar. Internet negara tersebut ditutup di tengah protes, menyebabkan hashrate jaringan Bitcoin menurun 13,4%.

Selain kedua alasan tersebut, ada juga beberapa indikator yang juga mendukung. Simak artikel di bawah ini untuk menemukan jawabannya.

Baca Juga: The Fed Konfirmasi Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Crypto?

Futures Traders Terpantau Netral

Untuk menganalisis seberapa bullish atau bearish trader profesional, seseorang harus memantau futures premium, yang juga dikenal sebagai basis rate.

Nantinya, indikator yang akan mengukur perbedaan antara longer-term futures contracts dan tingkat pasar pada saat ini.

Bitcoin 3-month future contracts basis rate

Perhatikan bagaimana premi pasar futures tidak diperdagangkan di bawah 7% selama beberapa bulan terakhir. Ini adalah indikator yang sangat baik, mengingat tidak adanya kekuatan harga Bitcoin selama periode ini.

Sementara itu, situasi Contango atau kondisi ketika harga suatu aset di pasar futures lebih tinggi ketimbang harganya di pasar spot dengan premi tahunan 5% hingga 15%, juga begitu diharapkan.

Sementara Options Traders Tidak Begitu Bullish

Untuk mengecualikan eksternalitas khusus untuk futures instrument, investor juga harus menganalisis pasar options.

Terlihat indikator delta skew sebesar 25% telah membandingkan call options (beli) dan put options (jual) yang serupa. Indikator tersebut akan berdampak positif jika harga aset sedang down atau sedang banyak kekhawatiran di pasar, seperti sekarang.

Hal itu disebabkan karena premium atau perbedaan positif saat harga options jual lebih tinggi dari spot, lebih tinggi dari premiumnya options beli.

Kebalikannya berlaku ketika keserakahan investor yang menyebabkan indikator delta skew sebesar 25% bergeser ke area negatif.

Deribit Bitcoin options 25% delta skew

Secara keseluruhan, sentimen tersebut menandakan kepesimisan pada trader. Ditambah lagi, di pasar futures terdapat likuidasi sebesar $2,1 miliar yang mendorong trader kehilangan kepercayaan dirinya, meski Bitcoin sudah memulih. 

Sementara sejauh ini, tidak ada indikasi dukungan kuat yang datang dari trader pro.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.