4

Mau tau harga Bitcoin terbaik?

Klik di sini
BELI BITCOIN DENGAN HARGA BITCOIN TERBAIK

Dapatkan rekomendasi pembelian bitcoin dengan harga terbaik dari kami

Mau tau harga Bitcoin terbaik?

Klik di sini

Crypto Winter: Definisi, Periode, dan Prediksinya

Harga crypto tahun ini berhasil raih peningkatan yang luar biasa, ditandai dengan harga Bitcoin yang berhasil raih harga tertinggi sepanjang masa di $68.789,63 setara dengan 987 juta Rupiah.

Selain raja aset kripto itu beberapa altcoin juga alami peningkatan signifikan, di antaranya adalah Solana, Ethereum, bahkan token-token meme seperti Doge atau Shiba Inu.

Karena harga crypto tahun ini bisa dibilang cukup gila, maka muncul kekhawatiran lain yakni datang crypto winter atau musim dingin crypto, hal ini bukan tanpa alasan, soalnya harga crypto tidak akan selamanya hijau ada masanya aset-aset terdesentralisasi ini akan merah.

Apa itu crypto winter dan kapan itu terjadi?

Mengenal Crypto Winter

Crypto winter adalah kondisi yang terjadi ketika nilai aset kripto mengalami koreksi drastis dan jauh di bawah nilai tren bullish normal.

Contohnya pada Juni, di mana aset kripto anjlok dengan Bitcoin yang sempat jatuh ke kisaran $31.000, padahal di April Bitcoin meraih harga $63.000-an, dengan penurunan ini artinya raja aset kripto tersebut kehilangan setengah harganya.  

Melihat fenomena ini, maka tak heran banyak yang berspekulasi bahwa crypto winter akan tiba, walau tidak ada yang tahu pasti kapan itu terjadi, dilansir dari CNBC Indonesia, crypto winter akan terjadi apabila nilainya masuk ke level $20.000 AS, sedangkan untuk saat ini harga Bitcoin masih terpantau berada di $47.000.

Penyebab Crypto Winter

Kekhawatiran crypto winter ini muncul karena ada beberapa sentimen negatif yang cukup memengaruhi harga crypto.

Di antaranya China yang mulai menindak tegas aturan mining dan membuat para miner harus memutar otak dengan memindahkan operasionalnya.

Kemudian, Elon Musk yang menunjukan ketidaksenangannya dengan konsumsi daya mining yang tidak ramah lingkungan, selanjutnya hal-hal yang ada di Amerika nampak belum jelas.

Misalnya infrastruktur Presiden Joe Biden telah ditandatangani menjadi undang-undang, termasuk peraturan baru tentang pelaporan pajak keuntungan kripto, serta aset blockchain lainnya seperti NFT.

Investor Crypto melihat ketentuan ini tidak menguntungkan, karena mereka membatasi kebebasan finansial yang melekat dalam industri mata uang digital. Amerika melalui The Fed juga mempercepat tapering yang diprediksi akan membuat harga aset berisiko salah satunya crypto terkena dampak.

Prediksi Crypto Winter

Crypto winter terakhir terjadi pada 2018, harga Bitcoin kala itu turun hingga 70%, penurunan harga ini pun tidak berselang lama setelah harga BTC sentuh all time high mendekati $20.000 kala itu.

Di 2019 harga Bitcoin pun cenderung stagnan, di awal 2020 harganya pun mengalami penurunan cukup signifikan karena kabar Covid-19.

Crypto baru menunjukan kebangkitan menjelang akhir tahun 2020 dan di 2021 harganya pun reli dengan cukup mengesankan meski alami koreksi beberapa kali.

Melihat pola waktu tersebut, Boby Lee, CEO BTCC memaparkan jika harga Bitcoin cenderung mengikuti siklus empat tahunan dengan lompatan harga yang besar, misalnya di 2013 ke 2017.

Jika siklus serupa terulang maka 2021 ini adalah lonjakan yang besar, sejauh ini sudah terbukti sebab Bitcoin raih harga tertinggi sepanjang masa. Setelah alami lonjakan diprediksi harga Bitcoin akan alami koreksi cukup parah jika mengikuti fase bull run sebelumnya.

Di acara Coinfest 2022, Chris Tahir Founder Cryptowatch pun memprediksi waktu crypto winter. Ia melihat berdasarkan pola harga baik horizontal atau vertikal.

“Ada dua pola yang dilihat, horizontal berdasarkan waktu, mengukur dari halving ke pucuk. Di mana kalau dilihat halving pertama ke pucuk itu sekitar 12 bulan, di halving kedua hingga ke pucuk 17 bar, kalau pola ini berjalan kembali, “pesta” akan selesai di kuartal satu 2022 atau Maret 2022,” katanya.

CEO Kraken Jesse Powell pun mengatakan bahwa crypto winter mungkin terjadi melihat harga Bitcoin yang sedang sideways di kisaran $48.000-$47.000.

Meskipun musim dingin crypto tiba, Powell yakin bahwa pasar akan bangkit kembali ketika investor mulai membeli, jika BTC turun di bawah $40.000:

“Saya pikir banyak orang melihat sesuatu di bawah $ 40.000 sebagai peluang pembelian. Saya pribadi membeli ketika kami turun kembali mendekati $ 30.000 beberapa bulan yang lalu dan saya pikir banyak orang hanya menunggu untuk kembali dengan harga terendah.”

Berapa Lama Waktu Crypto Winter?

Dilansir dari CNBC periode musim dingin crypto ini diprediksi akan berlangsung dua hingga tiga tahun, namun ini hanya perkiraan. Beberapa ahli seperti  Benjami Cowen masih meragukan tingkat keakuratan dari pola empat tahunan harga Bitcoin.

Ia menyatakan bahwa siklus harga tidak selalu terjadi selam aempat tahun sekali. Hal ini dikarenakan jumlah permiutaan dan penawaran Bitcoin sering mengalami perubahan.

Selain itu, tidak ada pola yang sama persis terulang dua kali, tahun ini dan tahun 2017 pun harga Bitcoin digerakan oleh investor yang berbeda, empat tahun lalu harga aset temuan Satoshi Nakamoto itu digerakan investor ritel sedangkan tahun ini oleh investor institusi. Maka, sekali pun crypto winter terjadi kemungkinan akan memiliki perbedaan dari sebelumnya.

Bagaimana menghadapi crypto winter? Simak tipsnya di artikel Coinvestasi selanjutnya.

Top exchange
Lihat semua

Pertanyaan penting

Apa itu crypto winter?

Crypto winter adalah kondisi yang terjadi ketika nilai aset kripto mengalami koreksi drastis dan jauh di bawah nilai tren bullish normal.

Apa saja penyebab crypto winter?

Penyebab crypto winter bermacam-macam namun secara umum disebabka karena sentimen negatif dan pengaruh kondisi ekonomi global yang membuat orang menjadi ragu dan kehilangan kepercayaan dengan aset spekulatif seperti crypto.

Kapan crypto winter terjadi?

Crypto winter terjadi di 2018 dan kini kembali lagi di tahun 2022.

Berapa lama crypto winter berlangsung?

Crypto winter diprediksi akan terjadi 2-3 tahun.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Panduan Terkait
Rekomendasi aplikasi beli bitcoin