Harga Bitcoin Jatuh 15% dalam Satu Hari, Akibat Kesalahan Teknis

Naufal Muhammad

22nd January, 2021

Bitcoin baru saja jatuh sekitar 15,6% dalam satu hari yang membawa harganya turun ke sekitar $30.000 atau setara dengan Rp421 Juta. Koreksi ini terjadi hanya dalam 24 Jam terakhir Hari Kamis kemarin akibat kabar kesalahan teknis pada jaringan Bitcoin.

Harga Bitcoin Jatuh 15% dalam Satu Hari

Akibat dari koreksi ini, Bitcoin hampir kehilangan seluruh apresiasi harganya yang terjadi di 2021. Hal ini disebabkan sebelumnya Bitcoin naik hampir ke $42.000 menurut data dari Bitfinex di awal minggu kedua Januari 2021. 

Pergerakan tersebut membuat adanya depresiasi harga hampir 30% dari harga tertingginya beberapa hari yang lalu. Sehingga mayoritas altcoins terlihat ikut turun, membuat Hari Kamis 21 Januari 2021 kemarin adalah hari koreksi terbesar di pasar crypto.

Baca juga: Duh Gara-gara Bitcoin, Kapitalisasi Crypto Ambruk $50 Miliar

Ethereum (ETH) terlihat jatuh sekitar 22,47% dalam satu hari bersama Polkadot (DOT) yang juga jatuh sekitar 17,65% kemarin. Cardano (ADA) juga jatuh sekitar 20% lebih kemarin bersama Litecoin (LTC) dan Chainlink (LINK) yang jatuh 15,96% dan 18,11%. 

Koin-koin kapitalisasi pasar ukuran besar tersebut mencerminkan kondisi pasar crypto saat ini. Sehingga banyak yang investor yang bertanya apa sebenarnya penyebab koreksi yang terjadi pada Bitcoin sehingga bisa jatuh kemarin.

Penyebab Bitcoin Jatuh

Mayoritas analis memprediksi bahwa penyebab jatuhnya Bitcoin kemarin adalah akibat berita yang memiliki indikasi penyebaran FUD atau fear, uncertainty, dan doubt. Berita itu datang dari BitMex yang melihat bahwa ada transaksi ganda atau double spending pada blockchain Bitcoin. 

Transaksi ganda ini berarti adanya kesalahan teknis atau kerusakan dalam jaringan yang membuat pemilik Bitcoin dapat melakukan transaksi menggunakan Bitcoinnya lebih dari satu kali. Kerusakan ini dapat terjadi akibat adanya fork kecil pada satu jaringan dimana beberapa block tercipta di saat yang bersamaan.

Transaksi ganda ini hanya terjadi dengan nilai $21 atau hampir setara dengan Rp300.000. Walaupun nilainya kecil, nampaknya kabar ini telah membuat kepanikan di pasar akibat kekhawatiran kerusakan transaksi.

Baca juga: Bitcoin Koreksi Lebih Dalam! Menurut Analis Masih Sehat dan Wajar

Kerusakan ini membuat investor takut untuk menyimpan Bitcoinnya, terutama investor pemula yang sering kali tergiring opini FUD ini. Hasilnya tekanan jual terhadap Bitcoin masih terlihat kuat.

Tekanan jual ini terlihat berdampak juga pada mayoritas pasar crypto yang terlihat masih turun atau bearish. Tetapi pergerakan ini bukan suatu hal yang perlu dikhawatirkan, akibat masih ada beberapa prespektif yang menunjukkan bahwa Bitcoin masih akan naik setelah koreksi ini.

Potensi Apresiasi dari Sisi Fundamental

Daripada mengikuti kepanikan yang sedang terjadi, ada baiknya sebagai investor kita menganalisis beberapa sentimen yang akan mendorong harga pulih. Jika dilihat dari sisi fundamental yaitu berita saat ini, Bitcoin memiliki tiga sentimen positif.

Sentimen pertama adalah BlackRock, perusahaan investasi terbesar di dunia yang mulai mematangkan rencananya untuk membeli Bitcoin serta kontrak berjangkanya. Jika mereka melanjutkan rencananya, melihat dana yang dikelolanya mencapai $8 Triliun saat ini, kemungkinan besar akan terjadi aliran dana signifikan yang mengangkat harga Bitcoin.

Baca juga: BlackRock Melangkah ke Dunia Crypto! Membuka Peluang Investasi Baru

Selain itu terdapat kabar dari Grayscale yang masih terus akumulasi persediaan Bitcoinnya. Diprediksi bahwa Grayscale akan terus melakukan akumulasi akibat harga saat ini yang murah dan permintaannya yang terus meningkat.

Sentimen terakhir datang dari Joe Biden yang resmi dilantik sebagai Presiden. Walau kemarin membekukan beberapa proses peraturan baru, termasuk peraturan KYC exchange crypto dari mantan Menteri Keuangan, terdapat prediksi bahwa Biden itu baik untuk crypto, menurut Yahoo Finance.

Tidak bisa dilupakan juga bahwa saat ini adalah akhir bulan dan umumnya kontrak futures akan jatuh akibat penutupan di akhir bulan. Mengingat Bitcoin memiliki kontrak futures atau kontrak berjangka, jika harga kontrak itu jatuh, maka Bitcoin akan jatuh.

Tapi mengingat pergerakan pada Bulan Januari, saat kontrak baru Dibuka, harga kontrak tersebut akan naik. Jika harga kontrak naik maka kemungkinan besar harga Bitcoin juga akan terdampak untuk ikut naik.

Potensi Apresiasi dari Sisi Teknikal

Jika fokus ke sisi teknikal, saat ini belum ada konfirmasi bahwa harga akan naik kembali. Tetapi ada potensi apresiasi karena di batas bawah $29.635 terdapat wick panjang dari candlestick 4 jam. 

Grafik Pergerakan Harga Bitcoin 4 Jam

Wick ini umumnya menandakan adanya penolakan pada batas tersebut yang biasanya berujung pada putar balik arah. Jika dilihat dari grafik 1 Jam, pada penolakan candlestick 4 Jam tersebut ada candlestick-candlestick 1 Jam yang membentuk pola Morning Doji Star yang umumnya jadi tanda harga naik.

Saat ini, candlestick 4 Jam juga mencoba membentuk pola yang sama akibat candlestick hijau yang terbuka pada pukul 11.00 WIB. Batas utama saat ini berada sedikit di atas $30.000 yang telah menjadi batas bawah sejak awal Januari 2021.

Jika dilihat dari pergerakan harga, kemungkinan koreksi ada beberapa tujuan dengan potensi terburuk untuk melewati $19.331. Jika harga melewati batas tersebut, kemungkinan harapan apresiasi harga Bitcoin akan kandas. Tapi kemungkinan itu masih sangat kecil akibat wick yang besar dan Indikator RSI yang mulai masuk zona oversold. 

Saatnya Membeli

Kesimpulannya, saat ini harga mulai terlihat jenuh terhadap koreksinya yang membuat adanya kesempatan beli yang cukup bagus. Mengingat belum adanya konfirmasi yang kuat di grafik 4 Jam, jika ingin membeli, investor disarankan menggunakan metode Dollar Cost Averaging agar dana aman dan tidak tertinggal jika ada diskon berikutnya.

Baca juga: Investor Institusi Kian Tak Tahan Melihat Geliat Bitcoin Selama Pandemi

Mayoritas Institusi besar seperti JPMorgan dan OkeX juga masih memprediksi Bitcoin masih bisa naik bahkan menuju harga $100.000. OkeX juga terlihat mulai membeli di koreksi ini dengan volume cukup signifikan sehingga jika investor memiliki kekhawatiran, saat ini tidak perlu diperbesar.

Intinya jika investor percaya terhadap kemampuan Bitcoin, saat ini bukan saat untuk khawatir atau takut. Tapi saat ini adalah saatnya hold atau bahkan akumulasi beli akibat diskon karena potensi Bitcoin dan pasar cryptomasih besar bersama banyaknya institusi yang mulai tertarik.

*Disclaimer

Tulisan dalam artikel ini adalah pandangan dari penulis secara pribadi. Tulisan ini bukan merupakan saran investasi legal namun analisis menurut pandangan pribadi. Coinvestasi tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang didapatkan dari analisis ini.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.