4 Alasan Bitcoin Mulai Pulih, Pertanda Baik untuk Pasar Crypto

Sentimen negatif di sekitar pasar crypto nampaknya masih terus berlanjut, terutama dengan Cina yang masih menebarkan FUD di sekitar pasar.

Namun, nampaknya saat ini terdapat beberapa pertanda yang dapat menjadi alasan bahwa potensi pemulihan dapat terjadi dalam waktu dekat.

4 Alasan Bitcoin Mulai Pulih

Walau saat ini mayoritas investor masih memiliki persepsi negatif, terdapat beberapa data yang dapat membuktikan bahwa Bitcoin dapat mulai pulih.

Perlu diingat bahwa tidak ada yang mengetahui akhir koreksi ini, namun beberapa data ini dapat menjadi pertanda dan bantuan analisis untuk melihat akhir koreksi.

1. Indeks Fear & Greed

Data Indeks Fear & Greed menunjukkan data yang belum pernah terlihat lagi sejak April 2020, dimana saat itu pasar crypto mengalami koreksi dalam.

Pada saat itu Bitcoin sendiri mengalami koreksi yang cukup dalam yaitu lebih 50% akibat adanya pengumuman pandemi Covid-19.

Saat itu, mayoritas pelaku pasar menyebut koreksi oleh Bitcoin dan pasar crypto sebagai “Black Thursday” atau “Kamis Kelam”.

Namun, di sisi positifnya, saat itu adalah saat yang sangat baik untuk melakukan pembelian, walau tidak terlihat jelas pada saat peluang itu terjadi.

Saat ini, hal yang sama terjadi, dimana koreksi terjadi lebih dari 50%, yang dapat menjadi pertanda pemulihan yang tinggi jika hal yang sama terjadi.

Mayoritas investor menganggap hal ini menjadi pertanda untuk melakukan pembelian kembali, walau masih terdapat beberapa yang negatif.

Tapi hal ini dapat dijadikan pertanda yang cukup baik akibat dalam pasar keuangan, searah cenderung berulang kembali.

2. Model Stock to Flow

Selain data Indeks Fear & Greed, Model Stock to Flow (S2F) yang umumnya memprediksi pergerakan Bitcoin, juga memperlihatkan hal yang sama.

Saat ini model tersebut memprediksi bahwa batas bawah koreksi adalah pada $30.000 atau Rp429,9 Juta.

Melihat adanya pemulihan dari batas tersebut, Model S2F memprediksi bahwa akan terjadi pemulihan, jika melihat pada pergerakan sejarah prediksi S2F sebelumnya.

Dalam sejarah Bitcoin, Model S2F dan siklus halving 4 Tahun telah memprediksi pergerakan Bitcoin secara akurat.

Pernyataan dari PlanB, pencipta model ini, memiliki kesimpulan bahwa kondisi saat ini hanya sebuah koreksi dan pasar apresiasi atau bull market masih akan terus berlanjut.

Oleh karena itu, jika mengacu pada model ini, saat ini batas bawah pergerakan regresi model masih berada pada Rp429,9 Juta.

Sebelumnya saat berada pada batas bawah regresi model, Bitcoin mengalami apresiasi yang cukup signifikan, seperti di 2019 dan 2020.

3. Jumlah Stablecoin di Bursa Meningkat

Jumlah Stablecoin yang berada di mayoritas bursa dunia saat ini berada pada angka tertingginya yang membuat pertanda adanya pihak besar yang menunggu untuk membeli.

Namun terdapat kemungkinan lain bahwa angka ini merupakan aliran dana dari investor baru yang baru saja masuk ke dalam ekosistem crypto.

Tapi melihat data yang beredar saat ini, kemungkinan besar dorongan beli tersebut adalah sebab dari investor besar yang bersiap membeli dalam jumlah besar.

Sebagai tambahan, John Bollinger, pencipta indikator Bollinger Bands, percaya Bitcoin berada pada batas bawahnya, yang menandakan potensi pemulihan akibat kejenuhan koreksi.

Semua pertanda ini bergerak menjadi satu untuk membuktikan bahwa terdapat potensi pemulihan oleh Bitcoin dalam jangka pendek.

Setelah mengalami koreksi yang cukup signifikan, nampaknya saat ini merupakan saat yang tepat untuk Bitcoin mulai pulih kembali.

4. Dominasi Bitcoin Mulai Pulih

Pertanda terakhir adalah dominasi Bitcoin yang angkanya telah mulai mengalami pemulihan kembali ke 47% setelah menyentuh 40%, nilai terendahnya sejak koreksi terjadi.

Kemungkinan besar pemulihan ini akan terus terjadi terutama dengan semakin turunnya kondisi spekulasi terhadap beberapa Altcoins yang memiliki fundamental buruk.

Menurut beberapa ahli pasar crypto kondisi spekulasi ini adalah penyabab kondisi crypto semakin buruk dalam koreksi.

Sehingga dengan mulai meredanya kondisi spekulasi, pemulihan dapat segera terjadi akibat volatilitas dan leverage berlebihan yang mulai menurun.

Sulit dipahami bahwa crypto-crypto berfundamental kurang baik dan baru tersebut akan bertahan lama melihat spekulasi yang sangat besar di dalamnya.

Jadi, saat ini asumsi yang beredar di pasar adalah uang telah berpindah dari crypto yang memiliki fundamental buruk ke yang memiliki fundamental baik.

Aliran dana tersebut membuat potensi dorongan beli kembali kepada Bitcoin dan Altcoins baik lainnya.

Sehingga aliran dana tersebut dapat membuat pemulihan dan stabilitas kembali di pasar crypto.

Hal tersebut membuktikan pentingnya melakukan investasi kepada crypto yang memiliki fundamental baik.

Jadi saat kondisi seperti ini terjadi, investasi masih relatif aman secara jangka panjang.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.