Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Grayscale Menjual Semua Kepemilikan XRP, Termasuk Reksadana

Naufal Muhammad     Thursday, January 14 2021

Investor institusional dan perusahaan manajemen dana, Grayscale Investments, dikabarkan telah mulai menjual seluruh kepemilikan XRP. Penjualan ini juga bersama dengan pemberhentian jasa pengelolaan dana XRP melalui instrumen reksadana XRP yang dimilikinya.

Grayscale Menjual Semua XRP

Penjualan yang baru saja dilakukan adalah tanggapan dari tuntutan Securities and Exchange Commision terhadap Ripple di Desember 2020. Walaupun terkesan terlambat, Grayscale baru saja menjual seluruh kepemilikannya bersama melikuidasi reksadana XRP yang dimiliki.

Menurut publikasi yang dikeluarkan kemarin, Grayscale telah resmi juga untuk melikuidasikan XRP trust atau reksadana XRP yang dikelola. Hal ini disebabkan mulai banyak bursa-bursa besar di Amerika yang melakukan delisting atau pencabutan terhadap XRP.

Alasan penjualan dan pemberhentian instrumen reksadana XRP ini disebabkan oleh Grayscale yang merasa bahwa akan lebih sulit untuk XRP berkembang di Amerika. Kesulitan ini akan datang dari investor Amerika yang akan makin kesulitan mengubah XRP atau reksadana XRPnya menjadi Dolar Amerika.

Baca juga: MoneyGram Menjauhkan Diri dari RippleNet, Bagaimana Nasib Ripple Selanjutnya?

Oleh karena itu, Grayscale juga merasa lebih aman jika instrumen ini diberhentikan untuk menghilangkan risiko yang tidak diinginkan ke depannya. Saat ini semua reksadana telah dilikuidasi dan akan diberhentikan setelah semua investor mendapatkan dananya kembali setelah potongan biaya.

Walau saat ini Ripple masih tertekan oleh kasus SEC, beberapa pemerintah dan pemegang kebijakan di negara lain masih mendukung XRP. Hal ini disebabkan pandangan mereka yang melihat XRP sebagai mata uang crypto dan bukan sekuritas atau saham.

XRP Masih Memiliki Negara Pendukung

Laporan di Bulan Januari menunjukkan bahwa Kementerian Keuangan Inggris menggolongkan XRP sebagai koin yang tidak diregulasi bersama Bitcoin dan Ethereum. Hal ini membuat XRP legal akibat beroperasi sebagai mata uang crypto dan bukan uang elektronik atau saham.

Laporan tersebut menegaskan bahwa XRP adalah koin yang dapat diperdagangkan yang merupakan koin desentralisasi. Hal ini disebabkan regulator melihat koin tersebut sebagai alat tukar dan bukan hal yang lain.

Rabu kemarin, Otoritas Jasa Keuangan Jepang juga melihat bahwa XRP digolongkan sebagai mata uang dan bukan sebagai sekuritas atau saham. Sehingga Jepang masih mendukung pertumbuhan XRP, membuatnya tidak setuju dengan SEC dan Grayscale.

Baca juga: Penuntut Ripple Mundur dari Jabatan, Bagaimana Kelanjutan Kasus?

Jepang dan Inggris adalah dua negara yang hingga saat ini masih sangat vokal untuk mendukung Ripple terkait kasusnya dengan XRP. Tidak menutup kemungkinan bahwa akan banyak negara lain, terutama di Asia yang akan mulai lebih vokal dalam mendukung Ripple.

Sayangnya, akibat kasus ini XRP masih terus terlihat turun. XRP sendiri saat ini berada di sekitar $0,28 yang merupakan depresiasi lebih dari 42% dalam 30 hari terakhir. Namun akibat adanya dukungan dari beberapa negara bersama akan terjadinya perubahan pemegang kursi kebijakan di SEC, semua dapat berubah.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini