Ethereum Dominance Turun 3% dalam 24 Jam, Bagaimana Harga ETH?

Rossetti Syarief

8th March, 2022

Ethereum dominance telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, Ethereum sendiri merupakan sebuah proyek besar yang dimulai oleh Vitalik Buterin pada tahun 2013, blok pertama Ethereum ditemui pada 30 Juli 2015.

Meski jauh lebih muda dari pendahulunya Bitcoin, Ethereum berhasil mencuri pangsa pasar terbesar dari cryptocurrency pionir yang menjadikannya aset digital paling berharga kedua di pasar.

Namun, mempertahankan pangsa pasar yang begitu besar nyatanya tidak seindah keuntungannya. Perlahan, Ethereum kini terus kehilangan dominance-nya.

Ethereum Dominance Turun 3%

Ethereum dominance telah meningkat sepanjang beberapa reli bulls ETH pada 2021 dengan menyentuh peningkatan 22%. Ini adalah bukti pertumbuhan jaringan, serta adopsi cepat yang terjadi.

Keduanya sebagian besar didorong maju oleh munculnya ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan non-fungible token (NFT) di dalam blockchain.

Sementara ketika membuka tahun 2022, Ethereum yang pada awalnya terlihat akan mempertahankan pertumbuhan dari tahun sebelumnya, justru setelah dua bulan terlihat mengambil rute yang berbeda.

Setelah memuncak pada 22,40% pada Desember 2021, Ethereum dominance berada dalam tren turun. Pada saat penulisan, Ethereum dominance melihat sekitar 3% penurunan dalam periode 24 jam.

Pergerakan Ethereum Dominance

Penurunan ini paling banyak terjadi pada Minggu malam hingga Senin dini hari. Pergerakannya melihat Ethereum dominance turun dari 18,40% di mana telah menjadi tren selama akhir pekan menjadi 18,08% pada dini hari Senin.

Ini merupakan penurunan signifikan kedua yang terjadi dalam kurun waktu seminggu setelah sebelumnya sempat turun juga dari 18,49% menjadi 18,14% pada Jumat di tanggal 4 Maret.

Harga ETH Tengah Menguji Ulang Level $2.500

Diluar dari penurunan Ethereum dominance, ETH kini telah jatuh ke level $2.500 yang ditakuti. Pada saat penulisan, Ethereum telah diperdagangkan $2.549.

Kegagalan untuk mengamankan level support yang signifikan berkontribusi besar terhadap penurunan ini, mendorong ETH turun lebih jauh ke level support berikutnya di rentan $2.522.

Level support ini meskipun tidak kuat namun dapat membawa Ethereum menembus harga di bawah jalur $2.000. Selain itu, pergerakan aset saat ini juga berada di bawah simple moving average selama 50 Hari yang merupakan wilayah bearish short-term.

Sementara kegagalan untuk pulih di atas $2.600 kemungkinan akan membuat Ethereum terdorong lebih jauh ke bawah karena penurunan terus meningkatkan tekanan jual yang signifikan pada cryptocurrency.

Baca Juga: 33 Pakar Crypto Prediksi Ethereum Bernilai 7 Ribu Dollar Tahun Ini

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.