
Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 8 min read
Setelah tujuh tahun mengabdi, Direktur Eksekutif Ethereum Foundation, Aya Miyaguchi, mengundurkan diri. Setelah pengunduran diri ini, Aya bersiap untuk mengambil posisi baru sebagai presiden dari foundation non-profit tersebut.
Ethereum (ETH) sendiri merespons kabar ini dengan rebound dari US$2.339 atau sekitar Rp38,2 juta setelah mengalami penurunan 18% sejak hari Minggu (23/2/2025), kembali ke level harga US$2.494 atau sekitar Rp40,7 juta, naik 0,4% dalam 24 jam terakhir menurut data CoinMarketCap saat artikel ini ditulis.
Pasca pengunduran Aya, banyak anggota komunitas mengantisipasi posisi yang ditinggalkan Aya bakal diambil eks peneliti dan pengembang Ethereum, Danny Ryan, yang mempelopori transisi jaringan ke mekanisme konsensus Proof-of-Stake (PoS).
“Hari ini, saya sangat senang membalik halaman dan berbagi bahwa saya akan segera menutup bab ini sebagai Direktur Eksekutif Ethereum Foundation dan melangkah ke peran baru sebagai Presiden,” tulis Aya dalam pengumumannya Selasa (25/2/2025) di blog Ethereum.
Baca juga: Ethereum Berpotensi Rebound Pasca Peretasan Bybit
Pengumuman pengunduran diri Aya muncul saat Ethereum Foundation menghadapi kritik keras dari anggota komunitas kripto utama, dengan banyak pihak yang memintanya mengundurkan diri.
Namun Aya percaya, perdebatan dan kritik baru-baru ini membantu menjelaskan kekuatan inti desentralisasi Ethereum. “Ethereum adalah milik semua orang, bukan milik siapa-siapa,” tambahnya.
Ethereum Foundation bukan untuk berkembang seperti organisasi tradisional dan mengerahkan dominasi atas Ethereum, tetapi untuk memastikannya tumbuh seperti “Taman Tanpa Batas.”
Menyikapi pergantian pada tampuk kepemimpinan ini, Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, mengungkapkan bahwa Ethereum Foundation akan memiliki struktur kepemimpinan yang baru, yang akan segera diumumkan.
Baca juga: Ethereum Berpotensi Lakukan Hard Fork Pasca Peretasan Bybit
Di saat yang bersamaan dengan pengunduran diri Aya, pasar kripto sedang mengalami tekanan jual yang besar, yang mana Ether juga menjadi salah satu korbannya.
Data Farside Investors menunjukkan, exchange-traded funds (ETF) spot Ethereum AS mengalami outflow bersih sebesar US$78 juta atau sekitar Rp1,2 triliun pada hari Senin (24/2/2025), memperpanjang outflow negatif beruntun menjadi tiga hari berturut-turut.
Likuidasi futures juga dialami oleh investor Ethereum dengan nilai US$177,6 juta atau sekitar Rp2,9 triliun dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinGlass. Likuidasi ini dialami oleh investor dengan posisi long sebanyak US$135,78 juta atau sekitar Rp2,2 triliun dan sisanya adalah posisi short.
Selain itu, ETH juga terdampak oleh hack yang dialami exchange Bybit pada 21 Februari lalu. Terutama karena exchange tersebut membeli ETH karena telah mulai membayar pinjaman yang membantu menopang kesenjangan likuiditas.
Baca juga: Bybit Kena Hack, Rp23,8 Triliun ETH Lenyap!
Ether turun sekitar 18% dari harga pembukaannya pada hari Senin (24/2/2025) setelah penolakan di level resistance US$2.850 atau sekitar Rp46,6 juta sebelum memantul dari garis batas bawah descending channel di dekat US$2.300 atau sekitar Rp37,6 juta.
Pemulihan cepat yang dilihat ETH di dekat Rp37,6 juta bisa jadi berasal dari permintaan yang tinggi secara historis pada level ini. Investor secara historis membeli hampir 59 juta ETH di level harga antara US$2.359 dan US$2.430 atau sekitar Rp38,6 juta dan Rp39,8 juta.
ETH mencoba untuk merebut kembali level US$2.560 atau sekitar Rp41,9 juta karena pelaku pasar mengincar potensi pemulihan di atas Rp46,6 juta dan garis batas atas descending channel, diperkuat oleh Simple Moving Average (SMA) 50 hari dan Exponential Moving Average (EMA) 100 hari.
Baca juga: Ethereum Berpotensi Rebound Pasca Peretasan Bybit
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.