Bitcoin Koreksi Tajam, Diprediksi Akibat Tekanan Ritel

Naufal Muhammad

4th January, 2021

Bitcoin koreksi tajam hingga saat ini mencapai daerah atas $27.700 dari sebelumnya sempat menyentuh $34.000. Mayoritas pasar menganggap koreksi ini sebagai sebuah kesempatan, walau banyak yang bertanya apa penyebabnya.

Bitcoin Apresiasi Tinggi di Hari Libur

Apresiasi yang sebelumnya terlihat pada Bitcoin dikabarkan terjadi akibat dorongan dari investor ritel. Asumsi ini tersebar dalam pasar akibat beberapa hal yang menjadi alasan mengapa apresiasi bisa terjadi secara drastis.

Salah satu alasan utama yang membuat Bitcoin naik akibat investor ritel beberapa hari terakhir kemungkinan adalah hari libur. Mengingat mayoritas investor institusional mengalami hari libur, apresiasi yang terjadi kemungkinan besar adalah dorongan dari investor ritel.

Baca juga: Survey Bitcoin di Indonesia 2020: Ketertarikan tentang Bitcoin Meningkat

Selain itu, mengingat tidak adanya berita besar dari pembelian Bitcoin oleh institusi, asumsi tersebut menjadi lebih kuat. Mengingat apresiasi kemarin terjadi setelah hari natal dan tahun baru asumsi bahwa investor ritel yang menjadi penyebabnya jadi semakin nyata.

Hal ini disebabkan adanya istilah Santa Claus Rally yang pada umumnya terjadi pada aset keuangan menjelang dan setelah hari natal serta tahun baru. Efek ini umumnya terjadi pada saham, namun saat ini terjadi pada Bitcoin.

Bitcoin Koreksi Akibat Ritel

Selama ini, efek tersebut terjadi saat adanya dorongan dari investor ritel yang mendapatkan sebuah sentimen yang Berkelanjutan. Kebetulan pada saat itu sentimen yang berkelanjutan adalah banyaknya dana yang masuk dari investor institusional sehingga sayangnya menciptakan FOMO yang mendorong harga.

Tetapi, mengingat dorongan ini terjadi akibat investor ritel, kemungkinan koreksi dan kerentanan apresiasi menjadi sangat tinggi. Hal ini disebabkan adanya potensi pengambilan keuntungan yang umumnya dilakukan oleh investor ritel.

Baca juga: Bitcoin Jatuh 9% Setelah Membentuk ATH Baru, Akibat dari Whale?

Asumsi ini didasarkan oleh teori dari pasar yang berasal dari koreksi pada awal tahun 2018 dimana Bitcoin jatuh lebih dari 80%. Mayoritas analis berasumsi bahwa koreksi tersebut terjadi akibat dorongan yang dibentuk oleh investor ritel, yang membuat dorongannya lemah.

Sehingga mengingat saat ini terjadi pergerakan apresiasi yang sama sejak hari libur, koreksi memang pasti terjadi. Oleh karena itu, koreksi saat ini yang terjadi sekitar 11% menjadi hal yang wajar mengingat belum adanya lagi dorongan institusi.

Masih Berpotensi Naik?

Pada pukul 16.00 WIB harga Bitcoin sudah mulai naik kembali dan membawanya mendekati daerah $32.000, kemungkinan besar potensi apresiasi masih ada. Namun sayangnya apresiasi ini kalah satu jam berikutnya akibat didorong oleh investor ritel dimana kemungkinan besar adalah akibat FUD.

Secara keseluruhan, mengingat sentimen positif yang masih kuat di pasar crypto terutama akibat ketertarikan institusi, Bitcoin masih punya kesempatan apresiasi. Tetapi apresiasi signifikan tersebut kemungkinan akan menunggu adanya kabar baik dari institusi atau kabar buruk dari perekonomian Amerika, terutama Dolar Amerika.

Jika mengacu pada grafik per 1 jam, asumsi tersebut masih rancu akibat koreksi yang cukup dalam hingga saat ini. Tetapi, koreksi tersebut merupakan pergerakan normal pasar agar apresiasi tetap sehat.

Baca juga:

Kemungkinan besar potensi apresiasi sudah hilang kecuali untuk retest akibat pergerakan naik yang sudah rusak. Dengan bullish divergence yang rusak serta MACD yang masih terus turun, kemungkinan tujuan saat ini akan terus ke bawah untuk koreksi kecuali terdapat sentimen positif.

Tujuan koreksi saat ini nampaknya sudah tercapai yaitu pada sekitar $27.700, namun jika terkoreksi kembali, kemungkinan pengamannya berada di sekitar $26.900 sebelum terus turun. Namun jika koreksi selesai dan harga pulih, kemungkinan target selanjutnya berada pada $32.623 sebelum ke $33.248 dan terus naik.

*Disclaimer

Analisis yang dibentuk murni berasal dari pandangan penulis berdasarkan beberapa sumber. Coinvestasi tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang didapatkan dari analisis yang tertera. Risiko yang diambil adalah murni kemauan investor tanpa paksaan dari Coinvestasi.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.